Awal konsep modif mobil ini diniatkan bisa roadtrip dan daily, dibungkus dengan tema proporsional.
Pascal Kusuma termasuk arek Suroboyo yang berani memasang air sus untuk memudahkan melewati obstacles.
Tapi tanpa melupakan performa mesin, yang diremap ke stage 2. Dan tentunya sistem keamanan kendali roda.

Mods yang ada di mobil ini bukan sekadar estetika saja namun selalu ada tujuannya, yaitu membawa mobil ini ke tujuan. Anywhere, everywhere. Karena personally, “Cars are meant to be driven,” ucap Pascal.

F10 ini sudah lolos Partai Neraka rute Surabaya-Yogyakarta-Jakarta-Bogor-Solo-Surabaya. Lantas yang terakhir, malah sampai 2 kali ke Bali, salah satunya bersama anak-anak Server Bimmer Surabaya.

Warga Mulyorejo, Surabaya, kelahiran 18 Agustus ini memang percaya diri membawa besutan hitamnya. Boleh jadi didukung oleh 2 bengkel hebat Surabaya yaitu Zoom Bodyworks dan G/U/T Motorsport. Pemain senior, dengan pengalaman puluhan purnama.

Oleh dukungan keduanya itulah, mobil ini menjadi lebih keren dan sesuai konsep yang diinginkan Pascal.

Pertama, dari segi estetika.
Bagaimana mobil yang panjang dan besar ini makin menonjol ketika slammed sehingga memunculkan kesan gagah? Ini urusannya Edo dari Zoom Bodyworks.

Edo dan Pascal menghadirkan agresivitas tampilan yang ditopang oleh hadirnya lips dan diffuser plus velg APEX, sebuah merek sporty wheel yang biasa digunakan di UK, dengan motif mesh khas BMW. Velg ini spec M3, dengan offset 22 mm dan lebar 9.5+10.5 inci, dan dibuatkan camber 2 derajat di roda belakang agar bisa rata bodi.

Selain itu barrel dari velg ini cukup lebar sehingga dengan mudah bisa support cakram berdiameter 380 mm yang diambil dari BBK dari Aston Martin (depan) dan Jaguar (belakang). Dimensi BBK ini memberi kesan berotot di bagian kaki-kaki.

Sedangkan sisi slammednya, dipercayakan pada Prazis. “Alasannya, waktu itu banyak supercar yang pakai. Lalu saya DM beberapa pengguna Prazis di luar negeri, kata mereka handling di tol lebih mantap dan di 200++ juga enak,” ungkap pemilik postur 178 cm dan 65 kg ini.

Sedangkan yang kedua, adalah sisi performa mesin.
Impresi terkuat dari mengendarai F10 ini adalah bagaimana kita dengan mudahnya pengemudi lupa akan seberapa besar mobil ini ketika melaju. F10 bisa dengan anteng cornering di tol dan sigap mendahului mobil lain, “Membuat saya sendiri sering lupa bahwa saya membawa seri 5 bukan seri 3,” ucap pria berkacamata ini.

F10 ini sudah XHP stage 2 dan BM3 stage 2, yang kemudian Pascal ikut memperbaiki kemampuan charge pipe, boost pipe dan turbo inlet. Tetapi ada satu yang menggembirakan. Pascal menggunakan brand lokal yaitu RXZ Performance. Diterapkan pada exhaust valvetronic secara full system, dan juga diaplikasikan pada cold air intake. Merek ini merupakan subsidiary dari Zoom Bodyworks.


Model:
Jessica @jes_cyn

Workshop:
Body works & undercarriage: Zoom Bodyworks @zoombodyworks_sby
Engine: G/U/T Motorsport @gutmotorsport

Data Mods:
F10 M5 style body kit + fender, Zoom custom lips, Zoom custom side skirt, Zoom custom diffuser, Zoom custom duck tail, APEX ARC8 19x(9.5+10.5) inches, Yokohama Advan V105 245/40R19 & Toyo T1R 315/35R19, Prazis 2 point air suspension, Brembo Aston Martin Vantage front brake 380 mm/6 pot, Brembo Jaguar rear brake 380 mm/4 pot, Belfe electric parking brake, RXZ performance full system exhaust valvetronic, RXZ performance cold air intake, FTP charge pipe, FTP boost pipe, MST turbo inlet, BM3 stage 2, XHP stage 2