Ini hobi.
Bukan gengsi.
Sekadar personal satisfaction.
Tentang Mazda wagon ini, “Dari dulu pengen mobil yang jarang ada kembarannya,” ungkap Mr. JJ yang jadi first wagon customer

Half year later, salesnya bilang laku 4 unit; 3 wagon, 1 sedan. Ini kondisi Semarang, ruang lingkup Jawa Tengah. Oleh sebab versi sedan lebih mahal 100 juta dari wagon. Sedan kena luxury tax. Padahal fitur sama.

“Saya sudah pakai ke Bandung, Surabaya, Solo. Enggak ngesrot, naiknya enak,” ucap pengusaha muda ini.

Jelas sudah bahwa ini kendaraan fungsional. Mobil tempur.
Dipakai jauh, gayanya keren, bannya gendut, velgnya modern.
Kendala yang ditemui hanya pada lamanya velg sampai. Mobilnya inden 2 bulan. Nah velg ini dipesan duluan sebelum mobil, tapi sampainya 4 bulan kemudian. Bingung? Salah. Yang bener ya kudu sabar.

Wagon beraksen racing. Cakep kan. Volk Racing TE37 itu berwarna magnesium blue. Sebenarnya warna ini enggak ada di TE37 Ultra. Tapi buat apa kenal dengan Dicky Hendarto, kalau enggak bisa pesan special color. Ada extra cost memilih warna khusus.

Goalnya nyata sekali, JDM concept with all JDM parts.
Kata anak sekarang, velgnya pegang peranan banget.

Modelnya timeless racing.
Warnanya bisa custom order jadi biru seperti ini.
Volk Racing tipe Ultra ini special order dengan magnesium blue color. Dimensinya 19x(8.5+9.5) inci. Material tempa dari bahan pesawat jet.

Selanjutnya, gedor terus Jepangan.
Velg diduetkan dengan rem Project μ. Ini produk Jepang berbasis di Yamaguchi. Warna hijaunya sangat khas seperti robbin egg blue, ikut keluarga warna cyan. Rotor 355 mm, kaliper 6 pot dan kampas rem sepaket dari Project μ.

Sampai di sini, sudah JDM style.
Konsep racing, cocok ke meaty tyres. Ukurannya 245/40ZR19 dan 275/35ZR19. Toyo yang dipercaya. Sebab Toyo asli Jepun juga. Ukuran itu bukan masuk kategori tipis. Agak tebal. Selain melindungi bibir velg, ban ini mempertinggi absorbsi bantingan mobil.

Netizen pasti bertanya, mengapa ada roof rack Thule. Selain memang sedan tren pada wagon, komponen ini bisa dipakai untuk membawa beban saat kepentingan jarak jauh. Walaupun kini lebih banyak sebagai pemanis. Tak ada pilihan selain Thule. Produk Jepang belum ada yang mumpuni.

Setelah dimodif, “Saya acungin jempol buat Dicky. Modif maksimal di konsep, tapi enggak ngerepotin saya. Aman dibawa kemana-mana. Koper bisa penuh di bagasi. Jalan 160, enggak apa-apa,” cerita Mr JJ tentang realisasi modifikasi yang dilakukan Dicky Hendarto, sahabat lamanya sejak 2002.

“Padalah saya baru pertama kali pegang Mazda 6 Estate. Maunya Mr JJ ban meaty dan coilover, dan enggak boleh gesrot sama sekali,” aku Dicky, bos Drivetech Autogarage. Dikcy menyelesaikan semuanya dengan menghilangkan semua krom yang dicat hitam, memasang blue seat belt, membuat custom carbon fibre pada kover spion dan mengaplikasi carbon rear wing dari AutoExe.


Workshop:
Drivetech Autogarage @drivetechautogarage

Data Mods:
Volk Racing wheels Ultra TE37 19x(8.5+9.5) inches, Tein coilover Flex Z, Toyo tyres T1R 245/40ZR19 & 275/35ZR19, Project brake 6 pot & 355 mm, AutoExe wing carbon, carbonized mirror, Thule roof rack