Mendarat di Makassar pagi hari, lantas pergi sarapan Pallubasa Serigala, padahal malamnya belum tidur sekejap pun. Rasanya campur aduk antara senang, semangat dan lelah. Tapi lelahnya kalah mendengar Andry Sudasi sudah sampai di Makassar, dari kotanya nun jauh di sana, Masamba, berjarak 324 kilometer dari tempat saya sarapan saat itu.

Masamba terletak pada jalur Trans-Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tengah (poros Palopo-Poso) dan Sulawesi Tenggara (poros Palopo-Kolaka). Dan ini lebih jauh lagi jaraknya melewati Tana Toraja yang dikenal seantero dunia.

Jauh ya.
Tanpa tol. Tanpa towing. Tanpa takut.
Civic FC ini sering bolak balik Masamba-Makassar. Dengan kondisi seperti itu, dimodifikasi, memakai velg besar dan suspensi udara.

Nekat amat sih?
Salah satu mobil modifikasi yang jarak tempuhnya lumayan jauh, “Karena kebetulan saya domisili dan kerjaan di Masamba, dan keluarga ada di Makassar, hampir tiap bulan bolak-balik dan memang mobil buat dipakai harian,” ungkap Andry, kelahiran 1 Januari ini.

Jika ada problem dan berada di Masamba, Andry melakukan problem solving melalui video call. Sampai saat ini belum pernah mendapatkan masalah besar. Namun dengan tantangan perjalanan tersebut, wajar kiranya Andry rajin melakukan check up ke Agus dari bengkel AB Understeel.

Lantas ada apa dibalik keberanian itu?
Ternyata ada SSR, Air Lift, Accelera dan Venom.
Andry memilih velg SSR SP3 disebabkan ia menyukai model facenya, dan kebetulan speknya cocok di FC ini. Sedangkan bannya dipilih karena terjangkau, “Dan kualitasnya lumayan bagus buat dipakai harian.” Agus menambahkan, “Menggunakan Accelera karena kebutuhan fitting, dan banyak size untuk di Makassar.”

Sedangkan air susnya, Air Lift Performance, bukan saja karena kualitasnya bagus namun juga, “Yang paling utama karena suka sama model remote dan managementnya yang kelihatan lebih keren sih menurut saya.” Sedangkan Venom, sudah terbukti dimanapun kontes audio dan tersedia juga di banyak tempat instalasi audio.

DeepEnd ikut mencobanya dari Helios Garage yang berdomisili di jalan Toddopuli Raya Timur menuju Center Point of Indonesia di Pantai Losari. Aman-aman saja. Enak dan nyaman untuk dibawa santai. No mantul dan membal. Gaya oke, harian juga sip. “Kesulitan dalam memodifikasi kaki-kaki Civic FC ada pada camber bagian depan,” ucap Agus.

Berbicara selama di perjalanan, ada hal yang sangat menyentuh DeepEnd dengar.
“Kesulitan di awal-awal saya ngebangun mobil ini adalah saat menentukan konsepnya. Karena memang saya masih baru di dunia modifikasi mobil. Tapi makin ke sini, sedikit demi sedikit saya mulai paham dan ke depannya mudah-mudahan bisa diperbaiki lagi kekurangan-kekurangan yang ada di mobil ini,” tutur Andry.

Itu ciri orang yang akan memberikan warna di dunia modifikasi mobil Indonesia.
Hats off and success!


Workshop:
Wheels & undercariage: AB Understeel @ab_understeel
Body work & detailing: Helios Garage @helios_garage

Data Mods:
Air Lift Performance suspension, 2 ViAir compressor, SSR wheels SP3 19x(9.5+11) inches, Accelera tyres Phi 215/35ZR19 & 225/35ZR19, Brembo brake GT 6 pot/355 mm, Hardrace rear camber, custom front lips spoiler, custom side skirt, custom diffuser, custom duck tail, 2 Venom sub Intelligent VI 12 DC, Venom speaker split, 2 TV monitor