Semua karena Pandem.
Lebar, kekar dan brutal.
Pandemi Pandem baru mewabah sekarang. Padahal GT-R ungu ini bukan baru sekarang memakainya.

DeepEnd melihat wujudnya di Bogor, Tangerang Selatan, Jakarta bahkan di Surabaya. Beredar terus. Yep, Godzilla ini bukan basa basi. Dia beraksi bukan saja di kontes mobil, tapi juga di jalan raya. Bukan cuma piala yang digondol, tapi acungan jempol para pemilik mobil yang bertemu di jalanan.

Confirmed sih, GT-R ini paling pol.
Dari mesin, sampai audio.
Dari eksterior hingga kabin.

Mobil ini keluaran 2008. Masuk dalam kategori produksi awal. Tapi tetaplah ini GT-R. Mobil yang punya sejarah, dan rangsangan bagi car enthusiast untuk ejakulasi berulang saat menatapnya.

Tapi…, Mr. BMH meredefinisikan GT-R miliknya sebagai besutan total upgrade. Pandem itu kentara sekali mengubah karakternya. Konversi tubuh lebar ciptaan si jenius dan eksentrik, Kei Miura.

Dibandingkan desain edisi pertama, yang Mr. BMH pakai sedikit berevolusi. Terdapat 4 lubang bukaan besar pada bagian melintang di tengah, persis di atas kisi-kisi. 4 titik di sebelahnya, kiri-kanan, juga mengimbangi multi dot accent di wajah depan. Dari depan, terlihat jelas sepertiga ban depan terlihat telanjang.

Mungkin bagian ini hasil kejeniusan Miura. Kejeniusan itu juga tampak kuat, pada bagian samping. Sejauh mata memandang, darimanapun anglenya, nampak tak ada body lag. Harmonis nyambung ke bodi. Lebih masuk akal. Tidak over rated.

Sedangkan di belakang, ritmenya menurun. Ini pasti disengaja. Kesannya amat simpel. Ini sebuah trik. Minimalis untuk menyediakan peran lebih banyak bagi GT-wing Voltex dan knalpot untuk tampil menonjol. Pandem menempatkan lampu kabut built in di bagian diffusser.

Sektor kedua yang menyumbang peran signifikan adalah kaki-kaki. Velgnya memakai brand SV2 Forged yang diorder langsung oleh YM Autowheel selaku authorized distributor di Indonesia. Lagi hype dengan custom order yang sangat personal. Punya model seperti akar, dikembangkan dari model bintang yang terbelah. DeepEnder bisa saja kemudian berpikiran kalau ukurannya 22 inci.

Padahal, ukuran diameternya 21 inci dengan lebar depan 11 inci dan lebar belakang 13 inci. Keunikan dari velg, offset dan lebar outer lips yang tidak biasa, dampak dari pemakaian body kit Pandem. Mau enggak mau, lebar dan offset menyesuaikan, sehingga peluang kecelongan semakin tinggi.

SV2 Forged ini tipenya Delta. Kelihatannya full set. Tapi ternyata tidak. Delta hanya dipakai untuk face/centernya saja. Sebab barrel dan lipsnya memakai ADV1 milik Mr. BMH sebelumnya. Dan pada setingan awal, terdapat adaptor yang membantu posisi velg menjadi lebih keluar. Tidak tersedia data ukuran tebalnya adaptor. Tapi pastinya, ketebalan ini dimasukkan ke dalam kalkulasi offset.

Oleh Ivan YM Autowheel, offset dibuat minus banget. Di depan minus 50, di belakang minusnya hingga 120. Alhasil, palangnya sampai nekuk banget. Makin concave. Sebuah kondisi yang sangat jarang terjadi.

Selebihnya, mesinnya sudah upgrade internal ke 700 HP. Dan masih enak buat dipakai daily use oleh Mr. BMH, pemilik postur 175 cm/75 kg ini. Suspensi Air Lift pun plug and play dengan sensor 3H. Dan terakhir, rollbar sudah terpasang menawan dan kuat.

Audio

2 KONSEP 2 PROCESSOR 2 SETINGAN
Pada sektor audio, konsep audio yang dibuat FI Audio mengacu ke SQL, “Jadi buat daily enak, buat geber juga boleh,” ucap Adhika Rusly, sang punggawa FI Audio yang berlokasi di jalan Guntur No. 80, Jakarta Selatan.
Masih mengandalkan head unit OEM, Adhika putar otak untuk membuat 2 sistem dalam 1 mobil. Solusinya menggunakan 2 processor. Ground Zero processor 4-8X sebanyak 2 buah, dibagi menjadi 2 tujuan.


Konsep interiornya berupa SQ alias sound quality. Ketika mobil dibawa jalan, konsep ini paling nyaman di telinga. Jadi dipakai untuk long drive pun akan tetap nyaman. Sedangkan konsep eksteriornya adalah SQL. Dimana ketika show, ditujukan pada pengunjung yang mendengar dari luar mobil. Jadi suara harus terdengar jelas dan kencang.
Titik sulit juga terdapat di bagasi. Ukuran bagasinya besar namun bukaan bagasi kecil, sehingga susah memasukan boks subwoofer. Oleh Adhika, kotak subwoofer itu dipisah menjadi 2 bagian. Setelah itu lanjut dirakit di dalam mobil. Untuk mendapat kekencangan yang diinginkan, ukuran boksnya berhasil diperoleh lebih besar.


Secara hasil, untuk SQ punya sistem 2-way tapi suara seperti 3-way. Triknya dengan penggunaan fullrange terbaru dari Ground Zero dimana ukuran 28 mm (ukuran tweeter) tapi bisa berfungsi sampai midrange, sehingga suara bisa ada di atas dashboard. Subwoofer pun terasa dari depan, tidak terasa datang dari belakang.
Untuk aplikasi audio eksterior, “Kami pakai 4 set speaker untuk mengejar kekencangan 2 subwoofer,” cetus Adhika. Sehingga hasil suara mobil ini ketika didengar dari exterior sangat nyaman di kuping, tidak ada peak atau suara yang mengganggu.


Workshop:
Wheel & tyre: YM Autowheel @ymautowheels
Air suspension: Art Custom Work @artcustomwork
Engine parts supply: Spray Inc. @sprayinc
Engine tuning: XS Automotive @xs.automotive
Seat: Concept Motorsport @conceptmotorsport
Paint & body work: Platinum @vinoplatz
Audio: FI Audio @FI_audio
Detailing: Cleanation @cleanation_detailing

Data Mods:
HKS throttle intake manifold, HKS oil cap, HKS reservoir tank alloy, HKS intercooler pipe, HKS spark engine racing, HKS engine n transmision oil, GReddy header, HKS titanium down pipe comp, HKS titanium muffler stright pipe, custom carbon panel engine, custom fitting breided engine, AMS hosing, Garrett twin GT Ball-Bearing center section w/ machined OEM housing, ACS front mount intercooler 1000 hp spec fmic, Dynamic injector 1000 cc, HKS turbo inlet pipe, Weapon R racing suction, HKS blow off racing type, Powercraft turbo down pipe, Cobb Tuning V2 AP Nis 006, custom paint candy purple special color, Pandem full front bumper, Pandem rear full bumper, Pandem side kirt w/ carbon, Pandem front & rear wide body front, custom front fender OEM, custom fender fin w/ carbon, Voltex wing, custom pilar w/ carbon, Pandem front spilter w/ carbon, custom DRL head lamp, Pandem tail lamp, Pandem LED fog lamp, Valenti LED head lamp, front & rear body radius, SV2 Forged wheel Delta 21x(11+13) inches, Pirelli tyres P Zero 285/30ZR21 & 325/25ZR21, Air Lift suspension w/ recervoir, Air Lift mangemet 3H, Viair compressor 444C black series, hardline trunk set up, AP Racing caliper 6 pot & 4 pot, AP Racing disc brake 410 mm & 380 mm, monobloc nut set, custom fully leather trim seat, custom full nappa steering trim, carbon panel interior, custom dashbord trim, Nismo speedometer carbon series, Recaro seat Sportster, Ground Zero processor 4-8X, Ground Zero midbass Plutonium 6.5 inches, Ground Zero Fullrange Plutonium 28 mm, Ground Zero amplifier Hydrogen Mini 4 ch, Ground Zero amplifier Hydrogen Mini 1 ch, 2 Ground Zero subwoofer BMW 8 inches, Batcap stabilizer X400, Ground Zero processor 4-8x, 4 Crescendo Evo 2-way spekaer 1S2, Crescendo amplifier Evo 1A4, Crescendo amplifier Evo 1A1 monoblock, 2 Ground Zero subwoofer Iridium 12 inches, Batcap stabilizer X400, Harmonic Harmony Interlude RCA cable, Harmonic Harmony Interlude stroom cable, Harmonic Harmony Interlude speaker cable