Persis 5 tahun yang lalu, DeepEnd meliput khusus Wiro di Skadron Pendidikan 101 Yogyakarta. Kini, DeepEnd kembali melihat Wiro, dengan segenap perubahannya, khususnya di bagian eksterior dan kaki-kaki.

Apa yang dilakukan Wiro di saat jeda selama itu?
Keluar kandang!
Selalu.
Setiap ada waktu.

Bahkan di tengah jalan, Wiro selalu menjadi guinea pigs. Bagian dari laboratorium berjalan. Target rujukan banyak Benz yang mengikuti kisah perjalanannya lewat banyak road trip brutal yang kerap “meminggirkan korban”.

Setelah pandemi, Wiro berdiam sesaat.
Barang sekejap.
Menunggu aba-aba.

Tapi bukan tetirah.
Walaupun tetirah adalah meninggalkan sesuatu untuk menuju sesuatu jalan ke arah kebebasan. Intervensi naluri kepada akal dan individu daripada kumpulan-kumpulan keramaian.

Bahkan ketika Wiro bergeser dari Chandra Kenzo ke RM Bambang Prastari, tak ada sedetik pun berhenti nafas. Ojo tinggal glanggang. Malah digas terus. Bukan tanpa sebab, Wiro sudah telanjur dicap sebagai hero di kehidupan modifikasi mobil Tanah Air. Hiatus di bengkel sambil menunggu rem cakram datang, juga waiting for the new wheels.

Sebagai flashback, Wiro sempat unjuk gigi di Osaka Auto Messe 2018. Bikin banyak orang kagum, apalagi membawa ciri tradisional Indonesia di depan publik Jepang.

Menjadi inovator kala car enthusiast stay at home, Wiro malah menapaki aspal-aspal dari ujung ke ujung Jawa. Enggak heran, ia jadi bintang di medsos. Orang bule yang tak bisa kemana-mana, cuma bisa nonton ulah Wiro di gadget selama pandemi.

Namun muncul pertanyaan besar, apakah Wiro version 2 ini akan berhasil saat kelar hiatus?

Mumpung baru hangat keluar lab, Wiro dibajak DeepEnd untuk jalan-jalan seputar Jogja sekalian ambil foto-foto. Mapak bener pun saat ride mode. Sampai selongsong knalpot mencium aspal secara tipis-tipis. Meninggalkan bunyi gesrek yang ngangenin.

SV1 Exhaust System merupakan fully system valvetronic dual exit. Punya tujuan agar lebih flexibel dan bisa diadjust open and close valve di segala medan dengan 2 mode suara yang eksklusif (tidak gacor). Manfaatnya terasa menambah performa, torsi meningkat plus stop and go lebih enak nyaman, “Bahkan bikin irit!” ungkap Wahyu Wekka, dari SV1 Exhaust System Jogja.

Sedangkan roda dan kaki-kaki, dikonsepkan dan dikawal oleh Surya Burladas.

BBS RS II ring 19 dengan lebar belang 10.5-11.5 inci dan memiliki offset -20/-35. Logo cap biru itu terkesan relate dengan guratan-guratan pada permukaan velnya. Teduh dan detail jadi satu.

Di belakang bilah-bilah meshnya, menyembul BBK dari AP Racing Radi-CAL yang berdiameter 375 mm dengan 6 pot piston kaliper baik di depan maupun belakang.

Sedangkan bannya, apalagi kalau bukan ban Accelera Phi 225/35ZR19 dan 275/30ZR19. Ban yang kuat, nice flexibility shoulder serta tentunya punya harga yang terjangkau.

Ketiganya itu kemudian bisa berdiri dengan agak miring lewat custom camber kit yang dibuat oleh Laris Understeel. Sehingga mudah bagi Feelair untuk menaik-turunkan bodi melalui suspensi udara yang sudah lebih friendly dan safety dengan adanya management system dari Feelair juga.

Keempat roda itu diselaraskan antara kemiringan dengan kontur bodi E 250. Ini agak tricky, sebab Surya ingin keempat roda wajib sama miringnya, baik saat berjalan maupun parkir. Maka bodi pun nurut via side body restyling. Radius fender depan terjadi sebesar 10 cm, dan pada fender belakang diradius hingga 17 cm. Semua operasi badan itu kemudian ditutup dengan sempurna lewat repaint memakai warna grey monkey.

Pertanyaan besarnya, apa yang akan dilakukan oleh RM Bambang Prastari pada Wiro setelah ini? Menarik difollow, dipantau dan dikawal.


Shooting Location:
Hofmeister @__hofmeister

Workshop:
Wheels & suspension: Surya Burladas @surya.burladas
Body work: MB Werkz Auto Bodywork @mbwerkz.autobodywork
Undercarriage: Laris Understeel @laris.understeel.id
Exhaust: SV1 Exhaust System Jogja @sv1exhaust_jogja

Data Mods:
Accelera Phi 225/35ZR19 & 275/30ZR19, BBS RS II 19x(10.5-11.5) inches, big brake kit AP Racing Radi-CAL 375 mm/6 pot (f/r), custom natural radius, custom lips spoiler, Feelair air sus + management system, Venom full set sound system, Nappa wolf drop red leather trim, grey monkey paint, Precision PTE 6766 turbo dual ceramic ballbearing T4 twinscroll, SV1 Exhaust System Jogja