Dibalik sederet trofi yang diraih, Ducati punya filosofi sederhana: lintasan balap adalah laboratorium terbaik. Motor Desmosedici GP yang dipakai di MotoGP bukan sekadar mesin balap, tapi juga jadi “prototype berjalan” untuk teknologi yang akhirnya mengalir ke motor-motor produksi Ducati.
“Ini adalah keberhasilan balapan yang jauh melampaui performa di trek, karena ini mencerminkan siapa kami sebagai perusahaan dan bagaimana cara kami bekerja—yang tercermin secara langsung dalam desain dan konstruksi motor yang kami hadirkan untuk para pencinta Ducati di seluruh dunia,” ujar Claudio Domenicali, CEO Ducati.
Filosofi ini tercermin jelas di dominasi Ducati musim 2025. Dari tim pabrikan sampai satelit, semuanya menunjukkan konsistensi. Hasilnya? 27 kemenangan dari 29 balapan! Tapi lebih dari sekadar angka, ini adalah bukti bagaimana visi, metode, dan semangat bisa diwujudkan jadi performa nyata.
Dan jangan lupa, setiap musim MotoGP selalu penuh tantangan baru. Lawan makin kuat, regulasi makin ketat. Tapi Ducati tetap bisa menjaga konsistensi. Bahkan ketika kemenangan mereka sampai disebut “membosankan,” buat Ducati, itu justru bukti kalau kerja keras dan inovasi tanpa henti memang tak kenal kompromi.
Pada akhirnya, gelar konstruktor bukan sekadar piala di lemari. Itu adalah pengakuan dunia atas DNA balap dan teknologi Borgo Panigale yang terus hidup di setiap motor Ducati, entah di sirkuit atau jalan raya. ![]()
