Di balik performa impresif mesin V6 TDI terbaru Audi, terdapat teknologi kunci yang menjadi pembeda utama: electrically powered compressor atau kompresor listrik. Perangkat ini menjadi bagian dari strategi elektrifikasi terbaru Audi dan bekerja berdampingan dengan turbocharger konvensional untuk menghadirkan respons gas yang jauh lebih cepat, terutama pada putaran mesin rendah. Hasilnya, karakter mesin diesel yang biasanya identik dengan jeda turbo kini terasa lebih spontan, bahkan mendekati sensasi dorongan mobil listrik.
Kompresor listrik ini terintegrasi dalam sistem 48 volt dan ditempatkan setelah turbocharger serta intercooler di jalur udara masuk. Saat pengemudi menekan pedal gas dalam kondisi kebutuhan beban tinggi namun tekanan gas buang belum cukup untuk memutar turbo secara optimal, udara langsung dialihkan ke kompresor listrik. Di sinilah udara yang sudah terkompresi kembali ditekan sebelum masuk ruang bakar, memastikan suplai udara instan untuk pembakaran yang lebih kuat.
Dibanding generasi sebelumnya, sistem terbaru ini bekerja dalam rentang putaran mesin yang jauh lebih luas. Kompresor mampu membangun tekanan boost hingga 3,6 bar hampir satu detik lebih cepat, menghasilkan akselerasi yang terasa signifikan sejak detik pertama mobil bergerak. Bahkan, pada 2,5 detik awal akselerasi, kendaraan mampu melaju lebih jauh sekitar satu panjang mobil dibanding mesin sebelumnya. Efek turbo lag yang biasanya terasa pada mesin diesel praktis hilang.

Kecepatan kerja kompresor listrik ini juga impresif. Impeller dapat berputar hingga 90.000 rpm hanya dalam 250 milidetik, meningkat hampir 40 persen dari sistem terdahulu. Respons pedal gas menjadi lebih linear, dorongan di putaran menengah terasa kuat, dan pengalaman berkendara menjadi lebih halus sekaligus bertenaga. Kombinasi ini membuat mesin diesel besar tersebut terasa ringan dan agresif saat dibutuhkan, tanpa kehilangan efisiensi.
Sinergi antara kompresor listrik, turbocharger, dan sistem MHEV plus menghadirkan konsep pengisian dua tahap yang sangat presisi. Saat start awal, motor listrik pada powertrain generator memberi dorongan torsi instan ke roda, sementara kompresor listrik langsung membangun tekanan udara. Setelah aliran gas buang meningkat, turbocharger mengambil alih peran utama. Transisi ini berlangsung mulus, sehingga pengemudi merasakan akselerasi konsisten tanpa jeda tenaga.
Teknologi ini menunjukkan bagaimana mesin diesel modern berevolusi, bukan hanya soal tenaga besar, tetapi juga soal respons dan efisiensi. Dengan eliminasi turbo lag dan peningkatan performa di seluruh rentang putaran mesin, kompresor listrik menjadi salah satu inovasi paling signifikan pada generasi terbaru V6 TDI Audi. ![]()
