Bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, aktivitas seperti bekerja, sekolah, hingga berpindah dari satu tempat ke tempat lain tetap harus dijalani. Meski kondisi fisik tidak selalu seprima hari biasa, mobilitas tetap membutuhkan konsentrasi dan energi. Karena itu, Ramadan juga menjadi momen yang tepat untuk melatih kedisiplinan dan pengendalian diri, termasuk saat berkendara di jalan.

“Selama bulan puasa, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri karena seperti kelelahan, dehidrasi, dan menurunnya konsentrasi bisa meningkatkan risiko saat berkendara, terutama di jam-jam menjelang berbuka yang lalu lintasnya lebih padat. Maka dari itu, pengendara sangat penting untuk mempersiapkan diri dengan baik, mengatur waktu perjalanan, serta tetap mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama saat berkendara,” ujar Muhammad Arief, Trainer Yamaha Riding Academy (YRA) Indonesia.

Agar tetap nyaman beraktivitas selama Ramadan, pengendara motor disarankan mempersiapkan kondisi fisik sejak sahur. Konsumsi makanan bergizi dan cukup minum air menjadi kunci untuk menjaga stamina sepanjang hari, terutama agar tubuh tidak mudah mengalami dehidrasi saat berkendara hingga sore hari. Mengonsumsi vitamin sebelum beraktivitas juga bisa membantu menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, pengendara juga perlu mengatur waktu perjalanan dengan baik agar tidak terburu-buru di jalan. Kondisi lalu lintas menjelang berbuka biasanya lebih padat, sehingga penting untuk tetap berkendara dengan tenang. Jika masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba, pengendara bisa membawa bekal makanan ringan dan air mineral untuk sekadar menepi dan membatalkan puasa terlebih dahulu.

Hal lain yang tak kalah penting adalah menjaga emosi dan konsentrasi saat berkendara di jam-jam padat. Lakukan akselerasi secara halus dan hindari pengereman mendadak agar perjalanan tetap aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan. Menggunakan riding gear yang nyaman seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu juga penting untuk mengurangi risiko cedera sekaligus menjaga energi tubuh selama berkendara.

Selain mempersiapkan diri, pengendara juga disarankan mengenali rute perjalanan dan mengantisipasi titik rawan kemacetan. Jika memungkinkan, pilih jalur alternatif agar perjalanan lebih lancar.

Tak kalah penting, pastikan kondisi sepeda motor selalu prima melalui pengecekan rutin, karena kendaraan yang terawat akan membantu menjaga performa tetap optimal dan membuat perjalanan selama Ramadan lebih aman.