Pada musim debutnya di Formula 1 2026, tim baru Cadillac Formula 1 Team mulai memperlihatkan tanda-tanda kehidupan. Dalam balapan di 2026 Chinese Grand Prix yang berlangsung di Shanghai International Circuit, tim asal Amerika Serikat tersebut mencatat tonggak penting. Untuk pertama kalinya kedua mobil mereka berhasil mencapai garis finis!

Valtteri Bottas mengakhiri balapan di posisi ke-13, sementara Sergio Pérez atau Checo finis ke-15. Hasil ini mungkin belum menghasilkan poin, tetapi bagi tim yang baru menjalani akhir pekan balapan keduanya di Formula 1, keberhasilan menyelesaikan lomba dengan dua mobil menjadi indikator penting bahwa fondasi teknis mereka mulai terbentuk.

Balapan itu sendiri tidak berjalan sepenuhnya mulus. Pada lap awal, Pérez sempat bersenggolan dengan Bottas akibat manuver yang terlalu optimistis. Insiden tersebut membuatnya kehilangan waktu, ditambah beberapa masalah pada sistem deployment energi yang membuatnya kehilangan lebih dari 20 detik sepanjang lomba. Meski begitu, kedua pembalap sepakat bahwa progres tim terlihat jelas dibandingkan balapan debut mereka sebelumnya.

Perjalanan Cadillac di Shanghai sebenarnya dimulai dengan akhir pekan yang cukup berat. Pada Sprint Race, Bottas gagal finis sementara Pérez hanya berada di posisi ke-19. Saat sesi kualifikasi pun keduanya masih berjuang di barisan belakang, dengan Bottas start dari posisi ke-19 dan Pérez dari posisi ke-21. Namun justru di sinilah salah satu cerita menariknya muncul: dalam kondisi balapan penuh variabel, Cadillac mampu bertahan lebih stabil dibanding beberapa tim yang lebih berpengalaman.

Menurut Team Principal Graeme Lowdon, “Kompleksitas mobil generasi baru F1 musim ini membuat banyak tim mengalami masalah reliabilitas.” Dalam konteks tersebut, keberhasilan membawa dua mobil hingga finis di balapan kedua tim menjadi pencapaian besar bagi seluruh staf yang bekerja di Indianapolis, Charlotte, Silverstone, hingga Jerman.

Menariknya, akhir pekan di Shanghai juga memiliki makna khusus bagi pembalap cadangan tim, Zhou Guanyu, yang lahir di kota tersebut. Dengan dukungan publik tuan rumah dan progres yang mulai terlihat di lintasan, Cadillac kini bersiap menuju putaran berikutnya di Suzuka Circuit untuk melanjutkan proses belajar mereka di musim perdana Formula 1.