Teknologi penggerak menjadi salah satu aspek paling revolusioner pada BMW i3 50 xDrive Sedan. Model ini menggunakan sistem penggerak listrik generasi terbaru BMW yang dikenal sebagai BMW eDrive Gen6, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi, performa, serta kecepatan pengisian baterai.
Sistem tersebut mengandalkan dua motor listrik yang ditempatkan pada gandar depan dan belakang. Konfigurasi ini menghasilkan sistem penggerak all-wheel drive khas BMW yang disebut xDrive, memberikan distribusi tenaga optimal di berbagai kondisi jalan.

Kombinasi kedua motor tersebut menghasilkan tenaga sistem hingga 345 kW atau sekitar 469 hp dengan torsi maksimum mencapai 645 Nm. Dengan karakteristik motor listrik yang mampu menghasilkan torsi instan, sedan ini mampu memberikan akselerasi yang sangat responsif sejak kendaraan mulai bergerak.
Berbeda dengan mobil bermesin pembakaran internal yang memerlukan transmisi multi-percepatan, BMW i3 menggunakan transmisi single-speed yang sangat efisien. Sistem ini memungkinkan tenaga disalurkan langsung ke roda tanpa perpindahan gigi yang kompleks sehingga akselerasi terasa lebih halus.
Teknologi baterai yang digunakan juga sepenuhnya baru. BMW mengembangkan baterai tegangan tinggi dengan sel silinder generasi terbaru yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Kapasitas baterainya diperkirakan berada di kisaran lebih dari 100 kWh.
Salah satu keunggulan utama mobil ini adalah arsitektur listrik 800 volt yang memungkinkan pengisian daya ultra cepat. Dengan DC fast charging hingga 400 kW, mobil ini dapat menambah energi yang cukup untuk menempuh sekitar 400 kilometer hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
Selain itu, mobil ini juga dilengkapi teknologi bidirectional charging yang memungkinkan kendaraan berfungsi sebagai sumber energi melalui fitur Vehicle-to-Load, Vehicle-to-Home, serta Vehicle-to-Grid.
Tertarik? Kami juga! ![]()


