Di dunia rally-raid, mobil kelas Ultimate biasanya menjadi penguasa jalur. Kendaraan di kategori ini adalah prototipe balap dengan teknologi ekstrem yang dirancang khusus untuk menghadapi kondisi paling brutal. Namun pada ajang bp Ultimate Rally‑Raid Portugal, kejutan datang dari kelas mobil produksi ketika tim Defender Rally mampu tampil dengan kecepatan yang mendekati para pesaing di kelas tertinggi tersebut.
Tim ini menurunkan mobil Defender Dakar D7X‑R, kendaraan rally yang berbasis pada SUV performa tinggi Defender OCTA. Walau berlaga di kelas Stock yang berbasis kendaraan produksi, mobil ini mampu mencatat waktu yang bersaing dengan mobil kelas Ultimate dalam beberapa etape lomba.

Performa tersebut akhirnya berbuah kemenangan kelas Stock bagi pasangan Stéphane Peterhansel dan navigator Mika Metge dengan total waktu 11 jam 57 menit 33 detik. Hasil ini menegaskan bahwa kendaraan berbasis produksi masih memiliki potensi untuk bersaing di ajang rally-raid kelas dunia.

Dalam klasemen mobil keseluruhan, performa Defender juga cukup impresif. Peterhansel berhasil finis di posisi ke-16, sementara rekan setimnya Rokas Baciuška berada tepat di belakangnya di posisi ke-17. Sementara Sara Price menutup reli di posisi ke-30.

Yang menarik, pada etape terakhir lomba, Baciuška bahkan mencatat waktu tercepat dengan 1 jam 7 menit 39 detik. Catatan ini menunjukkan bahwa kecepatan Defender tidak hanya kompetitif di kelas Stock, tetapi juga mampu menekan mobil-mobil dengan spesifikasi lebih ekstrem.

Dengan hasil tersebut, proyek motorsport Defender yang baru berjalan di FIA World Rally‑Raid Championship menunjukkan potensi besar. Jika perkembangan mobil terus berlanjut, bukan tidak mungkin SUV produksi ini semakin mendekati dominasi mobil prototipe di masa depan. ![]()
