Ketika BMW i3 50 xDrive Sedan mulai dirancang, tim desain BMW tidak sekadar menciptakan model baru. Mereka sedang membangun bahasa desain baru yang akan menjadi fondasi visual seluruh mobil listrik BMW di masa depan. Proyek ini merupakan bagian dari platform BMW Neue Klasse, sebuah konsep kendaraan yang menggabungkan desain minimalis, teknologi digital, dan efisiensi aerodinamika. Karena itu, proses desainnya tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada bagaimana mobil listrik dapat memiliki identitas visual yang kuat sekaligus fungsional.

Proyek desain ini dipimpin oleh tim desain global BMW di bawah arahan Adrian van Hooydonk, yang telah lama bertanggung jawab atas evolusi desain BMW modern. Dalam berbagai kesempatan, van Hooydonk menekankan bahwa Neue Klasse bukan sekadar platform teknis, melainkan juga “bahasa desain baru” yang akan membentuk identitas BMW untuk dekade berikutnya. Oleh karena itu, desain i3 tidak hanya harus terlihat modern, tetapi juga mampu mencerminkan nilai inti BMW seperti sportiness, presisi, dan karakter pengemudi-sentris yang selama ini menjadi DNA brand tersebut.

Tahap awal desain dimulai dari ratusan sketsa manual yang dibuat oleh para desainer BMW. Pada tahap ini, fokus utama adalah menentukan proporsi kendaraan yang tepat. Para desainer mencoba berbagai pendekatan untuk memastikan mobil listrik ini tetap memiliki karakter sedan sport khas BMW. Hasilnya adalah konsep proporsi dengan kap mesin panjang, kabin yang sedikit mundur ke belakang, serta roda yang ditempatkan di sudut bodi kendaraan. Pendekatan ini mempertahankan visual dinamis yang selama ini identik dengan keluarga BMW 3 Series, meskipun mobil ini tidak lagi menggunakan mesin pembakaran internal.

Salah satu konsep desain yang kemudian dipilih adalah pendekatan 2.5-box design. Konsep ini merupakan interpretasi modern dari desain sedan klasik tiga kotak (mesin, kabin, bagasi). Pada BMW i3 Neue Klasse, batas antara bagian tersebut dibuat lebih halus sehingga menciptakan bentuk yang lebih aerodinamis. Desain ini juga memberikan keuntungan aerodinamika yang penting bagi kendaraan listrik karena membantu meningkatkan efisiensi energi serta memperpanjang jarak tempuh.

Selain proporsi kendaraan, elemen pencahayaan juga menjadi fokus eksplorasi dalam sketsa awal. Para desainer BMW mencoba berbagai bentuk grafis lampu depan dan lampu belakang untuk menciptakan identitas visual baru yang tetap mempertahankan karakter BMW. Hasil akhirnya adalah interpretasi modern dari konsep “four-eyed face” yang telah lama menjadi ciri khas BMW, namun kini disederhanakan dengan grafis pencahayaan digital yang lebih futuristis.

Setelah tahap sketsa selesai, desain kemudian dikembangkan menggunakan teknologi modelling digital dan simulasi aerodinamika. Proses ini memungkinkan tim desain menguji berbagai bentuk bodi secara virtual untuk menemukan keseimbangan antara estetika, aerodinamika, dan efisiensi energi. Pendekatan ini sangat penting bagi kendaraan listrik karena desain bodi memiliki dampak langsung terhadap konsumsi energi dan jarak tempuh kendaraan.

Hasil akhir dari proses panjang tersebut adalah sebuah sedan listrik yang tidak hanya modern secara teknologi, tetapi juga memiliki identitas desain yang sangat kuat. BMW i3 Neue Klasse menunjukkan bagaimana desain dapat menjadi jembatan antara tradisi dan masa depan. Dengan memadukan proporsi sedan sport klasik BMW dengan pendekatan minimalis dan digital, mobil ini tidak hanya menjadi model baru, tetapi juga simbol evolusi desain BMW menuju era kendaraan listrik.