Mercedes-Benz 300 E 24V 1991 ini bukan sekadar proyek modifikasi. Bagi Harris Paramita Sukardi, W124 berwarna Diamantblau ini adalah penghubung antara masa kecil di Jerman dan kehidupan yang dijalani hari ini. Sebuah bentuk nyata dari apa yang dalam psikologi disebut sebagai nostalgia consumption.
“Bagaimana kalau tidak usah saja, Pak? Saya tidak merasa punya bakat untuk pekerjaan itu. dan lagi sama sekali berlawanan dengan sikap dasar saya yang tidak suka berbasa-basi. Saya khawatir akan merugikan bangsa Indonesia sendiri.”
Panglima ABRI Jenderal LB Moerdani menangkis, “Jangan jawab sekarang, bicarakan dulu dengan istrimu. Seminggu lagi datang ketemu saya!”
Seminggu kemudian, Marsekal Sukardi menjawab, “Saya menerima tugas baru yang ditawarkan.” Dan akhirnya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu berangkat di minggu kedua Desember 1986 dengan membawa serta seluruh keluarga serta sang anak lelakinya yang nakal, Harris Paramita Sukardi.
Berkat titah Jenderal LB Moerdani itulah Harris mengenal Mercedes-Benz, bukan sekadar mobil namun ekosistemnya.

Menilik tahun Harris tinggal di Jerman, itulah momen W124 sudah dikenal dunia. Mercedes-Benz W124 pertama kali diperkenalkan ke publik pada 26 November 1984 di Seville, Spanyol, sebagai penerus dari generasi sebelumnya yaitu W123. Dilanjutkan dijual di pasar Eropa pada 1985.


W124 sering disebut salah satu Mercedes paling “over-engineered” dalam sejarah karena kualitas rakitan sangat tinggi, mesin terkenal awet, aerodinamika maju untuk zamannya (Cd sekitar 0,29), dengan total produksi seluruh varian W124 mencapai sekitar 2,7 juta unit.



Maka jangan heran, sekembalinya di Indonesia, Harris mencoba mencari W124. Objeknya bukan sekadar mobil, tetapi penanda pengalaman hidup. Istilah dalam psikologi konsumen dan marketing adalah Nostalgia Consumption, artinya seseorang membeli produk karena nilai kenangan, bukan hanya fungsi atau harga. W124 ini bukan sekadar kendaraan, tetapi pemicu memori autobiografis. Sebuah cara bagi seseorang untuk kembali ke periode hidup yang pernah membentuk dirinya.
Sedan CBU ex Kedutaan Argentina biru ini lebih powerful dibanding 300 E apalagi dengan 4-speed automaticnya bisa cepat top speed 260 km/jam. “Kaki-kakinya juga beda dengan Boxer 300 E karena mesin 24v jauh lebih berat. Selain itu, makin kenceng, ride handlingnya makin firm plus rem disc brakes depan-belakang bener-bener mumpuni walaupun dalam keadaan kecepatan tinggi.”
Konsep mobil ini sejak awal bukan untuk sekadar dimodifikasi, melainkan mengembalikan karakter asli W124 dengan nuansa tuner Jerman era 1990-an. Basis mobil tetap mendekati standar pabrik, tetapi diberi sentuhan visual melalui velg BRABUS Monoblock 3 Gen 1 berukuran 19×9.5 inci dengan suspensi lebih rendah dari Sportline. Interiornya menggunakan jok RECARO CSE.
Inspirasi konsep tersebut berasal dari memori lama ketika pemilik tinggal di Jerman Barat. Saat itu ia pernah melihat Mercedes-Benz W124 300E 24V dua tone biru milik sopir Duta Besar Indonesia di Bonn. Mobil tersebut merupakan paket BRABUS lengkap dengan velg Monoblock generasi pertama dan mesin 3.6-liter inline-six 24 valve, edisi terbatas yang pada akhir 1989 hanya diproduksi sekitar 12 unit.
W124 berwarna Diamantblau ini tetap mempertahankan mesin M104 yang terkenal kuat, dipadukan dengan transmisi otomatis 4-percepatan. Sebelum modifikasi dilakukan, hampir seluruh komponen penting diperbarui agar kondisi mekanis benar-benar sehat, mulai dari arm, tie rod, steering shock, link stabilizer hingga bushing suspensi menggunakan komponen original Mercedes-Benz. Wiring harness dan berbagai gasket juga diganti untuk memastikan keandalan mesin.
Velg standar diganti menjadi BRABUS Monoblock III Gen 1 berukuran 19 inci dengan ban 215/35ZR19 di depan dan 225/35ZR19 di belakang. Suspensi menggunakan Bilstein B8 Sportkit dipadukan dengan pegas H&R, sementara sistem pengereman diperkuat dengan disc brake dari Bilstein Group GmbH. Penyesuaian velg 19 inci menjadi tantangan tersendiri. Agar roda tidak mentok, spakbor depan harus ditarik sekitar 2 hingga 2,5 milimeter tanpa merusak lekukan asli bodi.



Sebagian besar komponen mobil juga merupakan parts langka seperti USDM dan NOS (New Old Stock), mulai dari lampu, setir, gear knob, pedal hingga detail kecil seperti door lock pin dan tutup pentil BRABUS. Sistem exhaust stainless steel juga dibuat ulang, sementara beberapa komponen mesin seperti CDI untuk M104 termasuk yang paling sulit ditemukan.

Proyek ini dimulai pada akhir 2018 dan hingga kini masih terus berjalan. Bagi penggemar Mercedes klasik, membangun mobil seperti ini bukan sekadar soal selesai, tetapi tentang perjalanan panjang menghidupkan kembali sebuah memori.

Pada akhirnya, sang sedan biru bukan sekadar sedan klasik. W124 ini adalah kapsul waktu, yang membawa kembali seorang anak diplomat ke masa ketika pertama kali mengenal dunia otomotif Jerman, dan tanpa sadar, jatuh cinta padanya. ![]()
Data Mods:
USDM headlamps (NOS), BRABUS red taillights, USDM front turn signals, headlamp wipers (USDM), USDM rear license plate base with garnish (NOS), USDM yellow bulb covers, 400E front lower fog lamps, BRABUS Monoblock III Gen 1 one-piece wheels, silver classic finish, manufactured in 1992, 19 × 9.5 inches ET35, front tires 215/35ZR19 Accelera Phi, rear tires 225/35ZR19 Accelera Phi, Bilstein B8 shock absorbers for M104 engine (NOS), H&R springs for M104 engine (NOS), lowered setup beyond factory Sportline specification, M104 3.0-liter inline-six 24-valve engine, LH-Jetronic electronic fuel injection, 4-speed automatic transmission, top speed approximately 260 km/h (speedometer indicated), fuel consumption 1:8 (city), 1:6 (heavy traffic), 70-liter fuel tank capacity, Bilstein disc brakes front and rear for 300E 24V, firm and stable handling at high speed, RECARO CSE seats in sheep leather (1994), Nardi steering wheel for BRABUS, BRABUS gear knob, BRABUS speedometer, BRABUS pedal set, S-Class style side curtains, rear electric sunshade, “stair-type” third brake light, 3M Crystalline window tint (20%), Blaupunkt Melbourne head unit (NOS), 8-speaker system, dual passive subwoofers, GSM car phone with SIM card, microphone and steering wheel remote control, full stainless-steel exhaust system from header to tailpipe.


























