Aprilia Racing tampaknya sedang berada di puncak performa pada awal musim MotoGP 2026. Dalam balpan yang berlangsung di Circuit of the Americas (30/3/2026) dini hari WIB, pabrikan asal Noale ini kembali mengunci finis satu-dua untuk kedua kalinya secara beruntun setelah GP Brasil minggu lalu.
Marco Bezzecchi kembali jadi sorotan utama. Start dari posisi keempat akibat penalti di sesi Q2, Bezzecchi tampil agresif sejak awal lomba. Insiden kecil di lap pertama sempat merusak bagian aerodinamika belakang motornya, namun hal itu tak menghalanginya. Bahkan, di akhir lap pertama ia sudah memimpin, dan sejak saat itu balapan praktis berada dalam kendalinya hingga finis.

Kemenangan di Austin ini memperpanjang rekor impresif Bezzecchi menjadi lima kemenangan beruntun. Catatan tersebut menempatkannya sejajar dengan legenda seperti Valentino Rossi dan Marc Márquez di era modern MotoGP. Hebatnya lagi, dalam lima balapan terakhir, Bezzecchi selalu memimpin sejak lap pertama hingga finis. Total 121 lap ia habiskan di posisi terdepan, melampaui rekor sebelumnya milik Jorge Lorenzo.
Tak hanya itu, performa Bezzecchi musim ini juga mencetak sejarah baru. Ia menjadi pembalap pertama di era modern MotoGP yang mampu menyapu bersih tiga seri pembuka musim, pencapaian yang terakhir kali terjadi pada 2014.

Dominasi Aprilia semakin lengkap berkat Jorge Martín yang finis di posisi kedua. Martín tampil konsisten sepanjang akhir pekan, melanjutkan tren positif setelah sebelumnya meraih kemenangan di sprint race. Hasil ini sekaligus menjadi podium beruntun baginya bersama Aprilia di balapan utama.
Secara tim, Aprilia kini semakin mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru di MotoGP. Kemenangan di Austin menjadi yang ke-11 di kelas utama, sekaligus kemenangan kedua mereka di sirkuit ini setelah sukses Maverick Viñales pada 2024. Lebih penting lagi, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Aprilia berhasil mencatatkan dua finis satu-dua secara beruntun. Total kemenangan mereka di ajang Grand Prix kini telah mencapai 305.
“Di hari Sabtu saya melakukan kesalahan yang seharusnya bisa dihindari, tapi tim selalu memberikan dukungan penuh. Hari ini yang terpenting adalah tampil maksimal di balapan. Saya sangat senang dan bangga. Sudah lama saya bermimpi bisa tampil baik di sirkuit ini—lintasan yang selalu saya sukai—namun sebelumnya belum pernah benar-benar berhasil finis sesuai harapan. Bisa menjalani balapan seperti hari ini rasanya luar biasa,” tutur Bezzecchi.

“Saya benar-benar senang dan sangat berterima kasih kepada Aprilia. Saya sudah memberikan segalanya, dan itu membuat saya bangga. Di hari Sabtu saya berhasil mencapai target dengan memenangkan sprint race, dan hari ini saya juga berusaha semaksimal mungkin. Marco tampil luar biasa—saya sempat mencoba mengejarnya, tapi secara fisik saya terlalu memaksakan diri sehingga harus sedikit mengendur di beberapa lap terakhir. Saya memang selalu kesulitan di sirkuit ini, jadi bisa naik podium setelah absen tahun lalu adalah hasil yang sangat berarti,” kata Martín.
“Hari Minggu yang sangat berkesan bagi Aprilia Racing, dengan dua pembalap yang tampil luar biasa dan motor yang sangat kompetitif. Saya sangat puas melihat sinergi antara tim di Noale dan performa di lintasan. Tentu saja, hasil ini tidak membuat kami berpuas diri—justru menjadi motivasi tambahan untuk terus mengembangkan motor kami. Apa yang terjadi hari ini adalah momen bersejarah yang akan tercatat. Namun, kami tetap harus terus berbenah, karena apa yang terjadi pada Ai Ogura tidak mudah diterima. Saya turut prihatin untuknya, juga untuk Justin Marks dan Davide Brivio dari Trackhouse MotoGP Team. Hari ini sebenarnya ada peluang untuk melihat tiga motor Aprilia di podium, dan peluang seperti itu harus bisa dimaksimalkan,” tutup Massimo Rivola. ![]()
