Perubahan pucuk pimpinan kembali terjadi di tubuh PT Honda Prospect Motor (HPM). Mulai Senin (30/3/2026), posisi Presiden Direktur resmi dipegang oleh Masanao Kataoka, menggantikan Shugo Watanabe yang purna tugas.

Seremoni serah terima jabatan berlangsung di kantor pusat HPM kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Agus Budiman, Senior Vice President Director PT HPM menjelaskan, selama dua tahun kepemimpinannya, Shugo Watanabe berhasil menjawab segala tantangan yang terjadi di industri otomotif.

Dalam dua tahun terakhir, industri otomotif menghadapi tantangan yang tidak mudah. Mulai dari tekanan pasar, perubahan perilaku konsumen, hingga dinamika global yang bergerak cepat.

Meski begitu, Honda tetap mampu bertahan. Bahkan, jenama asal Jepang ini berhasil memperkuat fondasi elektrifikasi di Indonesia lewat kehadiran sejumlah model mobil listrik dan hybrid.

“Pondasi elektrifikasi yang telah dibangun dalam dua tahun terakhir akan menjadi bagian penting dari perjalanan Honda ke depan,” kata Agus di Jakarta Utara, Senin (30/3/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Kataoka mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar penting bagi Honda secara global. Menurutnya, memahami kebutuhan pelanggan jadi kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar otomotif yang terus berkembang.

“Setiap pasar memiliki karakter yang unik. Hal terpenting adalah selalu mendengarkan dan memahami apa yang dibutuhkan oleh pelanggan,” ujar Kataoka dalam sambutan perdananya.

Di sisi lain, Shugo Watanabe turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang ia terima selama menjalankan tugas di Indonesia.

Ia mengungkapkan, saat pertama kali tiba di Tanah AIr pada 2024, kondisi pasar otomotif sedang berada dalam fase yang cukup menantang. Meski demikian, berkat kolaborasi yang solid dengan berbagai pihak, Honda mampu melewati masa tersebut dengan baik.

“Saya sangat berterima kasih atas kemajuan yang kami capai bersama selama beberapa tahun terakhir,” ujar Watanabe.

Ia juga menambahkan, interaksi dengan berbagai pihak mulai dari tim internal, jaringan dealer, hingga rekan media menjadi pengalaman berharga yang membantunya memahami karakter unik pasar Indonesia.