Pabrik tua biasanya identik dengan keterbatasan. Namun di Munich, BMW justru membalik logika tersebut. Fasilitas produksi yang telah beroperasi lebih dari 100 tahun kini disulap menjadi basis utama kendaraan listrik generasi terbaru. Transformasi ini bukan sekadar modernisasi bertahap. BMW melakukan perombakan besar-besaran untuk mengubah karakter pabrik dari produksi mesin konvensional menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik berbasis platform Neue Klasse.
Momentum pentingnya dimulai pada Agustus, ketika produksi massal BMW i3 Neue Klasse resmi berjalan. Ini menjadi langkah awal dari implementasi Neue Klasse dalam jaringan produksi global BMW.

Yang menarik, perubahan besar ini dilakukan tanpa menghentikan produksi. Di tengah proses pembangunan ulang, pabrik Munich tetap mampu memproduksi hingga 1.000 kendaraan per hari. Sepertiga area pabrik direkonstruksi total. BMW membangun fasilitas baru seperti body shop modern dan lini perakitan canggih, sekaligus memperbarui sistem lama agar sesuai dengan kebutuhan kendaraan listrik.
Transformasi juga menyentuh proses produksi. BMW menyederhanakan tahapan manufaktur, termasuk mengurangi kompleksitas proses penyambungan komponen untuk meningkatkan efisiensi. Dari sisi investasi, BMW menggelontorkan sekitar 650 juta euro untuk proyek ini. Fokusnya mencakup teknologi produksi, digitalisasi, serta integrasi sistem baru yang lebih fleksibel.

Lokasi pabrik yang berada di tengah kota juga memunculkan solusi unik. BMW mengembangkan sistem logistik vertikal untuk memastikan distribusi komponen tetap efisien di ruang yang terbatas.
Hasilnya mulai terlihat. BMW menargetkan penurunan biaya produksi hingga 10 persen dibanding generasi sebelumnya, sebuah langkah penting untuk meningkatkan daya saing mobil listrik.
Ke depan, BMW menargetkan Plant Munich sepenuhnya memproduksi kendaraan listrik pada 2027. Dari pabrik bersejarah menjadi basis EV modern, transformasi ini menegaskan arah baru industri otomotif global. ![]()
