Tampil di Cleosa Series Championship 2026 Round 1 kelas MX1 Internasional, Ducati MX Team Indonesia sukses mengamankan double podium lewat dua pembalap andalannya, Diva Ismayana dan Hilman Maksum, di Sirkuit Bantir, Sumowono, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (5/4/2026).

Di race pertama, aksi Diva Ismayana jadi sorotan. Rider asal Denpasar ini sempat mencuri holeshot dan memimpin jalannya lomba. Namun drama terjadi saat ia terjatuh di tengah persaingan sengit perebutan posisi terdepan. Alih-alih menyerah, Diva justru bangkit dan melanjutkan balapan hingga akhirnya finis di posisi kedua.

Sementara itu, Hilman Maksum tampil lebih kalem tapi efektif. Ia menjaga ritme balap dengan konsisten sejak awal hingga finis di posisi ketiga. Hasil ini memastikan Ducati MX Team Indonesia langsung mengunci dua tempat di podium pada race pertama.

Masuk race kedua, kondisi fisik Diva sempat jadi perhatian usai insiden sebelumnya. Meski belum sepenuhnya pulih, ia tetap turun bertanding. Dengan strategi yang lebih hati-hati dan fokus menjaga konsistensi, Diva kembali mengamankan posisi kedua.

Di sisi lain, Hilman kembali menunjukkan mental kuat. Sempat mengalami kendala di gate start hingga harus memulai dari posisi belakang, ia berhasil mengejar dan finis di posisi ketiga. Konsistensinya sepanjang akhir pekan jadi salah satu kunci hasil positif tim.

Team Manager Ducati MX Team Indonesia, Johny Pranata, mengapresiasi perjuangan kedua pembalapnya. Ia menilai fighting spirit Diva dan konsistensi Hilman menjadi sinyal kuat daya saing tim di kelas MX1 Internasional musim ini. Dengan hasil double podium di dua race, tim pun semakin percaya diri menatap seri berikutnya.

“Race pertama cukup berat. Saya sempat terjatuh saat sedang memperebutkan posisi pertama, tapi saya coba tetap tenang dan fokus untuk kembali ke ritme balap. Senang bisa tetap finish di posisi kedua setelah situasi itu. Di race kedua, kondisi badan memang belum 100%, tapi saya berusaha tetap maksimal. Fokus saya lebih ke menjaga posisi dan konsistensi sampai finish,” ujar Diva Ismayana.

“Saya mencoba balapan lebih konsisten dan menghindari kesalahan. Hasil ini cukup positif untuk awal musim, tapi tentu saya ingin terus improve di race berikutnya. Di race kedua saya sempat terkendala di gate start. Jadi, saya harus mengejar dari posisi paling belakang. Meski begitu, saya cukup puas bisa konsisten di dua race. Ini jadi modal penting untuk seri berikutnya, dan saya akan terus push untuk hasil yang lebih baik,” timpal Hilman Maksum.

“Kami melihat fighting spirit yang luar biasa dari Diva, terutama setelah insiden di race pertama. Dia tetap bisa bangkit dan mempertahankan performa. Hilman juga menunjukkan konsistensi yang sangat baik. Ini hasil yang positif untuk tim, tapi kami akan terus berkembang dan menargetkan hasil yang lebih tinggi ke depan,” tutup Johny Pranata.