Industri logistik dituntut makin efisien. Namun downtime jadi salah satu musuh terbesar operasional. Hal ini yang coba dijawab PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation di Indonesia lewat strategi Zero Down Time yang mereka bawa ke ajang GIICOMVEC 2026.

Lewat pendekatan ini, Mitsubishi Fuso tidak hanya menjual kendaraan niaga, tapi juga menghadirkan ekosistem lengkap yang memastikan armada tetap produktif tanpa gangguan. Strategi ini jadi bentuk evolusi dari sekadar jualan truk menjadi penyedia solusi bisnis logistik secara menyeluruh.

Selama lebih dari 55 tahun jadi pemain utama di Indonesia, Mitsubishi Fuso melihat bahwa efisiensi operasional jadi kunci utama keberhasilan bisnis transportasi. Karena itu, mereka mengintegrasikan produk tangguh seperti Canter dan Fighter X dengan layanan purna jual yang makin advance.

Di GIICOMVEC 2026, komitmen tersebut ditunjukkan lewat berbagai display interaktif yang menggambarkan bagaimana ekosistem Zero Down Time bekerja dari hulu ke hilir. Mulai dari ketersediaan suku cadang, jaringan servis, hingga layanan mobile workshop yang bisa datang langsung ke lokasi pelanggan.

Konsep ini juga diperkuat dengan digitalisasi, di mana pengguna bisa memantau kondisi kendaraan dan operasional secara real-time. Hal ini penting untuk meminimalkan potensi gangguan sekaligus meningkatkan efisiensi bisnis secara keseluruhan.

Presiden Direktur PT KTB, Daisuke Okamoto, menegaskan bahwa tanggung jawab mereka tidak berhenti saat unit dikirim ke konsumen. Justru, di situlah peran Mitsubishi Fuso dimulai, yakni memastikan kendaraan tetap berjalan optimal di lapangan.

Melalui strategi ini, Mitsubishi Fuso ingin memastikan bahwa setiap unit yang beroperasi benar-benar bisa mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, yang pada akhirnya berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.