Dalam bisnis kendaraan industri, pembelian unit hanyalah langkah awal. Yang menentukan justru apa yang terjadi setelahnya. Di sinilah Ford RMA Indonesia mencoba bermain lebih dalam lewat strategi aftersales mereka.
Saat ini, jaringan Ford telah menjangkau 17 provinsi dengan total 33 bengkel resmi. Cakupan ini penting, karena kendaraan industri tidak selalu beroperasi di kota besar. Banyak justru berada di titik-titik terpencil yang menuntut dukungan layanan cepat dan konsisten.
Ekspansi di 2026 pun diarahkan ke wilayah yang punya aktivitas industri tinggi. Sumatera, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, hingga Papua menjadi fokus penguatan jaringan, termasuk penambahan titik layanan sales dan aftersales.
Di Jakarta, Ford menyiapkan empat dealer baru yang akan berfungsi sebagai pusat koordinasi armada nasional. Ini memberi sinyal bahwa mereka tidak hanya menjual kendaraan satuan, tapi mulai membangun pendekatan fleet yang lebih terstruktur.
Untuk mendukung operasional pelanggan, Ford menghadirkan program Ford 360 Care. Program ini dirancang sebagai paket layanan terpadu, mulai dari ketersediaan suku cadang asli hingga dukungan teknis yang responsif.
Layanan aftersales ini punya tujuan sederhana, yakni menekan downtime. Karena di sektor industri, waktu henti sekecil apa pun bisa berujung pada kerugian yang besar.
Sebagai tambahan, Ford juga menyediakan layanan Emergency Roadside Assistance (ERA) gratis selama 24 jam. Layanan ini mencakup derek, jumper aki, penanganan ban bocor, hingga pengantaran bahan bakar. Detail kecil yang dalam praktiknya bisa jadi penyelamat operasional di lapangan.
Dengan kombinasi jaringan luas dan layanan pendukung ini, Ford mencoba membangun satu proposisi yang cukup jelas. Bukan hanya menjual kendaraan, tapi menjaga kendaraan tetap produktif sepanjang siklus operasinya. ![]()
