Lewat partisipasinya di ajang GIICOMVEC 2026, Foton Motor tak sekadar jual unit. Pabrikan asal Tiongkok ini juga menawarkan solusi mobilitas bisnis berbasis listrik yang terintegrasi.
Mengusung tema “Electric Strength for Every Journey”, Foton mencoba memposisikan kendaraan listrik sebagai tulang punggung operasional bisnis masa depan. Mereka menargetkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan dalam satu paket. Secara global, brand ini sudah bermain di lebih dari 130 negara, dengan dukungan jaringan manufaktur dan riset yang jadi basis pengembangan teknologi kendaraan komersial modern.

“Foton berkomitmen menghadirkan solusi kendaraan komersial berorientasi masa depan. Lewat inovasi kendaraan listrik, kami ingin memastikan setiap perjalanan bisnis lebih efisien, berkelanjutan, dan andal,” ujar Luis Huo, perwakilan Foton Global.
Di pasar domestik, strategi itu dijalankan bersama PT Indomobil Global Transportasi sebagai distributor resmi. COO Foton Indonesia, Edi Napis, menilai Indonesia sebagai pasar strategis dengan potensi besar dalam adopsi kendaraan listrik komersial. Apalagi, dorongan pemerintah terhadap elektrifikasi otomotif, termasuk sektor niaga, terus menguat dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu amunisi utama yang dibawa Foton adalah ekosistem “Easy Move”. Bukan sekadar gimmick, tapi platform end-to-end yang mengintegrasikan kendaraan, pengemudi, hingga sistem logistik dalam satu ekosistem. Konsep beyond vehicle yang mereka dorong menegaskan bahwa value bisnis tidak berhenti di unit kendaraan, melainkan pada efisiensi operasional armada secara keseluruhan.

Dari sisi produk, lini yang ditampilkan cukup lengkap. Mulai dari double cabin listrik eTUNLAND yang tampil perdana, hingga eVIEW CONNECT (van listrik), eTRUCKMATE (truk ringan listrik), serta eMILER dan eAUMARK untuk kebutuhan distribusi. Semuanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan sektor logistik, operasional, hingga distribusi last mile yang makin menuntut efisiensi dan emisi rendah.
Foton juga memperkuat fondasi bisnisnya lewat perakitan lokal (CKD) di fasilitas Indomobil, Pulo Gadung, khusus untuk model eMILER, eAUMARK, dan eTRUCKMATE. Selain menjaga suplai dan mempercepat distribusi, langkah ini juga mendorong kandungan lokal dengan TKDN mencapai 36,25%.
Dalam tiga tahun terakhir, jaringan aftersales mereka juga sudah berkembang hingga lebih dari 59 titik layanan. Indikasi bahwa mereka tidak sekadar masuk pasar, tapi mulai membangun ekosistem jangka panjang. ![]()
