Croatia Rally 2026 langsung menghadirkan tensi tinggi sejak hari pertama di kawasan Rijeka, ketika etape tarmac sempit dan berubah-ubah grip memaksa semua kru bermain dalam batas tipis antara kecepatan dan kehancuran. Di tengah kondisi yang tak memberi ruang kompromi, pertarungan di papan atas justru berlangsung sangat rapat, dengan selisih waktu yang hampir tak berarti di antara para kandidat podium.
Sami Pajari bersama M. Salminen dari Toyota GR Yaris Rally1 menutup hari pertama sebagai pemimpin klasemen sementara, namun posisi mereka sama sekali tidak aman. Hanya berjarak beberapa detik di belakangnya, Thierry Neuville dan Martijn Wydaeghe menempel ketat di posisi kedua dengan selisih hanya 13,7 detik, menjadikan Hyundai sebagai ancaman paling nyata dalam perebutan kemenangan awal.
Neuville menjalani hari yang semakin membaik dari satu etape ke etape berikutnya. Setelah menemukan ritme di tengah kondisi yang sulit diprediksi, ia mulai mengunci kecepatan kompetitif dan bahkan mencatat tiga kemenangan etape di SS3, SS6, dan SS7. Konsistensinya di level atas terlihat dari enam kali catatan top three stage time, menandakan bahwa Hyundai i20 N Rally1 mulai menemukan performa optimalnya di aspal Kroasia. Meski begitu, ia tetap menjaga ekspektasi tetap realistis, menyadari bahwa pertarungan masih jauh dari selesai dan setiap kesalahan kecil bisa berakibat besar.
Di sisi lain garasi Hyundai, Hayden Paddon bersama John Kennard menjalani hari yang lebih pragmatis. Kembali ke Rally1 setelah absen sejak Monte Carlo, mereka memilih pendekatan konservatif tanpa mengambil risiko berlebihan. Strategi itu membuahkan hasil solid dengan posisi keempat sementara, sekaligus menunjukkan progres adaptasi yang stabil terhadap mobil. Meski masih mencari feeling optimal di grip tarmac yang berubah cepat, Paddon perlahan mulai menemukan ritme yang lebih natural sepanjang hari.
Nasib berbeda dialami Adrien Fourmaux dan Alexandre Coria. Sebuah insiden puncture di SS2 menjadi titik balik yang merugikan mereka secara signifikan, dengan kehilangan waktu sekitar 90 detik yang langsung menjauhkan mereka dari kelompok podium. Meski demikian, mereka berhasil melanjutkan rally dengan catatan waktu yang cukup kompetitif di sisa etape dan menutup hari di posisi kelima. Tanpa masalah tersebut, potensi mereka untuk ikut bertarung di depan sangat terbuka.
Hari pertama juga memperlihatkan betapa brutalnya karakter Rally Croatia edisi Rijeka ini. Banyak mobil Rally1 tersingkir sejak awal, menegaskan bahwa tarmac sempit dengan permukaan yang tidak konsisten menjadi ujian utama bagi semua tim. Dalam konteks ini, Hyundai Motorsport justru tampil cukup efisien, dengan seluruh mobil berhasil menyelesaikan hari tanpa DNF dan tetap berada dalam posisi strategis.
Pihak tim menilai bahwa meski tarmac bukan permukaan terkuat mereka, performa hari pertama menunjukkan adanya peningkatan signifikan, terutama pada kecepatan Neuville dan konsistensi Paddon. Namun tantangan sebenarnya baru akan meningkat pada hari kedua, ketika total 115,96 km harus ditempuh tanpa layanan tengah hari, hanya mengandalkan tyre fitting zone sebagai satu-satunya kesempatan melakukan penyesuaian teknis.
Dengan selisih yang sangat rapat di papan atas, peluang masih terbuka lebar. Neuville masih berada dalam jarak serang dari pimpinan, Paddon menjaga stabilitas di kelompok atas, dan Fourmaux tetap berpotensi bangkit jika mampu menghindari kesalahan. Namun di Croatia Rally yang keras dan tak terduga ini, satu momen kecil bisa mengubah seluruh arah pertarungan. ![]()


