Hari kedua FIA World Rally Championship di Croatia Rally 2026 kembali menunjukkan karakter brutal rally aspal modern, di mana permukaan jalan yang terlihat bersih justru menyimpan jebakan tersembunyi berupa gravel dan tanah yang terbawa dari mobil sebelumnya. Menuju area Karlovac, kondisi lintasan berubah cepat dari satu stage ke stage lain, membuat setiap cutting berisiko tinggi dan memaksa kru bermain di batas antara kecepatan dan kehancuran ban.

Di tengah kondisi tersebut, Toyota Gazoo Racing World Rally Team tetap berada dalam perburuan podium lewat Sami Pajari dan Takamoto Katsuta. Pajari bahkan sempat mencatat momen penting dengan memimpin rally untuk pertama kalinya di WRC, sementara Katsuta menjaga konsistensi di grup depan yang sangat rapat, di mana selisih waktu antar posisi hanya dihitung dalam hitungan detik.

Car 18 (Takamoto Katsuta, Aaron Johnston)

Namun SS14 menjadi titik balik yang mengubah seluruh peta persaingan. Pajari yang sedang unggul 12,7 detik harus berhenti di awal stage akibat slow puncture dan kehilangan sekitar dua menit, sementara Katsuta juga mengalami penurunan tekanan ban depan kiri yang membuatnya kehilangan lebih dari satu menit di stage yang sama.

Takamoto Katsuta

Kejadian beruntun itu langsung mengubah klasemen secara signifikan. Katsuta naik ke posisi kedua overall dengan selisih 1 menit 14,5 detik dari pemimpin baru Thierry Neuville, sementara Pajari turun ke posisi ketiga namun masih menjaga peluang podium dengan selisih 31,9 detik dari rekan setimnya sendiri.

Car 5 (Sami Pajari, Marko Salminen)

Situasi ini menunjukkan betapa ekstremnya kondisi hari kedua, di mana performa bukan hanya ditentukan oleh kecepatan, tetapi juga oleh kemampuan bertahan dari kondisi lintasan yang terus berubah. Bahkan driver yang paling berhati-hati sekalipun tetap tidak sepenuhnya aman dari risiko puncture di jalur aspal yang sudah “terkontaminasi”.

Car 99 (Oliver Solberg, Elliott Edmondson)

Di sisi lain, Oliver Solberg dan Elfyn Evans yang restart setelah insiden hari pertama justru tampil agresif dan konsisten, dengan Solberg mencatat enam kemenangan stage dalam satu hari, sementara Evans juga mampu menutup hari dengan stage win yang menunjukkan pace kompetitif di kondisi berbeda.

Car 33 (Elfyn Evans, Scott Martin)

Deputy Team Principal Juha Kankkunen merangkum situasi dengan tegas, “Risiko ban bocor sangat tinggi.” Kutipan ini menggambarkan inti hari kedua bahwa risiko bukan lagi variabel, tetapi faktor utama yang mendikte seluruh hasil balapan.

Dengan satu hari tersisa, posisi podium masih terbuka, namun margin kesalahan hampir tidak ada. Croatia Rally 2026 kembali menegaskan satu hal klasik di WRC. Tak harus paling cepat untuk menang, hanya harus bertahan lebih lama dari semua orang lain sampai garis akhir.