Kalau bicara tampilan, Hyundai Boulder Concept langsung menunjukkan karakter beda dari lini Hyundai yang ada sekarang. Desainnya mengusung filosofi Art of Steel, menggabungkan kekuatan material baja dengan pendekatan estetika modern.
Siluetnya dibuat tegas dengan gaya two-box dan kabin tegak, memberi kesan kokoh sekaligus fungsional. Elemen seperti safari sunroof ganda dan pintu model coach juga bukan sekadar gaya, tapi menunjang visibilitas dan kemudahan akses saat beraktivitas outdoor.

Masuk ke detail, Hyundai serius membangun identitas off-road. Boulder Concept dibekali ban mud-terrain 37 inci yang otomatis mendongkrak ground clearance. Ini penting untuk menghadapi medan berat, dari bebatuan sampai jalur berlumpur.
Fitur seperti tow hooks reflektif, roof rack dengan struktur baja, hingga desain bodi yang mendukung sudut approach, departure, dan breakover menunjukkan bahwa mobil ini memang dirancang untuk dipakai, bukan hanya dipamerkan.
Bagian cukup menarik adalah hadirnya sistem panduan off-road berbasis software. Sistem ini berfungsi seperti spotter digital yang membantu pengemudi membaca medan secara real-time, fitur yang jarang ditemui bahkan di mobil produksi saat ini.

Di bagian belakang, Hyundai menyematkan tailgate dengan mekanisme double-hinged yang bisa dibuka dari dua arah. Ditambah power drop-down rear window, mobil ini jadi lebih fleksibel untuk membawa barang panjang atau kebutuhan logistik outdoor.
Secara keseluruhan, Boulder Concept terasa seperti kanvas kosong yang bisa dikustom sesuai kebutuhan pengguna. Mulai dari petualang sampai pekerja lapangan. ![]()
