Vision BMW ALPINA menjadi salah satu debut penting di Concorso d’Eleganza Villa d’Este 2026. Studi desain ini menandai babak baru bagi ALPINA setelah resmi bergabung sebagai merek eksklusif di bawah BMW Group pada tahun yang sama.
Bagi BMW, proyek ini bukan sekadar eksplorasi desain. Vision BMW ALPINA digunakan untuk menunjukkan bagaimana karakter yang selama puluhan tahun melekat pada ALPINA akan diterjemahkan ke generasi berikutnya. Performa, kenyamanan, dan kualitas perjalanan jarak jauh tetap menjadi fondasi utama.

“Alpina selalu merepresentasikan ide yang sangat spesifik tentang performa dan kemewahan, di mana kecepatan dan kenyamanan berjalan berdampingan. Tugas kami sebagai pengelola baru merek ini adalah mempertahankan karakter tersebut dan mengembangkannya sesuai konteks masa kini,” kata Adrian van Hooydonk, Head of BMW Group Design.

Secara proporsi, Vision BMW ALPINA tampil sebagai grand tourer berukuran besar dengan panjang mencapai 5.200 mm. Siluet coupe dibuat rendah dan memanjang, sementara garis atap yang landai tetap menyisakan ruang untuk empat penumpang.
BMW menyebut mobil ini menggunakan mesin V8 yang dikembangkan untuk mempertahankan karakter khas ALPINA. Fokusnya tidak hanya pada performa, tetapi juga kualitas perjalanan dan karakter pengendaraan yang selama ini menjadi identitas merek asal Buchloe tersebut.
Bagian depan menampilkan interpretasi baru desain shark nose yang telah lama menjadi ciri khas BMW. Kidney grille dibentuk sebagai elemen tiga dimensi yang menyatu dengan keseluruhan volume bodi. Dari area depan hingga belakang, desain mobil diatur oleh satu garis visual utama yang disebut speed feature line, membentang sepanjang sisi kendaraan dengan kemiringan enam derajat.
Elemen-elemen yang selama ini identik dengan ALPINA tetap dipertahankan, meski tampil dalam bentuk yang lebih sederhana. Deco-line yang pertama kali diperkenalkan pada 1970-an kini diaplikasikan di bawah lapisan clear coat. Velg multi-spoke khas ALPINA juga masih digunakan dengan ukuran 22 inci di depan dan 23 inci di belakang.
Pendekatan serupa terlihat pada pencahayaan. Lampu daytime running light menggunakan warna warm white yang terinspirasi cahaya pagi di kawasan Alpen Bavaria. Detail grafis pada bagian dalam grille dan elemen pencahayaan baru terlihat ketika sistem aktif.
“Pada Vision BMW ALPINA, kami merangkum seluruh elemen merek hingga ke bentuk paling esensial dan menerapkannya dengan pendekatan yang modern dan lebih matang. Setiap detail memiliki fungsi dan alasan keberadaannya,” ujar Maximilian Missoni, Head of BMW Design Midsize & Luxury Cars and BMW ALPINA.
Di dalam kabin, tata letak dibuat dengan pendekatan arsitektural. Setiap elemen berdiri sebagai bentuk yang jelas, bukan melebur menjadi satu permukaan besar seperti tren yang banyak digunakan pada kendaraan modern saat ini.
Material menjadi bagian penting dari pengalaman kabin. Kulit full-grain dipasok dari kawasan Alpen dan dipadukan dengan pola jahitan yang terinspirasi deco-line ALPINA. Komponen logam menggunakan teknik finishing yang umum ditemukan pada industri jam tangan, memadukan permukaan satin dan polished dalam satu bagian.
Beberapa detail dibuat sangat spesifik. Di belakang konsol tengah terdapat botol air berbahan kaca dan sepasang gelas kristal BMW ALPINA yang tersimpan di dalam mekanisme khusus. Masing-masing gelas memiliki ukiran 20 deco-line serta profil bibir gelas dengan sudut enam derajat yang mengacu pada speed feature line kendaraan.
Sistem BMW Panoramic iDrive generasi terbaru juga mendapatkan antarmuka khusus ALPINA. Warna biru dan hijau khas merek ini digunakan secara selektif pada tampilan digital, termasuk pada BMW Panoramic Vision head-up display. Latar pegunungan yang muncul pada sistem tersebut merupakan representasi lanskap yang terlihat dari Buchloe ketika menghadap ke arah selatan.

Filosofi yang mendasari proyek ini berasal dari pemikiran pendiri ALPINA, Burkard Bovensiepen. Sejak mendirikan perusahaan pada 1965, ia memandang kenyamanan dan performa sebagai dua hal yang saling mendukung. Pandangan tersebut kemudian membentuk karakter seluruh model ALPINA, baik di jalan raya maupun dalam dunia balap.
BMW menyatakan model produksi pertama BMW ALPINA akan diperkenalkan tahun depan dengan basis BMW Seri 7. Vision BMW ALPINA memberikan gambaran awal mengenai arah desain, material, teknologi, dan karakter yang akan menjadi dasar pengembangan merek tersebut pada era barunya di bawah BMW Group. ![]()















