Genesis Magma Racing resmi memperkenalkan tampilan baru GMR-001 Hypercar yang akan digunakan pada debut tim di ajang balap ketahanan paling bergengsi di dunia, 24 Hours of Le Mans 2026. Livery terbaru tersebut menjadi evolusi dari konsep Magma yang pertama kali diperlihatkan di area Genesis dalam Manufacturer Village pada Le Mans 2025. Kini, identitas visual tersebut hadir sepenuhnya pada dua unit GMR-001 Hypercar yang akan berlaga dengan nomor #17 dan #19.

Bagi Genesis, livery ini bukan sekadar dekorasi kendaraan balap. Desainnya dirancang sebagai representasi filosofi merek, budaya Korea Selatan, dan semangat performa yang menjadi fondasi dari Genesis Magma Racing.

Warna khas Magma yang mendominasi GMR-001 Hypercar terinspirasi dari aktivitas vulkanik yang menjadi bagian dari sejarah geologi Semenanjung Korea. Genesis menjelaskan bahwa warna oranye Magma merepresentasikan energi besar yang tersembunyi di bawah permukaan, sebuah metafora yang juga mencerminkan karakter masyarakat Korea Selatan yang dikenal memiliki rasa percaya diri tinggi namun tetap rendah hati dalam menampilkan kemampuan mereka. Filosofi tersebut dianggap sejalan dengan perjalanan Genesis Magma Racing yang masih menjalani musim debut di FIA World Endurance Championship (WEC).

Meski berhasil mencuri perhatian dengan meraih poin hanya pada balapan keduanya di 6 Hours of Spa-Francorchamps, tim tetap memprioritaskan pengembangan reliabilitas GMR-001 Hypercar dan fokus untuk menyelesaikan tantangan terbesar mereka sejauh ini: finis pada balapan 24 jam pertama di Le Mans.

Salah satu elemen paling menarik dari livery baru ini adalah penggunaan gradasi warna yang mengalir dari bagian depan hingga belakang mobil. Area depan tampil dengan warna Magma Orange yang menjadi identitas Genesis Performance, kemudian bertransisi menuju merah gelap pada bagian belakang. Perubahan warna tersebut dirancang untuk menggambarkan peningkatan temperatur mesin performa tinggi sekaligus efek Doppler yang muncul ketika mobil melintas dalam kecepatan tinggi.

Identitas Korea juga diperkuat melalui penggunaan tulisan Hangul “마그마” (Magma) yang membentang di sisi bodi kendaraan. Elemen ini tetap dipertahankan dari desain sebelumnya, namun kini menggunakan efek gradasi kontras yang membuat tampilannya lebih agresif dan modern.

Kedua mobil yang akan berlaga di Le Mans mengusung desain serupa, meski terdapat sedikit perbedaan visual. Mobil bernomor #19 menggunakan logo Genesis dan Genesis Magma Racing berwarna putih dengan beberapa aksen tambahan, sementara mobil #17 mempertahankan kombinasi warna oranye dan hitam yang lebih gelap.

Chief Creative Officer Genesis, Luc Donckerwolke, menegaskan bahwa desain merupakan salah satu pilar utama dalam seluruh produk Genesis, termasuk program motorsport mereka. Menurut Donckerwolke, antusiasme para penggemar terhadap konsep Magma yang diperkenalkan tahun lalu menjadi salah satu alasan Genesis memutuskan membawa desain tersebut ke lintasan balap secara nyata. “Lebih dari sekadar livery balap, desain ini merupakan sebuah pernyataan artistik yang menampilkan identitas performa Genesis melalui warna dan bentuk,” jelas Donckerwolke.

Ia juga menambahkan bahwa seperti halnya mobil produksi Genesis, tim desain terus melakukan inovasi untuk menciptakan identitas yang mudah dikenali sekaligus berbeda dari para kompetitor di lintasan.

Team Principal Genesis Magma Racing, Cyril Abiteboul, menyebut Le Mans sebagai akhir pekan terpenting dalam kalender balap tim sepanjang musim. Menurutnya, ajang 24 Hours of Le Mans tidak hanya menjadi tantangan terbesar bagi tim yang baru menjalani musim perdananya di FIA WEC, tetapi juga kesempatan terbesar untuk memperkenalkan identitas Genesis Magma Racing kepada audiens global.

“Sejak tim ini diluncurkan pada Desember 2024, Magma telah menjadi bagian penting dari nama dan identitas kami. Karena itu, menghadirkan filosofi Genesis Magma secara penuh di lintasan memiliki arti yang sangat besar,” ujar Abiteboul. Ia juga menambahkan bahwa tim berharap performa di lintasan mampu mencerminkan tingkat perhatian terhadap detail yang telah dicurahkan dalam pengembangan desain kendaraan tersebut.

Untuk merealisasikan desain yang kompleks tersebut, Genesis Magma Racing bekerja sama dengan HEXIS sebagai Technical Partner. Melalui teknologi wrapping film generasi terbaru, HEXIS membantu menciptakan efek gradasi warna yang tetap terlihat konsisten dalam berbagai kondisi pencahayaan, baik saat mobil berada di pit lane maupun melaju dalam kecepatan tinggi di lintasan.

Material yang digunakan juga dirancang untuk menghadapi kondisi ekstrem balap ketahanan, mulai dari terpaan angin berkecepatan tinggi, suhu panas, hingga serpihan kerikil yang terus menghantam bodi kendaraan selama 24 jam balapan. Sebagai lapisan perlindungan tambahan, HEXIS menggunakan teknologi BODYFENCE Paint Protection Film (PPF) yang berfungsi sebagai pelindung transparan tanpa menambah bobot secara signifikan. Dengan kombinasi tersebut, Genesis memastikan tampilan GMR-001 Hypercar tetap optimal sepanjang balapan tanpa mengorbankan performa aerodinamika kendaraan.

Debut Genesis Magma Racing di Le Mans 2026 bukan hanya tentang hasil balapan atau performa kendaraan di lintasan. Melalui GMR-001 Hypercar dan livery Magma terbaru, Genesis juga berupaya membawa identitas desain, budaya, dan filosofi Korea Selatan ke salah satu panggung motorsport terbesar di dunia.