Hyundai Shell Mobis World Rally Team menutup Rally Japan 2026 dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ketiga mobil Hyundai i20 N Rally1 berhasil mencapai garis finis tanpa kendala berarti. Namun di sisi lain, performa mereka jauh dari harapan setelah harus menyaksikan Toyota Gazoo Racing mendominasi reli kandangnya dengan menyapu bersih empat posisi teratas.

Pada putaran terakhir musim 2026 yang menggunakan permukaan aspal, Hyundai hanya mampu menempatkan Adrien Fourmaux di posisi kelima. Thierry Neuville finis keenam, sementara Hayden Paddon melengkapi hasil tim dengan posisi ketujuh.

Sementara itu, Toyota tampil nyaris tanpa cela. Elfyn Evans keluar sebagai pemenang reli, diikuti Sébastien Ogier, Sami Pajari, dan Takamoto Katsuta yang mengunci posisi kedua hingga keempat. Hasil tersebut membuat Rally Japan berubah menjadi panggung sempurna bagi Toyota di hadapan publik negeri sendiri.

Dominasi Toyota semakin terasa karena tidak ada satu pun pembalap Hyundai yang mampu mengganggu barisan depan sepanjang akhir pekan. Bahkan saat kondisi cuaca berubah dan karakter lintasan menantang, Toyota tetap mengendalikan jalannya reli.

Masalah utama Hyundai sepanjang akhir pekan adalah kurangnya grip pada bagian depan mobil saat menggunakan ban kompon keras. Suhu tinggi yang menyelimuti Rally Japan membuat Hyundai i20 N Rally1 kesulitan menghasilkan performa optimal di lintasan aspal. Kondisi tersebut membuat para pereli Hyundai kehilangan kepercayaan diri saat memasuki tikungan dan tidak mampu mempertahankan kecepatan seperti para pembalap Toyota.

Satu-satunya momen ketika Hyundai terlihat kompetitif terjadi pada Jumat pagi saat hujan semalaman membuat lintasan basah. Namun begitu trek mengering dan temperatur meningkat, masalah keseimbangan mobil kembali muncul.

Adrien Fourmaux mengakui dirinya frustrasi karena tidak mampu menandingi kecepatan Toyota baik dalam kondisi basah maupun kering. “Kami kehilangan banyak waktu saat hujan, tetapi bahkan saat kondisi kering saya tidak mampu mencatat waktu yang cukup baik untuk melawan Toyota,” ujar Fourmaux. Pereli Prancis ini akhirnya memilih pendekatan aman pada hari terakhir demi mengamankan poin kejuaraan daripada mengambil risiko yang berpotensi berujung kesalahan.

Juara dunia bertahan Thierry Neuville juga tidak mampu berbuat banyak. Sempat tampil menjanjikan pada awal reli berkat penggunaan ban lunak, pembalap Belgia tersebut perlahan kehilangan performa ketika harus beralih ke kompon keras. Masalah sensor sistem rem tangan yang muncul sejak Jumat turut memperumit situasi.

Perubahan setelan suspensi belakang yang dilakukan pada Sabtu juga tidak memberikan hasil sesuai harapan. Neuville bahkan mengakui Hyundai tidak menemukan solusi setup yang benar-benar efektif sepanjang akhir pekan. “Kami berada di batas kemampuan bagian depan mobil sepanjang waktu dan saya kecewa karena tidak menemukan peningkatan yang kami butuhkan,” kata Neuville. Hasil ini membuat perjuangan Hyundai dalam perebutan gelar semakin berat. Neuville kini lebih realistis dengan target mengejar posisi tiga besar klasemen dibandingkan memburu gelar juara.

Rally Japan 2026 juga memiliki makna khusus karena menjadi reli aspal terakhir bagi generasi mobil Rally1 saat ini sebelum regulasi baru mulai diterapkan pada musim berikutnya. Bagi Hyundai, penutupan era tersebut terasa pahit. Tim asal Korea Selatan itu pernah menikmati berbagai kemenangan spektakuler di lintasan aspal pada masa lalu. Namun pada penampilan terakhir mobil Rally1 mereka di permukaan tersebut, Hyundai justru tertinggal jauh dari rival utamanya.

Direktur Olahraga Hyundai Motorsport, Andrew Wheatley, mengakui hasil akhir tidak sesuai target meskipun seluruh mobil berhasil finis. “Performa kami tidak berada di level yang kami inginkan. Sekarang kami harus menatap paruh kedua musim di lintasan gravel, di mana kami berharap bisa kembali bertarung untuk podium secara reguler,” ujarnya.

Harapan Hyundai kini tertuju pada rangkaian reli gravel yang tersisa musim ini. Karakter lintasan tanah selama ini lebih cocok dengan Hyundai i20 N Rally1, sehingga tim berharap dapat memangkas ketertinggalan dari Toyota dan kembali masuk dalam perebutan kemenangan.

Namun satu fakta tak bisa dibantah dari Rally Japan 2026. Di kandangnya sendiri, Jepang benar-benar melibas Korea Selatan dengan kemenangan mutlak posisi 1-2-3-4.