Di tengah transformasi industri otomotif, kebutuhan dunia kerja terhadap lulusan sekolah vokasi ikut berubah. Kemampuan teknis tetap penting, namun kini harus dibarengi dengan kemampuan beradaptasi dan memahami perkembangan industri yang bergerak cepat.

Pesan tersebut menjadi salah satu benang merah dalam kegiatan edukasi yang digelar PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) bersama PT Wahana Makmur Sejati (WMS) di SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang. Program yang berlangsung melalui Wahana Berbagi Ilmu (WBI) itu menggabungkan edukasi keselamatan berkendara dengan wawasan mengenai tantangan dunia kerja masa depan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak sekolah, dilanjutkan oleh Branch Head WOM Finance Cabang Balaraja Muhammad Ardy Pradana dan perwakilan WMS yang diwakili Koordinator CSR PT Wahana Makmur Sejati, Jayanthi.

Pada sesi edukasi safety riding, para siswa diajak melihat lebih dekat faktor-faktor yang sering menjadi penyebab kecelakaan di kalangan remaja. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, kesiapan fisik sebelum berkendara, hingga menjaga fokus saat berada di jalan.

Tim Safety Riding Promotion WMS juga menjelaskan teknik dasar berkendara yang aman, termasuk posisi tubuh yang tepat saat mengendarai sepeda motor. Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik agar siswa dapat langsung mencoba dan memahami teknik yang telah dipelajari.

Namun kegiatan ini tidak hanya berbicara soal keselamatan di jalan. Siswa yang tergabung dalam program vokasi Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda juga mendapat gambaran mengenai perubahan yang sedang terjadi di industri kendaraan bermotor, termasuk meningkatnya peran teknologi digital dalam berbagai lini pekerjaan.

Michael Soekamto, Chief Corporate Affairs Wahana Artha Group (WAG), mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk membantu siswa melihat kebutuhan industri secara lebih luas, tidak terbatas pada keterampilan teknis yang dipelajari di sekolah.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membuka wawasan siswa SMK agar lebih siap menghadapi perubahan industri yang bergerak sangat cepat. Komunikasi dan adaptasi yang cepat akan menjadi nilai tambah di dunia kerja saat ini. Selain itu, generasi muda juga diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan yang tidak hanya memahami aturan di jalan, tetapi juga menyadari bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Michael.

Senada dengan itu, Erik Tanudjaja, Financial Planning & Investor Relations Division Head WOM Finance, menilai edukasi keselamatan berkendara perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda, terutama karena tingginya risiko kecelakaan yang melibatkan usia produktif. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan yang bergerak di sektor pembiayaan kendaraan bermotor.

“Sejalan dengan bisnis WOM Finance yang salah satunya yakni menawarkan produk pembiayaan kendaraan bermotor, kami memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara melalui kegiatan CSR. Kami berharap peserta yang telah mengikuti acara pada pagi hari ini, dapat lebih memahami teknik berkendara dengan baik sehingga dapat tercipta budaya berkendara yang tertib dan aman di masyarakat. Karena keselamatan berkendara itu tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya,” kata Erik.