Persaingan di segmen kendaraan premium kini tak lagi hanya berbicara soal teknologi, performa, atau kemewahan kabin. DENZA memilih jalur yang berbeda dengan membawa mobilitas ke ranah seni dan gaya hidup melalui kolaborasinya bersama ArtMoments 2026.

Merek premium di bawah naungan BYD itu resmi menjadi VIP Mobility Partner untuk ArtMoments 2026 yang berlangsung pada 4-7 Juni di AGORA Mall, Jakarta. Kerja sama tersebut diperkenalkan melalui acara DENZA x ArtMoments: The Collectors Dinner yang digelar di Jakarta Selatan.

Kolaborasi ini mengusung tema Art in Motion, sebuah gagasan yang mencoba mempertemukan seni, teknologi, desain, dan mobilitas premium dalam satu pengalaman. Bagi DENZA, kendaraan tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga bagian dari ekspresi modern yang berkaitan dengan estetika, emosi, dan gaya hidup.

Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, mengatakan kolaborasi dengan ArtMoments menjadi langkah penting bagi DENZA untuk membangun kedekatan dengan dunia seni dan desain. Menurutnya, kendaraan premium saat ini berkembang menjadi representasi inovasi, craftsmanship, dan estetika yang terus mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat modern.

“Melalui tema Art in Motion, kami ingin menunjukkan bagaimana teknologi dan seni dapat bergerak selaras dalam menciptakan pengalaman yang tidak hanya fungsional, tetapi juga emosional, personal, dan bermakna,” ujar Eagle Zhao.

Sebelum hadir di ArtMoments 2026, konsep tersebut lebih dulu diperkenalkan lewat pameran temporer yang berlangsung di showroom DENZA HAKA Pondok Indah pada 25-27 Mei 2026. Selama tiga hari, showroom itu bertransformasi menjadi galeri seni yang menampilkan 21 karya dari sejumlah seniman Indonesia maupun internasional.

Jumlah karya yang ditampilkan bukan tanpa alasan. Kurasi tersebut terinspirasi dari filosofi konfigurasi “777” pada DENZA D9, yakni kemampuan kendaraan mengakomodasi tujuh penumpang, tujuh koper, dan tujuh tas. Konsep itu kemudian diterjemahkan menjadi tujuh karya berukuran besar, tujuh karya medium, dan tujuh karya kecil yang merepresentasikan keseimbangan serta harmoni desain.

Sejumlah seniman yang terlibat antara lain Adam Handler, Putu Winata, Erica Hestu Wahyuni, Ng Kee Yam, Teja Astawa, Alipjon, dan Bagus Sesar. Beragam karya tersebut menghadirkan perspektif berbeda mengenai hubungan antara kreativitas, ruang, suara, dan pengalaman personal.

Di ArtMoments 2026, DENZA melanjutkan eksplorasi tersebut melalui dua instalasi utama. DENZA D9 akan tampil sebagai medium karya seni lewat balutan visual karya seniman muda Indonesia Arief Witjaksana. Sementara itu, DENZA B8 yang baru diperkenalkan di Indonesia akan dihadirkan sebagai ruang pengalaman imersif yang memadukan kemewahan kabin dengan sistem audio premium DEVIALET dan karya sound art dari seniman Malaysia, Gabriel Cheah.

Di sisi lain, Luther Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menilai inovasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari bagaimana teknologi mampu diterjemahkan menjadi pengalaman yang intuitif dan elegan.

“Melalui Art in Motion, kami ingin menunjukkan bahwa mobilitas premium dapat menjadi bagian dari ekspresi gaya hidup, di mana teknologi, seni, dan desain bergerak bersama untuk menciptakan pengalaman yang lebih berkesan,” kata Luther.

Kolaborasi ini juga mendapat sambutan positif dari ArtMoments. Co-founder sekaligus Fair Director ArtMoments, Sendy Widjaja, menilai kerja sama tersebut menunjukkan bagaimana seni dapat berinteraksi dengan disiplin lain secara relevan dan inspiratif. Menurutnya, kolaborasi lintas industri seperti ini membuka peluang bagi audiens yang lebih luas untuk menikmati seni dalam konteks kehidupan modern yang semakin dekat dengan teknologi.