Berkaca pada kesalahan yang dilakukan di sesi Kualifikasi 2 (Q2) hari Sabtu, 6 Juni 2026 di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, Veda Ega Pratama kemudian melakukan start yang sangat baik dan sempat menembus posisi keenam.
Namun setelah menjalani Long Lap Penalty pada lap ketiga, ia langsung terlempar ke posisi ke-17. Setelah itu ia berjuang kembali dan sempat masuk zona poin di posisi ke-15.
Masalahnya, pada lap terakhir terjadi kecelakaan besar yang melibatkan beberapa pembalap di depan. Race Direction mengibarkan red flag dan hasil balapan kemudian dihitung berdasarkan posisi pada lap referensi sebelum insiden tersebut. Akibat perhitungan ulang itu, Veda yang sempat terlihat berada di posisi poin akhirnya diklasifikasikan finis P16, hanya terpaut satu posisi dari zona poin Moto3 yang berakhir di P15.
Yang menarik, jika melihat jalannya balapan, hukuman Long Lap Penalty sebenarnya bukan satu-satunya penyebab. Veda mampu memulihkan banyak posisi setelah penalti. Namun kombinasi dari kehilangan sekitar 2–3 detik akibat Long Lap Penalty, terpisah dari grup depan, dan red flag pada lap terakhir, membuatnya kehilangan kesempatan meraih poin.
Jadi secara sederhana, Veda start P9, sempat naik ke P6, menjalani Long Lap Penalty hingga turun ke P17, berhasil comeback ke zona poin, tetapi akhirnya diklasifikasikan P16 setelah red flag dan perhitungan hasil berdasarkan lap sebelumnya.
Sedih? So pasti. Veda gak menambah poin. Dampaknya di klasemen cukup terasa. Setelah GP Hungaria, Veda turun ke peringkat keenam klasemen Moto3 2026, padahal sebelum balapan ia masih bersaing sangat dekat dengan kelompok lima besar.
Kasus yang menimpa Veda Ega Pratama di Moto3 Hungaria 2026 cukup menarik karena berkaitan dengan salah satu hukuman khas MotoGP modern, yaitu Long Lap Penalty. Steward menilai Veda melambat di racing line dan mengganggu laju Ruche Moodley di Tikungan 5 saat sesi Q2. Karena merupakan pelanggaran pertamanya musim ini, ia dijatuhi satu Long Lap Penalty yang harus dijalankan saat balapan.
Apa itu Long Lap Penalty? Secara harfiah, Long Lap Penalty adalah hukuman yang mengharuskan pembalap keluar dari racing line normal dan melewati jalur khusus yang lebih panjang pada sebuah tikungan tertentu. Jalur tersebut sudah dicat dan ditentukan sebelum balapan. Biasanya berada di sisi luar tikungan dan membuat pembalap kehilangan waktu sekitar 2–3 detik, meskipun besar kerugiannya berbeda di setiap sirkuit.
MotoGP memperkenalkan Long Lap Penalty sejak 2019 sebagai alternatif yang lebih proporsional dibanding ride-through penalty yang bisa membuat pembalap kehilangan 20–30 detik. Menariknya, Long Lap Penalty sendiri lahir untuk mengisi “celah” antara warning yang terlalu ringan dan ride-through penalty yang terlalu berat. Karena itu, saat ini Long Lap Penalty menjadi hukuman yang paling sering digunakan di Moto3, Moto2, dan MotoGP.
Dalam regulasi Grand Prix, pembalap yang sedang berada di lintasan kualifikasi tidak boleh:
– Berkendara terlalu lambat di racing line.
– Menghalangi pembalap lain yang sedang melakukan flying lap.
– Menciptakan situasi yang dianggap berbahaya bagi pembalap lain.
Steward menilai Veda melanggar ketentuan tersebut ketika berada di Tikungan 5 dan menghambat lap cepat Moodley. Karena tergolong pelanggaran pertama musim ini, sanksinya satu Long Lap Penalty, bukan hukuman yang lebih berat.
Dalam FIM Grand Prix World Championship Regulations, pelanggaran semacam ini biasanya masuk dalam kategori “Riding in an irresponsible manner causing danger to other competitors”
atau “Unnecessarily slow riding on the racing line”, yang berada dalam kewenangan penuh FIM MotoGP Stewards Panel untuk menjatuhkan hukuman.
Pilihan hukuman ditentukan berdasarkan tingkat bahaya, dampak terhadap pembalap lain, dan apakah pelanggaran tersebut berulang. Hukuman yang tersedia meliputi:
– Warning.
– Fine (denda).
– Grid penalty.
– Long Lap Penalty.
– Double Long Lap Penalty.
– Ride Through.
– Time Penalty.
– Pit Lane Start.
– Disqualification.
– Suspension
Lantas bagaimana team bisa tahu munculnya Long Lap Penalty? Kapan sebenarnya Race Direction mengeluarkan penalti? Semua terhadi dengan dasbor yang integrasi ke team. Rincinnya adalah informasi muncul di dashboard motor dan papan pit. Lantas pembalap wajib menjalankan Long Lap Penalty dalam batas lap yang ditentukan. Pembalap kemudian harus melewati jalur Long Lap Penalty yang telah ditandai. Dan jika tidak melaksanakannya tepat waktu, hukuman bisa ditingkatkan menjadi penalti tambahan.
Untuk kelas Moto3, Long Lap Penalty sering kali sangat menyakitkan. Persaingan sangat ketat, dengan kemampuan yang mirip-mirip. Moto3 terkenal dengan rombongan besar (pack racing). Selisih antar pembalap sering hanya beberapa persepuluh detik. Maka kehilangan 2-3 detik bisa membuat pembalap turun 10–15 posisi. Karena itu, meskipun terdengar ringan, satu Long Lap Penalty dapat mengubah total strategi balapan. Bahkan pembalap yang start di barisan depan bisa langsung tercecer ke grup kedua setelah menjalankannya.
Karena pelanggaran Veda terjadi saat sesi kualifikasi namun tidak dianggap sebagai pelanggaran serius atau berulang. Dalam praktik steward MotoGP, bilang pelanggaran pertama akan sering kena Long Lap Penalty. Pelanggaran berulang maka Double Long Lap Penalty. Namun jika melakukan pelanggaran yang sangat membahayakan, pembalap akan kena grid penalty atau hukuman lebih berat. Dalam Hal Veda, karena steward menyatakan ini adalah pelanggaran pertama Veda musim 2026, maka mereka memilih hukuman satu Long Lap Penalty.
Dalam kasus Veda di Balaton Park, steward tidak menghukumnya karena kecelakaan atau menyenggol lawan, melainkan karena menghalangi pembalap lain saat sesi kualifikasi dengan berkendara terlalu lambat di racing line. Sesuai kewenangan FIM MotoGP Stewards Panel, pelanggaran tersebut diganjar satu Long Lap Penalty, yaitu kewajiban melewati jalur khusus yang lebih panjang saat balapan dan biasanya membuat pembalap kehilangan sekitar 2-3 detik. ![]()
