Mobil listrik sering dipandang sebatas alat transportasi yang ramah lingkungan. Namun, Hyundai Motor Company mencoba menunjukkan bahwa fungsi sebuah EV bisa jauh melampaui urusan mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain.
Lewat pameran Legacies of Champions di Rockefeller Center, New York, Amerika Serikat, Hyundai menghadirkan pengalaman yang memperlihatkan bagaimana kendaraan listrik dapat menjadi sumber energi bergerak untuk mendukung berbagai aktivitas publik. Bintang utamanya bukan sekadar teknologi robotika atau memorabilia sepak bola, melainkan Hyundai IONIQ 9 yang bekerja di balik layar.
Di area pameran luar ruangan yang dirancang menyerupai stadion mini, pengunjung dapat mengikuti berbagai permainan interaktif bertema FIFA World Cup™ 2026. Salah satu yang paling menarik adalah tantangan trivia sepak bola, di mana peserta harus menendang bola ke jawaban yang dianggap benar.

Sekilas aktivitas tersebut tampak seperti permainan biasa. Namun di balik pengalaman sederhana itu, Hyundai menyisipkan demonstrasi teknologi yang jarang mendapat sorotan. Hadiah berupa balon untuk peserta ternyata ditiup menggunakan pompa udara yang mendapatkan pasokan listrik langsung dari Hyundai IONIQ 9.
Mobil listrik berukuran besar tersebut memanfaatkan fitur Vehicle-to-Load (V2L), sebuah teknologi yang memungkinkan energi dari baterai kendaraan digunakan untuk menyalakan perangkat elektronik eksternal. Dengan kata lain, IONIQ 9 tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan, tetapi juga sebagai sumber daya portabel yang bisa dimanfaatkan di berbagai situasi.
Pemanfaatan teknologi V2L tidak berhenti di situ. Hyundai juga menggunakan sumber daya dari IONIQ 9 untuk mendukung sistem pendingin di area aktivitas pengunjung. Di tengah musim panas New York yang kerap menghadirkan suhu tinggi, fitur tersebut membantu menjaga kenyamanan para penggemar yang datang menikmati berbagai aktivitas FIFA Museum.

Pendekatan ini menjadi cara yang cerdas bagi Hyundai untuk memperkenalkan manfaat kendaraan listrik kepada masyarakat luas. Alih-alih menjelaskan spesifikasi teknis melalui brosur atau presentasi, Hyundai memperlihatkan langsung bagaimana energi yang tersimpan di dalam baterai mobil dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan nyata sehari-hari.
Bagi banyak orang, konsep mobil sebagai sumber listrik mungkin masih terdengar asing. Padahal teknologi seperti V2L memiliki potensi besar, mulai dari mendukung kegiatan luar ruangan, kebutuhan darurat saat listrik padam, hingga menjadi sumber daya tambahan untuk berbagai perangkat elektronik.
Melalui FIFA World Cup™ 2026, Hyundai memanfaatkan panggung olahraga terbesar dunia untuk mengubah cara pandang publik terhadap kendaraan listrik. IONIQ 9 tidak ditempatkan sebagai kendaraan pajangan yang hanya menarik untuk dilihat, melainkan sebagai bagian aktif dari pengalaman yang dirasakan langsung oleh pengunjung. ![]()
