Moto3 Grand Prix Ceko yang berlangsung di Sirkuit Automotodrom Brno, Minggu (2/6/2026) menghadirkan dua cerita menarik.
Pertama ada pebalap rookie asal Malaysia, Hakim Danish, yang akhirnya ‘pecah telur’ dengan meraih kemenangan pertamanya di Kejuaraan Dunia Moto3.
Di sisi lain, pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama menunjukkan salah satu performa terbaiknya musim ini dengan finis di posisi kelima setelah start dari urutan ke-20.
Veda tiba di Brno dengan situasi yang tidak ideal. Hukuman grid penalty memaksanya memulai balapan dari posisi ke-20.
Di kelas Moto3, posisi start sering kali menentukan peluang karena karakter balapannya yang rapat dan penuh slipstream. Namun, sejak lampu start padam, Veda seolah memilih untuk mengabaikan semua teori itu.
Sejak lampu start padam, Veda langsung tampil agresif. Pembalap Honda Team Asia itu berhasil naik sembilan posisi hanya dalam beberapa tikungan pertama dan segera masuk ke kelompok depan yang bersaing memperebutkan kemenangan.
Sementara itu di barisan depan, Maximo Quiles dan David Almansa silih berganti memimpin lomba. Keduanya terlihat siap mengendalikan jalannya race hingga akhir. Memasuki pertengahan lomba, nama-nama lain mulai muncul dalam perebutan kemenangan.
Hakim Danish dan Brian Uriarte perlahan mengambil alih perhatian. Kedua rookie tersebut menunjukkan kecepatan yang konsisten saat suhu lintasan terus meningkat. Di tengah persaingan itu, Veda ikut masuk ke grup terdepan yang berisi para kandidat podium. Bahkan pada satu fase balapan, pembalap asal Gunungkidul tersebut sempat berada di posisi ketiga.
Situasi itu menjadi gambaran bagaimana cepatnya perkembangan Veda sepanjang musim 2026. Bukan sekadar cepat dalam satu lap, tetapi mampu bertarung dalam kelompok terdepan dan mengelola balapan hingga lap-lap akhir. Di Brno, ia tidak hanya melakukan recovery ride dari posisi belakang, tetapi juga terlibat langsung dalam pertarungan yang menentukan hasil akhir race.
Drama terbesar terjadi pada lap terakhir. Saat Quiles, Uriarte, dan Danish bertarung memperebutkan kemenangan, kontak antara Uriarte dan Quiles di tikungan 9 membuka ruang yang langsung dimanfaatkan Danish. Rookie Malaysia itu menyelinap ke depan dan tidak lagi memberikan kesempatan kepada rival-rivalnya untuk membalas.

Bendera finis akhirnya mengukuhkan Danish sebagai pemenang Moto3 untuk pertama kalinya dalam kariernya. Uriarte menyusul di posisi kedua, sementara Quiles harus puas menutup akhir pekan dengan podium ketiga. Almansa finis keempat.
Beberapa detik di belakang mereka, Veda juga sedang menjalani duel penting. Perebutan posisi kelima dengan Alvaro Carpe baru diputuskan di garis finis. Selisih keduanya hanya 0,006 detik, dengan Veda keluar sebagai pemenang duel tersebut. Hasil yang mungkin terlihat sederhana di lembar klasemen, tetapi memiliki bobot lebih besar jika melihat dari mana ia memulai balapan.
Berdasarkan hasil GP Ceko, Quiles masih bertahan sebagai pemimpin klasemen sementara dengan keunggulan 65 poin atas Carpe. Uriarte naik ke posisi ketiga, sementara Veda kini semakin dekat dengan lima besar klasemen setelah hanya terpaut empat poin dari Marco Morelli yang berada tepat di depannya.
Setelah GP Ceko, para pembalap Moto3 tidak punya banyak waktu untuk beristirahat. Pekan depan mereka langsung melanjutkan rangkaian musim 2026 ke TT Circuit Assen dalam gelaran Dutch Grand Prix yang berlangsung pada 26-28 Juni mendatang. ![]()
