Peta persaingan di industri mobil listrik Tanah Air mulai berubah.

Jika beberapa tahun lalu para produsen berlomba menawarkan baterai berkapasitas lebih besar dan jarak tempuh lebih jauh, kini memenangkan hati konsumen ternyata tak lagi cukup hanya mengandalkan spesifikasi di atas kertas.

Saat ini hampir semua merek datang dengan amunisi yang relatif setara. Fitur keselamatan semakin lengkap, teknologi kian canggih, desain semakin modern, bahkan rentang harga mulai saling berdekatan. Ketika produk makin sulit dibedakan, arena persaingan pun bergeser ke aspek yang lebih personal, yakni bagaimana sebuah merek memperlakukan pelanggannya setelah transaksi selesai.

Perubahan pendekatan itulah yang coba ditunjukkan MAXUS Indonesia melalui penyelenggaraan MAXUS GALA. Forum eksklusif yang mempertemukan perusahaan dengan para pemilik kendaraan ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bagian dari strategi membangun loyalitas jangka panjang. Alih-alih memperkenalkan produk baru, merek asal Tiongkok tersebut justru memilih mendengar langsung pengalaman para pengguna.

Bagi MAXUS Indonesia, pengalaman kepemilikan kini menjadi salah satu nilai utama yang menentukan kekuatan sebuah merek. Layanan purna jual, komunikasi yang terbuka, respons yang cepat terhadap keluhan, hingga kesediaan menerima masukan pelanggan dinilai menjadi faktor yang semakin dipertimbangkan calon konsumen sebelum membeli kendaraan.

CEO MAXUS Indonesia, Jerry Huang, mengatakan setiap merek memang memiliki titik awal, tetapi tidak ada perusahaan yang dapat berkembang tanpa kepercayaan pelanggan.

“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang telah diberikan kepada MAXUS. Dukungan tersebut menjadi fondasi perjalanan kami di Indonesia sekaligus memotivasi kami untuk terus menghadirkan produk, layanan, dan pengalaman kepemilikan yang semakin baik,” ujar Jerry Huang.

Melalui MPV listrik premium MIFA 7 dan MIFA 9, MAXUS menghadirkan alternatif baru di segmen kendaraan listrik nasional. Namun perusahaan meyakini bahwa inovasi produk saja tidak cukup. Setiap masukan dari pelanggan diposisikan sebagai referensi penting untuk menyempurnakan layanan sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan para pemilik kendaraan.

Lebih lanjut, Head of Sales & Marketing Division MAXUS Indonesia, Caessy Rusli, menegaskan bahwa mendengarkan pelanggan memiliki arti yang sama pentingnya dengan menghadirkan inovasi.

“Bagi kami, mendengarkan pelanggan sama pentingnya dengan menghadirkan inovasi produk. Melalui MAXUS GALA, kami ingin membangun ruang dialog yang lebih dekat agar setiap pengalaman dan masukan dari pelanggan dapat menjadi bagian dari pengembangan layanan serta pengalaman kepemilikan MAXUS di masa mendatang. Kami berharap MAXUS GALA menjadi awal dari lebih banyak kesempatan untuk terus bertemu, berdiskusi, dan tumbuh bersama pelanggan kami,” kata Caessy.

Lewat pendekatan tersebut, MAXUS ingin menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak semata diukur dari peningkatan angka penjualan. Perusahaan meyakini hubungan yang kuat dengan pelanggan, yang dibangun melalui layanan berkualitas dan pengalaman kepemilikan yang positif, akan menjadi fondasi penting untuk bertumbuh bersama konsumen di Indonesia dalam jangka panjang.