Mobil ini mobil kesayangan Koh Andi.
Dibeli sejak sebelum covid, hanya keluar di kegiatan-kegiatan otomotif.
Tak heran total pemakaian olehnya, hanya bertambah 12 ribu km.
“Walaupun jarang keluar, setiap 3 bulan wajib ganti oli,” ucap pemegang hak edar Beebot di Riau ini.
Saat pertama kali dibeli, Honda Odyssey RB3 ini tampil dalam balutan warna hitam. Seiring waktu, tampilannya beberapa kali berevolusi, mulai dari hijau tua, kemudian cherry red, hingga akhirnya kembali ke spektrum hijau dengan karakter yang sama sekali berbeda.
Pilihan akhirnya jatuh pada one-off custom-mixed Jade Green dari Plan Paint. Namun, warna tersebut tidak diaplikasikan menggunakan formula standar. Warna dasarnya lebih dulu diracik ulang sesuai karakter yang diinginkan pemilik, lalu diaplikasikan menggunakan sistem pengecatan tiga lapis (three-coat paint system) dengan perpaduan pigmen pearl gold dan metallic green,” ungkap Harpit Singh, pemilik Creative Auto Modified, yang menjadi builder mobil ini.
Hasilnya, pada kondisi cahaya normal mobil tetap menampilkan nuansa hijau yang elegan, sementara ketika terkena sinar matahari atau sumber cahaya yang kuat, pigmen pearl memunculkan bias keemasan sehingga warna terlihat memiliki dimensi yang berbeda dari setiap sudut pandang.
Namun, karakter warna tidak hanya ditentukan oleh proses mixing. Tahap finishing juga memegang peran penting dalam menentukan kedalaman visual sekaligus daya tahannya.
Setelah seluruh tahapan pengecatan selesai, lapisan warna kemudian dilindungi menggunakan Avanti HS Clear Coat, yang di sini berada dalam satu payung grup bersama Plan Paint Indonesia. Huruf HS (High Solid) mengacu pada formulasi clear coat dengan kandungan padatan yang lebih tinggi dibanding formulasi konvensional, sehingga mampu membentuk lapisan pelindung yang optimal setelah proses curing.
Selain menghasilkan permukaan dengan finishing yang halus dan kilau yang dalam (deep gloss), lapisan clear coat ini juga membantu menonjolkan karakter pigmen pearl dan metallic, sehingga perubahan karakter warna Jade Green akan semakin terasa ketika mobil berada di bawah intensitas cahaya yang berbeda.

Efeknya baru benar-benar terasa ketika mobil berada di berbagai kondisi pencahayaan. Karakter color-shifting yang berubah mengikuti arah cahaya. Coba DeepEnder lihat fotonya dari beragam arah. Di area kap mesin dan bumper, muncul nuansa champagne green. Di pintu, warnanya berubah menjadi soft sage green. Di bagian quarter panel belakang, muncul sedikit mint metallic. Sedangkan di area yang terkena pantulan langit, muncul hint silver pearl. Karena itu mobil ini terlihat “hidup”.
Saat difoto dari sudut berbeda, warna yang terbaca kamera juga berubah. Bagi DeepEnd, under direct sunlight, the finish shifts between champagne green, soft sage, mint metallic, and subtle silver tones, giving the RB3 a refined appearance without relying on flashy pigments.
Di sinilah nilai terbesar proses pengecatan tersebut sebenarnya berada.

Mixing color dari Plan Paint Indonesia, merupakan salah satu selling point terbesar mobil ini. Bukan sekadar “repaint”, melainkan custom mixed color yang tidak bisa dibeli dalam kode warna OEM. Itu membuat mobil memiliki identitas yang unik.
Keunikan itu lahir karena fleksibilitas sistem warna yang memang dirancang untuk kebutuhan custom. “Basecoat Plan Paint warnanya komplit, dengan total hampir 100 warna biang termasuk warna-warna spesial, jadi mudah mencari warna yang unik. Basecoat-nya memiliki daya tutup yang sangat baik, sehingga cukup beberapa lapis untuk menghasilkan warna yang merata. Sedangkan untuk clearcoat, memiliki karakter bening, keras, gloss tinggi dan tidak menggunakan banyak thinner,” ucap Anisa Andayani, Brand Owner dari CV Wirabuana Sakti yang membawahi dua lini brand cat Plan Paint Indonesia dan Avanti Auto Refinish yang diimpor dari Thailand dan Malaysia. “Kini hadir di Indonesia sebagai misi kami dalam menyediakan bahan refinish standard international dengan biaya ramah di kantong,” ungkap Anisa.
Namun warna hanyalah satu bagian dari keseluruhan konsep yang dibangun.
Selanjutnya, fokus beralih ke sektor kaki-kaki.

Fitment yang matang menjadi kunci.
Dimana wheel gap hampir nol.
Bibir velg sangat dekat dengan fender.
Offset ekstrem ET -15 dan ET -25 namun tetap terlihat bersih.
Suspensi udara AirBFT disetel telit sehingga mobil benar-benar duduk tanpa terlihat dipaksakan.

Velg 19×9,5 dan 19×10,5 pada Odyssey bukan ukuran yang umum.
Apalagi dipadukan ban Accelera PHI 235/35R19 dan 245/35R19.
Ditambah custom camber kit depan-belakang sehingga seluruh setup masih bisa bekerja.
Bukan sekadar kandas, tetapi mengejar stance dengan proporsi.

Untuk mewujudkan setup tersebut, pekerjaan tidak berhenti pada pemilihan velg dan suspensi saja. Natural wide body ternyata juga diakomodir oleh Koh Andi dan Harpit.
Ini justru poin yang sering luput.
Banyak orang mengira mobil ini memakai overfender.
Sebab memang garis bodi tetap OEM, tak ada baut rivets, siluet asli RB3 tetap dipertahankan.
Dimana artinya pelebaran dibuat menyatu dengan bodi.
Kuncinya ada pada pengerjaannya yang rapi, sebab justru akan membuat jauh lebih mahal daripada memasang overfender aftermarket.
Menariknya, seluruh ubahan tersebut tetap dijaga agar tidak menghilangkan identitas dasar Honda Odyssey RB3. Sehingga, tidak menjadi “show car berlebihan”. Masih terlihat seperti Honda Odyssey.
Yang berubah hanyalah posisi duduk, proporsi, dan detail-detailnya. Coba cek front bumper dan lampu yang masih OEM. Body line tetap RB3. Justru restraint seperti ini biasanya lebih dihargai di komunitas stance, bahkan VIP sekalipun.
Yang membuat paket modifikasi ini semakin menarik adalah pembuktiannya di jalan.
Sebab Koh Andi membawanya jauuuh.
Bukan hanya mengisi ruang kontes, namun road trip ratusan kilometer.
Tahun lalu ia membawanya ke Medan-Toba-Medan, 3 minggu lalu Koh Andi membawanya dari Pekanbaru-Bukittinggi-Sitinjau Lauik-Padang-Mandeh-Payakumbuh-Pekanbaru.
Tanpa mogok.
Tanpa isu.
Tanpa keluhan.
Pengalaman itu sekaligus membuktikan bahwa seluruh komponen yang dipilih bukan sekadar untuk mengejar tampilan. Brembo, Dastek Unichip, AirBFT, dan Beebot adalah kombinasi perjalanan yang sudah terbukti.
Jalan tol, pesisir pantai, dan pegunungan sukses dilalui.
Elegan, fungsional, dan tidak kehilangan identitas aslinya.
Jalan segelap apapun dapat ditembus oleh kombinasi Beebot GR Pro FP Bi-LED projector headlamps dan Beebot MK1 mini laser auxiliary driving lights.
Sebuah pendekatan yang menunjukkan bahwa stance, ketika dikerjakan dengan proporsi dan kualitas yang tepat, tetap bisa dinikmati sebagai mobil perjalanan, bukan hanya penghuni area display. ![]()
Workshop:
Creative Automodified @creative_automodified
Data Mods:
Natural wide body, custom front fender vents, custom-mixed Jade Green paint by Plan Paint, Albino taillights, custom front splitter, custom side skirts, Modulo rear spoiler, custom retrimmed seats, custom downpipe, Dastek Unichip ECU tuning, Beebot GR Pro FP Bi-LED projector headlamps, Beebot MK1 mini laser auxiliary driving lights, VIP Forged 19x(9.5+10.5) inches (ET -15 / -25), Accelera PHI 235/35R19 front & 245/35R19 rear, custom front & rear camber kit, Brembo GT6 355 mm/6-pot & GT4 355 mm/4-pot brakes, AirBFT air suspension, Air Lift management system, Ground Zero 3-way speaker system, Sonny super tweeters, Ground Zero 10-inch subwoofer, custom 4-way A-pillar pods, HELIX DSP processor, Ground Zero monoblock amplifier, Crescendo 4-channel amplifier, JVC Hi-Res audio head unit





















