Pasar motor petualang kelas menengah (500 cc) di Tanah Air belakangan makin ramai. Apalagi dengan hadirnya berbagai model terbaru yang ditawarkan oleh pabrikan Jepang, Tiongkok, hingga Eropa.
BMW Motorrad pun tak ingin ketinggalan meramaikan segmen ini. Memanfaatkan gelaran GIIAS 2026, jenama asal Jerman ini merilis F 450 GS, Kamis (30/7/2026).

Motor ini diposisikan sebagai pintu masuk paling terjangkau menuju keluarga GS, lini adventure paling ikonik dari BMW Motorrad tanpa menghilangkan karakter adventure yang selama ini melekat pada nama tersebut.
Secara tampilan, F 450 GS mengadopsi GS Flyline, yakni garis desain ikonik pada lini sepeda motor petualangan BMW GS. Desain ini mengalir dinamis dari sepatbor depan, kokpit, tangki, jok, hingga ke bagian belakang untuk memberikan kebebasan bergerak dan postur berkendara yang santai.

Di bagian depan, terdapat lampu utama full LED berbentuk X yang terinspirasi dari sang kakak, R 1300 GS.
Bodinya dibuat ramping dengan jok model terpisah (split). Tinggi joknya sendiri ada di angka 845 mm. Cukup tinggi buat ukuran motor petualang kelas menengah, tapi masih dalam batas wajar buat rata-rata pengendara postur Asia yang berpengalaman.
Kaki-kakinya mengandalkan suspensi upside-down (depan) dan monoshock (belakang). Keduanya punya travel panjang dan bisa disetel penuh (fully adjustable), jadi bisa disesuaikan dengan karakter berkendara pemilik.
Bannya pakai Maxxis Maxxplore jenis dual purpose dengan ukuran 100/90 R19 di depan dan 130/80 R17 di belakang.

Dapur pacunya pakai mesin dua silinder segaris 420 cc 4-tak yang benar-benar baru, bukan turunan dari mesin laws BMW manapun. Tenaga maksimal yang dihasilkan mencapai 48 hp di 8.750 rpm dengan torsi puncak 43 Nm di 6.750 rpm. Mesin terebut dikombinasikan dengan transmisi manual 6-percepatan.
Tenaga dari mesin disalurkan ke roda belakang melalui rantai. Sedangkan kecepatan maksimalnya diklaim tembus 160 km/jam.

Bagian bawah mesin juga aman dari benturan, karena sudah dilengkapi dengan engine guard.

Tangki bahan bakarnya punya kapasitas 14 liter. Cukup buat menopang perjalanan jarak menengah tanpa harus sering mampir pom bensin.
Bobotnya sendiri 178 kg, terhitung ringan untuk motor bergaya adventure yang biasanya tembus di atas 200 kg.
BMW juga menyematkan Easy Ride Clutch (ERC). Teknologi ini memungkinkan pengendara jalan, berhenti, sampai pindah gigi tanpa harus menarik tuas kopling sama sekali, meski tuasnya tetap terpasang dan bisa dipakai manual kapan saja saat dibutuhkan. Saat menghadapi kemacetan atau jalur teknikal yang mengharuskan pengendara berkali-kali memainkan kopling, sistem ini diklaim bisa mengurangi beban pada tangan sekaligus membuat perpindahan gigi terasa lebih halus. BMW menyebut teknologi tersebut menjadi yang pertama hadir pada model di kelas ini.
Karakter motornya juga bisa disesuaikan lewat Riding Mode Pro. BMW menyediakan beberapa pilihan mode berkendara, mulai dari Rain, Road, Enduro, dan Enduro Pro.
Buat urusan keamanan, motor ini sudah dilengkapi Switchable ABS Pro dan Dynamic Traction Control (DTC) yang bisa dimatikan sesuai kebutuhan pengendara.

Area kokpit juga dibuat modern. Di depan pengendara terpasang layar TFT berwarna berukuran 6,5 inci yang sudah mendukung konektivitas smartphone. Layar ini dapat menampilkan berbagai informasi kendaraan sekaligus navigasi turn by turn.
BMW juga menambahkan heated grips dengan beberapa tingkat pengaturan agar tangan pengendara tetap nyaman ketika berkendara di udara dingin. Selain itu, ada juga handguard untuk melindungi tangan saat ‘blusukan’ di area yang banyak pepohonan.
Untuk urusan banderol, BMW Motorrad Indonesia melepas F 450 GS di harga Rp 418,9 juta on the road Jakarta. Khusus selama gelaran GIIAS 2026, calon pembeli bisa menikmati harga promo Rp 398,9 juta on the road Jakarta. ![]()







