Ada satu fakta yang jarang disadari kebanyakan orang soal sejarah otomotif dunia. Mobil pertama yang pernah dibuat manusia dan mobil pertama yang menginjakkan roda di tanah Indonesia ternyata lahir dari pabrik yang sama, yaitu Mercedes-Benz.

Cerita itu jadi salah satu yang diangkat Mercedes-Benz Indonesia dalam rangkaian perayaan 140 Years of Innovation di GIIAS 2026. Alih-alih hanya memamerkan jajaran mobil terbaru, pabrikan asal Stuttgart ini memilih membawa pengunjung mundur ke titik nol perjalanan otomotif modern, jauh sebelum kata “mobil listrik” atau “ADAS” jadi bahan obrolan sehari-hari.

Semuanya bermula pada 1886, saat Karl Benz mematenkan Benz Patent-Motorwagen. Kendaraan beroda tiga dengan mesin satu silinder itu diakui sebagai otomobil pertama di dunia, cikal bakal dari jutaan kendaraan bermotor yang berseliweran di jalan raya hari ini. Tapi penemuan Karl sempat mandek di fase awal karena minim minat pasar, sampai istrinya, Bertha Benz, turun tangan dengan caranya sendiri.

Pada Agustus 1888, tanpa sepengetahuan suaminya, Bertha membawa dua putranya, Eugen dan Richard, menempuh perjalanan dari Mannheim menuju Pforzheim yang berjarak sekitar seratus kilometer. Sepanjang jalan Bertha harus membersihkan saluran bahan bakar yang tersumbat pakai jepit rambutnya, mengisolasi kabel dengan pengikat kaus kaki, sampai meminta tukang sepatu di kota Bruchsal melapisi rem dengan kulit karena kampas aslinya sudah aus. Perjalanan nekat itu justru jadi bukti nyata bahwa Motorwagen bukan sekadar mainan orang kaya, melainkan alat transportasi yang benar benar bisa diandalkan untuk jarak jauh.

Replika Benz Patent-Motorwagen itulah yang kini mejeng di booth Mercedes-Benz GIIAS 2026, hasil kolaborasi dengan Museum Nasional Indonesia. Pengunjung bisa melihat langsung wujud kendaraan yang mengubah arah industri otomotif dunia, lengkap dengan detail konstruksi kayu dan roda jari jarinya yang jauh berbeda dari mobil masa kini.

Yang menarik, hubungan Mercedes-Benz dengan Indonesia ternyata sudah terjalin sejak sebelum negeri ini merdeka. Pada 1894, Benz Victoria Phaeton mendarat di Solo, Jawa Tengah, dipesan langsung oleh Sri Susuhunan Pakubuwono X dari Kasunanan Surakarta. Kedatangan mobil ini bahkan mendahului Belanda yang baru menerima unit pertamanya pada 1896, menjadikan Pakubuwono X salah satu pemilik mobil paling awal di dunia, bukan cuma di Asia.

“Banyak inovasi yang hari ini kita anggap sebagai hal yang biasa di sebuah mobil sebenarnya berawal dari Mercedes-Benz. Melalui GIIAS 2026, kami ingin mengajak masyarakat melihat kembali perjalanan tersebut, mulai dari otomobil pertama di dunia, otomobil pertama yang hadir di Indonesia, hingga berbagai teknologi keselamatan yang kini telah menjadi standar industri. Kami juga menunjukkan bagaimana semangat inovasi itu terus berlanjut melalui jajaran kendaraan terbaru Mercedes-Benz,” ujar Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia.