JAECOO baru saja mengumumkan pencapaian penjualan yang cukup solid buat J5 EV, model kompak yang selama ini jadi tulang punggung mereka di segmen SUV listrik Indonesia.
Berdasarkan data GAIKINDO periode Juli 2026, JAECOO J5 EV terjual 3.200 unit secara retail. Angka ini naik sekitar 4,9 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencatat 3.050 unit. Kalau ditotal dari Januari sampai Juli 2026, J5 EV sudah membukukan 20.186 unit, dan capaian Juli ini sekaligus jadi rekor penjualan bulanan tertinggi model tersebut sepanjang tahun berjalan.
Yang menarik, tren penjualannya tak menunjukkan lonjakan drastis dari bulan ke bulan, melainkan pergerakan yang cenderung stabil. Januari 2.031 unit, Februari melompat ke 3.028 unit, Maret sedikit turun ke 2.868 unit, April 3.009 unit, Mei 3.000 unit, Juni 3.050 unit, dan Juli menyentuh 3.200 unit. Pola semacam ini biasanya jadi indikator bahwa sebuah produk sudah mulai punya basis pembeli yang konsisten, bukan sekadar terdorong oleh promo musiman.
Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing OMODA & JAECOO Indonesia, menyebut pencapaian ini sebagai bentuk kepercayaan konsumen terhadap J5 EV. Menurutnya, di tengah persaingan SUV yang makin ketat, desain, performa, fitur, sampai teknologi yang dibawa J5 dianggap masih relevan buat kebutuhan pasar domestik.

Momentum ini kemudian dimanfaatkan JAECOO buat menggaet konsumen baru lewat GIIAS 2026. Selama pameran berlangsung, tepatnya 30 Juli sampai 9 Agustus 2026, publik bisa melakukan online booking untuk JAECOO J5 EV Premium seharga Rp 319.900.000. Pembeli yang booking di periode ini dapat memilih satu dari dua paket benefit, Stylish Package berupa bodykit gratis, atau Ownership Package berupa asuransi gratis selama satu tahun.
Kalau dilihat lebih jauh, J5 EV sebenarnya punya peran yang agak berbeda dibanding lini produk JAECOO lainnya. Model ini jadi pintu masuk merek tersebut ke ranah kendaraan listrik murni, sementara lini J7 dan produk hybrid lain masih mengandalkan teknologi Super Hybrid System mereka. Di saat bersamaan, JAECOO juga terus mendorong ekosistem mobilitas pintar lewat OMODA O4 AI Cockpit dan teknologi Super Intelligent Valet Parking atau SIVP yang kini sudah tersedia di Indonesia lewat JAECOO J7 SHS-P SIVP.
Performa J5 tak hanya kuat di Indonesia. Di Inggris, berdasarkan data Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT), OMODA & JAECOO membukukan 8.905 kendaraan terdaftar sepanjang Juli 2026. Pencapaian itu bikin gabungan dua merek ini jadi grup otomotif terbesar ketiga di Inggris berdasarkan jumlah registrasi bulan tersebut, dengan pangsa pasar 5,7 persen, naik dari 4,58 persen di bulan sebelumnya.
Di pasar Inggris, J7 justru yang memegang posisi model terlaris dari dua merek tersebut, dengan 2.709 unit registrasi dan menempati peringkat keempat mobil terlaris se-Inggris pada Juli. J5 sendiri, yang di sana masuk segmen compact, mencatat 2.481 registrasi dan bertengger di posisi ketujuh daftar penjualan bulanan.
Sebagai catatan, OMODA & JAECOO mengklaim sudah menembus penjualan satu juta unit hanya dalam tiga tahun sejak kemunculannya, sebuah rekor yang mereka sebut sebagai salah satu pertumbuhan tercepat di industri otomotif global. Saat ini kedua merek sudah hadir di 77 pasar, mencakup Eropa, Asia, Australia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah, dengan Eropa jadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat mereka, mencakup 22 negara. ![]()
