iCAR datang ke Indonesia dengan penuh perhitungan.
Mesin brand ini mulai bergerak sejak awal 2026.
Pelan-pelan membangun titik temu dengan konsumen.

Januari menjadi titik awal. iCAR perkenalkan V23 secara terbatas melalui sneak peek bersama DNC Car Club dan Andalan Motors di PIK 2. Pendekatannya cukup spesifik. Masuk lebih dulu melalui komunitas dan konsumen yang memang punya ketertarikan pada mobil dengan karakter berbeda.

Sebulan kemudian, iCAR membuka pintu lebih lebar di IIMS 2026. V23 menjadi model pertama yang diperkenalkan secara resmi di Indonesia. Responsnya mulai terlihat. Lebih dari 15.000 pengunjung mendatangi booth iCAR, 818 sesi test drive tercatat, sementara pemesanan V23 menembus lebih dari 300 unit. Tiga penghargaan yang diraih di ajang tersebut ikut memperkuat momentum awal.

Setelah perhatian terbentuk, langkah berikutnya adalah membawa produk semakin dekat dengan konsumen. Pada Mei, V23 resmi diluncurkan dengan harga mulai Rp 389,9 juta. Aktivitas kemudian berlanjut melalui pop-up booth di sejumlah kota dan program weekend test drive pada Juni. Bukan lagi sekadar memperkenalkan nama, tetapi memperbanyak kesempatan bagi konsumen untuk melihat, menyentuh, mencoba, dan mengenali karakter V23 secara langsung.

Kurvanya bergerak naik dengan ritme seperti itu.
Pada Juli, proses delivery pertama V23 mulai berjalan.
Semua itu terjadi saat nama iCAR sendiri masih relatif newbie bagi pasar Indonesia.

Di saat yang sama, mesin iCAR di luar Indonesia terus bergerak lebih cepat. Jaringan penjualannya telah menjangkau lebih dari 40 negara dan wilayah. V23 mencatat pencapaian di Thailand, Hong Kong dan Afrika Selatan, sementara V27 mulai mengambil posisi sebagai flagship global dengan pijakan di Timur Tengah dan rencana ekspansi menuju Asia Tenggara, Oseania hingga Eropa.

Dan mendadak di GIIAS bulan lalu, merek iCAR menjadi viral!

V23-nya terpampang jelas.
Betapa kasual.
Dan gagahnya diajak sedikit keluar dari aspal.

Apalagi ada V27 yang juga jadi bahan pembicaraan.
Bentuk kotaknya dengan proporsi yang berbeda dari kebanyakan SUV listrik.
Keberanian menampilkan mobil dengan gestur yang lebih adventure membuatnya mudah masuk ke radar publik.

Bahasa marketingnya:
V23 membangun awareness, sedangkan V27 memperbesar persepsi terhadap brand.

Di sinilah iCAR menarik untuk dibedah. Ketertarikan terhadap V23 ternyata bukan sekadar asumsi tentang desain yang fotogenik. DeepEnd menyebut pengalaman pertamanya melihat mobil ini sebagai “love at first sight”. Tak perlu dijelaskan, rasanya kita dalam frekuensi penilaian yang sama.

iCAR memang menempatkan desain sebagai pintu masuk. V23 membawa proporsi boxy, wajah yang tegak, overhang yang ringkas, serta detail eksterior yang mempertahankan karakter SUV klasik. Posisi duduk yang commanding ikut memperkuat pengalaman berkendara khas SUV.

Bahkan personalisasi tidak dibiarkan sebagai urusan aksesori belakangan. iCAR menyiapkan lebih dari 20 modular interface melalui konsep Plug & Play, sehingga pemilik punya ruang untuk membangun karakter V23 sesuai gaya masing-masing.

Di titik ini, V23 punya peluang menjadi lifestyle object. Sebab desainnya bukan sekadar tampilan, sementara karakter SUV-nya juga ditopang kemampuan yang relevan. Ground clearance mencapai 210 mm, kemampuan water wading hingga 600 mm, serta enam mode berkendara pada Type Z, termasuk Off-Road, menunjukkan bahwa bahasa adventure yang dibawa V23 bukan sekadar kosmetik.

Love at first sight, lalu pembuktian.