Soal desain, Mitsubishi all-new Pajero usung konsep Grand Charisma. Konsep ini jadi payung besar yang mengikat setiap detail eksterior dan interior SUV flagship generasi kelima ini, dengan misi menghadirkan kesan bertenaga sekaligus mewah.
Proporsi bodinya tetap mempertahankan karakter tegak dan garis horizontal yang jadi ciri khas Pajero generasi pertama. Bedanya, di generasi ini fendernya dibuat lebih ‘berotot’ untuk menegaskan kapabilitas performa, dipadu permukaan bodi yang dipahat lebih detail supaya kesan komandonya makin terasa dari sudut mana pun dilihat.
Bagian depan mengusung filosofi desain yang terinspirasi dari kendo, seni bela diri tradisional Jepang yang menjunjung tinggi disiplin dan ketenangan. Interpretasinya diwujudkan lewat dua pilihan desain gril berbeda, ada gril horizontal bar yang merepresentasikan presisi kerajinan khas Jepang, dan gril honeycomb yang menonjolkan kesan aerodinamis serta fungsional. Lampu depan tampil dengan bentuk huruf T yang bikin wajah Pajero baru terlihat lebih modern dan maju.
Sejumlah elemen desain khas Pajero dari generasi sebelumnya tetap dipertahankan meski sudah diinterpretasi ulang. C-pillar misalnya, terinspirasi dari roll bar generasi pertama, sementara motif heksagonal di buritan jadi reinterpretasi dari ban serep yang dulu menempel di pintu belakang. Kombinasi elemen warisan dan sentuhan modern inilah yang menurut Mitsubishi menjadikan Pajero baru layak disebut flagship generasi baru.

Masuk ke kabin, dashboardnya mengadopsi orientasi horizontal yang jadi ciri khas Pajero generasi pertama, dipadukan dengan sentuhan fungsional yang lebih rapi. Dua layar 14,3 inci disatukan dalam desain monolitik dengan grafis yang terinspirasi warisan Pajero, termasuk tampilan Multi Meter yang menghidupkan kembali kluster triple meter ikonik ke era digital.

Material soft-touch dengan teknik jahitan terinspirasi Kimekomi, kerajinan tradisional Jepang, diterapkan di panel instrumen dan trim pintu. Sentuhan ini yang bikin kabin terasa punya kedalaman visual sekaligus kualitas premium yang sepadan dengan status flagship-nya.
Untuk pilihan warna eksterior, Mitsubishi menghadirkan dua warna tema utama. Armor Copper Metallic dibuat untuk menonjolkan kesan solid dan berat khas logam pekat, mempertegas bentuk bodi yang tebal dan proporsi yang bertenaga. Sementara Phantom Blue Metallic tampil sebagai warna abu-abu kebiruan elegan dengan aksen emas yang muncul seiring perubahan cahaya, cocok dipakai dari kegiatan harian sampai petualangan luar ruang.

Di dalam kabin, skema warna Camel dipilih untuk menghadirkan kesan mewah sekaligus fungsional. Warna ini diambil dari tone material asli sehingga jejak pemakaian harian jadi tidak terlalu kentara, sekaligus dirancang menciptakan kontras yang matang dengan warna hitam agar selaras dengan karakter eksterior yang gagah.
Soal kesenyapan kabin, Mitsubishi memasang kaca akustik di jendela pintu depan dan belakang, ditambah windshield yang juga sudah pakai material serupa. Sejumlah langkah peredaman suara lainnya diterapkan di sekujur bodi, dengan tujuan memastikan penumpang di setiap baris tetap bisa mengobrol santai walau melaju di kecepatan tinggi jalan tol. ![]()


