Apa yang membuat DeepEnder menoleh pada mobil ini?
Apa yang membuat penasaran?
Apa juga yang membuatnya berbeda?

Tak mudah untuk dikatakan.

Perlu dua hal:
1. Dirasakan dari dalam kabin.
2. Dibuktikan di kerasnya jalanan.

Di dunia Erotism, ekosistemnya cenderung mengutamakan customizing.
Di dunia Erotism, ekosistemnya cenderung mengutamakan customizing.
Mobil menjadi medium untuk menerjemahkan selera pemiliknya.

Karena itu, yang pertama kali dibaca biasanya adalah visualnya.

Fitment.
Proporsi.
Detail.

Awalnya, Toyota Innova Reborn G 2025 milik Fahmy Nyenyo dibangun dari kebutuhan yang cukup sederhana. Sebagai mobil keluarga dengan kapasitas untuk membawa istri dan tiga anak.

Basis Innova dipertahankan karena fungsi tersebut tetap menjadi kebutuhan utama. Namun, Fahmy kebanyakan bergaul. Seperti koin mata uang yang diterbangkan, muncul sisi lain dari konsepsi. Pada akhirnya, radikalisasi menyentuh konstruksi, geometri, dan proporsi.

Awalnya senang-senang, selanjutnya pening alang kepalang. Reposisi ground clearance kemudian memengaruhi konstruksi undercarriage, sehingga modifikasi berkembang dari bagian eksterior menuju sasis, gardan dan sistem wheel alignment.

Perubahan terbesar dimulai dari gardan belakang. Innova Reborn menggunakan konstruksi rear axle, sementara Fahmy menggantinya dengan gardan Nissan Cefiro yang dikustom untuk dipasang pada chassis Rodrigo, panggilan Innova ini. Karena bukan konfigurasi plug and play, titik mounting, dimensi, hingga posisi hub terhadap centerline kendaraan harus dikoreksi agar roda tetap berada pada posisi yang sesuai terhadap chassis.

Kenaikan posisi chassis kemudian mengubah hubungan antara chassis, gardan dan suspensi. Karena itu, konstruksi tidak cukup hanya dinaikkan; posisi gardan dan suspensi harus dikembalikan ke center agar perubahan ketinggian tidak menghasilkan pergeseran geometri. Dari sini kebutuhan wheel alignment ikut berubah dan memerlukan camber kit, caster, toe serta pengaturan in-out custom di depan dan belakang.

Suspensi menggunakan air suspension bolt-on FeelAir FT86 dengan management FeelAir V3 4P High Sensor. Sistem ini memungkinkan ride height disesuaikan dengan kebutuhan ruang gerak roda, terutama karena velg 19 inci yang digunakan memiliki lebar 12 inci di depan dan 12,5 inci di belakang. Tangki udara dibuat custom dari aluminium dan ditempatkan mengikuti konfigurasi baru kendaraan.

Target fitment kemudian menentukan pekerjaan pada bodi. Work Meister M1 19 inci dipasangkan dengan ban Sailun 275/30R19. Lebar kombinasi tersebut tidak memungkinkan roda bekerja di dalam ruang fender standar, sehingga radius fender dan widebody dibuat mengikuti posisi aktual roda.

Prosesnya dilakukan berulang untuk mendapatkan clearance sekaligus posisi roda yang tepat terhadap bodi. Add-on body kit Innova Venturer digunakan untuk menyatukan konstruksi baru tersebut dengan bentuk eksterior.

Perubahan geometri juga berdampak pada pengereman. Bagian depan menggunakan Brembo CTS-V 6 pot dengan rotor 355 mm, sedangkan belakang memakai Brembo GT4 4 pot dengan rotor 355 mm. Kaliper dan rotor berukuran tersebut membutuhkan clearance di balik Work Meister M1, sehingga sistem rem, velg, posisi roda dan fender harus ditentukan sebagai satu konfigurasi, bukan sebagai modifikasi terpisah.

Setelah proporsi bodi mengikuti fitment, eksterior dicat ulang dengan custom mixing Belkote Paint berwarna Tiffany Blue. Panoramic top cut Toyota Harrier dan emblem Vitz RS Japan melengkapi perubahan eksterior. Sistem pencahayaan menggunakan dua set Osram CBI Easy, slim frame SFL dan Demon RGB SFL, dengan foglamp 3 inci plus Demon.

Kabin kemudian mengikuti pendekatan yang sama. Jok depan menggunakan BMW F10 Series 5 dan bagian belakang BMW F02 Series 7, keduanya diretrim untuk menyesuaikan kebutuhan kabin Innova. Setir, dashboard, door trim dan plafon dilapis sued Alcantara dengan kombinasi carbon. Perubahan material sekaligus menyesuaikan komponen interior baru dengan konstruksi kabin yang sudah berbeda dari standar.

Ruang belakang tidak lagi digunakan sebagai kabin standar karena sebagian volumenya dialihkan untuk sistem audio dan air tank. Pioneer DMH-Z7650 menjadi head unit, dengan speaker depan Cliport, speaker belakang 2-way Ground Zero dan subwoofer Rockford P3. Sistem tersebut diperkuat monoblock Lightning Audio by Straight, power 4-channel Lightning Audio by Straight dan processor TPR. Penempatan seluruh perangkat harus mengikuti ruang yang tersisa setelah instalasi sistem air suspension.

Mesin tetap menggunakan basis bawaan. Perubahannya berada pada kalibrasi dan aliran udara-gas buang melalui remap ECU, open filter K&N dan exhaust full system custom. Remap mengubah parameter kerja mesin, sementara intake dan exhaust mengubah karakter aliran udara masuk dan gas buang. Tidak ada data output tenaga setelah remap yang dicantumkan.

Dengan demikian, pusat modifikasi Innova ini bukan sekadar perubahan tampilan. Penggantian gardan mengubah konstruksi belakang, kenaikan chassis mengubah hubungan suspensi dan wheel geometry, lalu camber, caster, toe serta in-out custom digunakan untuk mengembalikan posisi roda.

Work Meister M1 19 inci dengan ban 275/30 R19 menentukan kebutuhan radius fender, sementara air suspension mengatur ride height dan sistem Brembo harus mengikuti kebutuhan clearance dari konfigurasi tersebut. Interior, audio, eksterior dan mesin kemudian dikembangkan mengikuti konstruksi yang sudah berubah, sementara fungsi dasarnya sebagai mobil keluarga tetap dipertahankan.

Now you know, DeepEnder.


Workshop:
Undercarriage: @cenkgaragecustom
Body work: @yc_autoworks
Audio: @geautogarage

Data Mods:
FeelAir FT86 bolt-on air suspension, FeelAir V3 4P High Sensor air suspension management, custom front and rear camber kit, caster and toe adjustment, custom front and rear toe-in/toe-out setup, custom Nissan Cefiro rear differential adapted to the Innova Reborn chassis, custom aluminum air tank, Work Meister M1 19 × 12-inch front and 19×12.5-inch rear wheels, Sailun 275/30 R19 tires with a flush fitment, Brembo CTS-V 6-piston front BBK with 355 mm rotors, Brembo GT4 4-piston rear BBK with 355 mm rotors, custom-mixed Belkote Paint repaint, custom-radius fenders, Innova Venturer add-on body kit, Toyota Harrier panoramic roof cut, Vitz RS Japan emblem, two sets of Osram CBI Easy headlamps, slim-frame SFL, Demon RGB SFL, 3-inch fog lamps with Demon lighting, retrimmed BMW F10 5 Series front seats, retrimmed BMW F02 7 Series rear seats, retrimmed steering wheel finished in suede Alcantara with carbon accents, dashboard finished in suede Alcantara with carbon accents, door trims finished in suede Alcanta, ra with carbon accents, headliner finished in suede Alcantara with carbon accentsPioneer DMH-Z7650 head unit, Cliport front speakers, Ground Zero 2-way rear speakers, Rockford Fosgate P3 subwoofer, Lightning Audio by Straight monoblock amplifier, Lightning Audio by Straight 4-channel amplifier, TPR audio processor, ECU remap, K&N open air filter, full-system custom exhaust