Audi memulai produksi A2 e-tron di Ingolstadt, Jerman, pada September 2026. Mobil listrik kompak ini dikembangkan dengan proses yang berbeda dari proyek kendaraan Audi sebelumnya. Waktu dari awal pengembangan hingga kesiapan produksi berhasil dipangkas 21 bulan.

Audi tidak menyebut 21 bulan tersebut sebagai hasil penghematan pada satu tahapan tertentu. Pemangkasan terjadi dari sejumlah perubahan dalam proses pengembangan dan persiapan produksi.

Berikut langkah yang diterapkan Audi pada proyek A2 e-tron:

1. Proses Pengembangan Dibuat Lebih Ringkas
Audi menggunakan pengalaman dari proyek kendaraan sebelumnya untuk menyederhanakan proses kerja A2 e-tron. Koordinasi dalam proyek dikurangi sehingga waktu dan tenaga yang dibutuhkan selama pengembangan ikut turun. Audi menyebut proses yang lebih ringkas ini sebagai salah satu faktor yang memungkinkan proyek berjalan lebih cepat.

2. Kompleksitas Kendaraan Dikurangi
Audi mengurangi jumlah varian dan kompleksitas A2 e-tron. Keputusan tersebut berdampak pada pekerjaan engineering, pengujian, validasi, hingga persiapan produksi. Semakin sedikit kombinasi yang harus ditangani, semakin pendek pula daftar konfigurasi yang harus disiapkan dan diuji.

3. Kematangan Kendaraan Dicapai Lebih Awal
Perubahan proses membuat A2 e-tron mencapai tingkat kematangan yang dibutuhkan untuk produksi lebih awal pada fase praproduksi. Audi dapat menyelesaikan penyempurnaan kendaraan lebih cepat sebelum produksi reguler dimulai, sehingga jarak antara pengembangan dan kesiapan produksi menjadi lebih pendek.

4. Jumlah Komponen Produksi Dikurangi
A2 e-tron menggunakan lebih sedikit nomor komponen produksi. Pengurangan ini mengurangi kerumitan pengadaan dan logistik karena jumlah komponen yang harus dipasok, disimpan, serta dialirkan ke lini produksi menjadi lebih sedikit.

5. Fasilitas yang Sudah Ada Digunakan Kembali
Audi tidak menyiapkan seluruh fasilitas produksi dari awal. Produksi A2 e-tron memanfaatkan fasilitas di Ingolstadt yang sudah digunakan untuk model lain. Pembuatan bodi A2 e-tron dilakukan dalam fasilitas yang juga menangani Audi A3. Lebih dari 1.200 komponen produksi, termasuk sekitar 250 robot, digunakan kembali dari produksi model Audi lainnya.

6. Urutan Kendaraan Ditentukan Enam Hari Sebelum Perakitan
Audi menerapkan prinsip produksi yang disebut string-of-pearls. Urutan kendaraan yang akan dirakit ditentukan enam hari sebelumnya. Pemasok kemudian menyiapkan komponen sesuai urutan tersebut sehingga material tiba di lini produksi mengikuti kendaraan yang akan dirakit. Cara ini mengurangi kebutuhan penyimpanan dan proses pengurutan komponen di pabrik.

Dengan perubahan tersebut, Audi memangkas 21 bulan dari siklus pengembangan hingga kesiapan produksi A2 e-tron. Rilis Audi tidak merinci berapa bulan yang berasal dari masing-masing langkah, sehingga angka 21 bulan tidak dapat dibagi menjadi penghematan per tahap. Data yang diberikan Audi menunjukkan bahwa pemangkasan tersebut merupakan hasil dari perubahan proses pengembangan, penyederhanaan kendaraan, percepatan praproduksi, serta pemanfaatan fasilitas dan peralatan yang sudah tersedia.