Sudah 6 bulan ini, banyak banget seliweran X-Trail di medsos.
Mostly pada jualan.
Putih, merah, hitam, bahkan ada yang pakai velg Skyline.

Tapi yang silver ini pop up begitu saja.
Meman hanya tampil sekali, dan untungnya Deepend simpan.
Magnetnya kuat.

Minimalis, tanpa 5 sektor.
Tidak mahal, hanya butuh ciamik ngesetnya.
Plus sedikit custom yang boleh jadi tak semua orang peduli di zaman validasi gengsi.

Basis modifikasi ini adalah Nissan X-Trail ST T30 tahun 2005 yang secara konstruksi masih mempertahankan konfigurasi standar kendaraan. Muhammad Faqih tidak mengubah karakter dasar X-Trail menjadi kendaraan off-road ekstrem, melainkan mengarahkannya ke kebutuhan semi-overland. Konsep tersebut terlihat dari pemilihan perangkat pendukung perjalanan seperti roof rack, awning, lampu tambahan, hingga ban all-terrain (AT), sementara komponen utama kendaraan tetap dipertahankan agar X-Trail masih relevan digunakan sebagai kendaraan harian.

Pada sektor roda, X-Trail menggunakan ban all-terrain berukuran 225/70 R16. Ukuran ini memberikan karakter visual yang lebih berisi dibandingkan konfigurasi standar, sekaligus mendukung kebutuhan ketika kendaraan digunakan melewati jalan berbatu, permukaan tanah, maupun jalur perbukitan dengan kondisi yang tidak selalu ideal. Ban AT dipilih bukan semata karena tampilan, tetapi karena pola tapaknya lebih sesuai untuk penggunaan di permukaan dengan tingkat cengkeraman yang bervariasi dibandingkan ban jalan raya.

Roda standar kemudian didressed up menggunakan dop velg model MoonEyes custom. Kombinasi dop bergaya klasik dengan ban AT menciptakan kontras antara elemen visual bergaya JDM dan karakter semi-overland pada kaki-kaki. Pemilihan dop juga membuat tampilan roda tidak terlalu berat secara visual, terutama karena X-Trail ini tetap mempertahankan konsep clean look. Seluruh kombinasi roda tersebut dibiarkan bekerja dalam konfigurasi yang relatif standar tanpa ubahan ekstrem pada sistem suspensi maupun bodi.

Kebutuhan perjalanan jarak jauh dan aktivitas di area perbukitan diterjemahkan melalui penambahan roof rack Rhino Custom pada bagian atap. Komponen ini berfungsi sebagai area tambahan untuk membawa perlengkapan ketika kapasitas ruang kabin tidak mencukupi. Di atas atau pada area roof rack tersebut juga terdapat awning tent RMX yang memperkuat fungsi X-Trail sebagai kendaraan perjalanan. Penambahan perangkat tersebut sekaligus mengubah proporsi visual bagian atas kendaraan sehingga X-Trail memiliki karakter semi-overland tanpa harus menggunakan perangkat eksternal dalam jumlah berlebihan.

Untuk kebutuhan penerangan tambahan, bagian depan mendapatkan lampu tembak Hella. Posisi lampu tambahan menjadi bagian dari perangkat fungsional sekaligus elemen visual karena bentuk dan dimensinya ikut memengaruhi karakter fascia depan. Penggunaan lampu tambahan ini lebih relevan dengan konsep perjalanan ke area minim penerangan, khususnya ketika kendaraan digunakan di luar lingkungan perkotaan. Sementara itu, perangkat pencahayaan utama kendaraan tetap dipertahankan sehingga modifikasi tidak menghilangkan konfigurasi dasar sistem penerangan X-Trail.

Bagian eksterior kemudian mendapatkan pendekatan two-tone dengan kombinasi silver dan hitam. Warna hitam digunakan untuk memberikan kontras terhadap warna bodi silver sekaligus menguatkan karakter kendaraan yang diarahkan ke gaya semi-overland. Skema ini juga membuat berbagai aksesori berwarna gelap seperti roof rack, lampu tambahan, dan elemen pada area kaca dapat menyatu dengan keseluruhan tampilan tanpa terlihat sebagai komponen yang berdiri sendiri.

Pada area kaca, konsep clean look diterapkan melalui penggunaan kaca film bening kebiruan dengan tingkat kegelapan 20 persen dan fitur heat protection. Pilihan tersebut menjaga tampilan kaca tetap relatif terang sehingga tidak bertabrakan dengan konsep clean look, sekaligus memberikan perlindungan terhadap panas matahari. Karakter kaca yang tidak terlalu gelap juga mempertahankan kesan visual X-Trail sebagai kendaraan era 2000-an yang masih menggunakan desain eksterior relatif sederhana.

Perangkat eksterior tambahan lainnya berasal dari EGR, yakni deflecta, back visor, dan talang air. Ketiga komponen tersebut tidak mengubah bentuk dasar bodi, tetapi memberikan detail tambahan pada area kaca dan bagian atas kendaraan. Deflecta membantu membentuk detail pada area jendela depan, sementara talang air mengikuti garis bagian atas pintu. Back visor ditempatkan pada bagian belakang untuk memberikan aksen tambahan pada area kaca belakang sekaligus memperpanjang kesan visual bagian atas bodi.

Salah satu detail yang cukup spesifik adalah penggunaan Dog Net dari Chevrolet Zafira. Komponen tersebut diaplikasikan sebagai bagian dari kebutuhan dan detail interior kendaraan. Kehadiran dog net memberikan fungsi pembatas antara area penumpang dan ruang belakang sekaligus mendukung konsep X-Trail sebagai kendaraan yang digunakan untuk perjalanan dengan membawa berbagai perlengkapan. Penggunaan komponen dari kendaraan berbeda juga menunjukkan pendekatan modifikasi yang tidak selalu bergantung pada aksesori khusus X-Trail T30.

Bagian belakang menggunakan stop lamp dengan gaya Japan clear look. Detail ini menjadi penyeimbang terhadap konsep two-tone pada bodi karena area buritan mendapatkan tampilan yang lebih bersih dan ringan. Gaya clear juga menjaga kesinambungan tema JDM yang menjadi salah satu referensi utama modifikasi. Perubahan tersebut tidak mengubah bentuk rumah lampu belakang, sehingga karakter desain asli X-Trail T30 masih mudah dikenali.

Secara keseluruhan, pendekatan modifikasi memang sengaja tidak diarahkan kepada perubahan ekstrem. Mesin, sistem penggerak, suspensi, dan sebagian besar komponen utama masih dalam kondisi standar. Fokus pengerjaan lebih banyak diberikan kepada kesiapan kendaraan menghadapi penggunaan dengan medan yang lebih beragam, kemudian dilanjutkan dengan penyesuaian roda, perangkat penyimpanan, perlengkapan perjalanan, serta detail eksterior. Dengan basis kendaraan berusia lebih dari dua dekade, pekerjaan terbesar justru berada pada memastikan komponen-komponen lama tetap berada dalam kondisi layak sebelum aksesori dan perangkat pendukung ditambahkan.

Usia X-Trail T30 menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses modifikasi. Ketersediaan komponen untuk generasi ini sudah tidak semudah kendaraan yang lebih baru, terutama untuk aksesori tertentu seperti back visor dan deflecta EGR. Kondisi tersebut membuat proses modifikasi tidak sekadar memilih aksesori berdasarkan katalog, tetapi juga harus mempertimbangkan ketersediaan barang dan kondisi part yang ditemukan. Pada kendaraan berusia panjang, penggantian komponen yang sudah mengalami penurunan kondisi menjadi bagian penting agar modifikasi tidak hanya menghasilkan perubahan tampilan.

Pendekatan tersebut juga menjelaskan mengapa konfigurasi X-Trail ini tetap relatif standar meskipun sudah menggunakan ban AT 225/70 R16, roof rack, awning, dan lampu tambahan. Modifikasi tidak dilakukan dengan mengorbankan fungsi dasar kendaraan. Proporsi ban, perangkat atap, dan aksesori eksterior dipilih agar masih dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari, sementara perlengkapan tambahan baru memberikan keuntungan ketika kendaraan dibawa keluar dari penggunaan perkotaan.

Karakter JDM pada X-Trail ini lebih terlihat melalui detail dan cara penyusunan aksesori daripada penggunaan komponen performa. Dop MoonEyes, clear look pada stop lamp, kaca dengan karakter bening kebiruan, serta aksesori EGR membentuk sisi clean look. Di sisi lain, ban AT, roof rack Rhino Custom, awning tent RMX, dan lampu tembak Hella memberikan fungsi yang identik dengan kendaraan perjalanan. Dua pendekatan tersebut kemudian ditempatkan dalam satu basis X-Trail T30 tanpa perubahan bodi yang berlebihan.

Pengerjaan dan pemilihan detail modifikasi melibatkan Ping Wheels serta David Zutur sebagai referensi atau pihak yang terkait dengan proses modifikasi. Kombinasi komponen yang digunakan memperlihatkan bahwa arah modifikasi tidak mengejar sebanyak mungkin aksesori, melainkan memilih beberapa bagian yang mempunyai fungsi sekaligus memberi perubahan visual.

Hasil akhirnya tetap mempertahankan bentuk dasar X-Trail ST T30, tetapi dengan proporsi yang lebih siap untuk perjalanan luar kota, terutama ketika kondisi jalan mulai keluar dari karakter jalan perkotaan.

Dengan konfigurasi tersebut, Nissan X-Trail T30 ini berada di antara kendaraan harian dan kendaraan perjalanan ringan. Ban AT memberikan perubahan paling nyata pada karakter penggunaan, sementara roof rack dan awning menambah kemampuan membawa perlengkapan.

Lampu tembak memberikan dukungan penerangan tambahan, sedangkan detail eksterior seperti two-tone, EGR, clear lamp, wheel cover Zutur Parts, dan kaca film 20 persen menjaga agar kebutuhan fungsional tersebut tetap berada dalam koridor clean look. Basis mekanis yang masih standar membuat seluruh modifikasi tetap berorientasi pada mempertahankan fungsi asli X-Trail sebagai kendaraan serbaguna.

Bagaimana, setuju kan “simplicity is a character”?


Workshop:
Wheels & Undercarrriage: Ping Wheels @pingwheels
Wheel Covers: Zutur Parts @davidzutur

Data Mods:
Zutur Parts wheel covers, 225/70 R16 all-terrain tyres, Hella auxiliary driving lights, Rhino custom roof rack, RMX awning tent, EGR wind deflectors, rear visor and rain guards, Japan-style clear-look tail lamps, two-tone black and silver exterior, Chevrolet Zafira dog net, stock engine, drivetrain and suspension configuration