Garansi baterai seumur hidup memang terdengar seperti ‘angin surga’ yang susah ditolak calon pembeli mobil listrik. Maklum, baterai masih jadi salah satu komponen paling bikin was-was ketika bicara soal biaya kepemilikan EV dalam jangka panjang.

Leapmotor Indonesia sekarang menawarkan hal tersebut untuk B10 dan C10. PT Indomobil National Distributor selaku APM Leapmotor di Indonesia menghadirkan program Lifetime Battery Warranty yang memberikan perlindungan baterai tegangan tinggi selama masa kepemilikan kendaraan oleh pemilik pertama.

Tapi jangan buru-buru mengartikan kata lifetime sebagai baterai yang bakal digaransi seumur hidup dalam kondisi apa pun. Di balik program ini ada sejumlah ketentuan yang wajib dipenuhi pemilik.

Salah satunya soal perawatan. B10 dan C10 harus menjalani servis berkala sesuai jadwal di jaringan bengkel resmi Leapmotor, menggunakan suku cadang asli, dan tetap dioperasikan mengikuti ketentuan penggunaan dari pabrikan.

Ada juga batas pemakaian yang cukup spesifik, yakni maksimal 30.000 km per tahun. Jadi, meski namanya Lifetime Battery Warranty, pemilik tetap perlu memperhatikan seberapa jauh mobil digunakan setiap tahunnya.

Status kepemilikan juga bukan detail kecil. Program ini hanya berlaku untuk pemilik pertama Leapmotor B10 dan C10 di Indonesia. Artinya, perlindungan tersebut diberikan dalam konteks masa kepemilikan konsumen pertama sesuai ketentuan program yang ditetapkan Leapmotor.

Kemudian ada bagian yang sering luput ketika mendengar istilah garansi baterai seumur hidup, yaitu kondisi yang memang tidak ditanggung. Leapmotor secara tegas menyebut penurunan kapasitas baterai yang terjadi secara alami akibat usia dan penggunaan normal kendaraan tidak termasuk dalam program ini.

Kerusakan akibat kecelakaan, kebakaran, korosi, penggunaan untuk kompetisi atau balap, hingga kendaraan yang dioperasikan sebagai rental juga dikecualikan. Begitu pula kondisi lain yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan penggunaan dan perawatan dari Leapmotor.

Kalau baterai bermasalah dan pemilik mengajukan klaim, prosesnya pun tidak serta-merta berujung pada penggantian baterai. Kendaraan akan lebih dulu menjalani pemeriksaan teknis di bengkel resmi Leapmotor menggunakan prosedur diagnosis pabrikan untuk mengetahui penyebab kerusakannya.

Tan Kim Piauw, CEO PT Indomobil National Distributor, mengatakan Lifetime Battery Warranty merupakan bagian dari upaya memberikan dukungan kepada konsumen bukan cuma ketika mobil diserahkan, tetapi sepanjang masa kepemilikannya.

“Di Leapmotor, kami percaya bahwa pengalaman memiliki kendaraan listrik tidak berhenti saat konsumen menerima kendaraan, tetapi terus berlanjut sepanjang masa kepemilikannya. Melalui Lifetime Battery Warranty, kami ingin menghadirkan rasa tenang sekaligus memberikan nilai lebih bagi pelanggan dalam menikmati kendaraan listrik Leapmotor untuk berbagai aktivitas dan kebutuhan mobilitas sehari-hari,” ujar Tan Kim Piauw.

Brand Head Leapmotor Indonesia, Samual Christian Wowor, mengatakan baterai masih menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen ketika memiliki kendaraan listrik.

“Bagi banyak konsumen, baterai merupakan salah satu pertimbangan utama dalam memiliki kendaraan listrik. Melalui Lifetime Battery Warranty untuk B10 dan C10, kami ingin memberikan rasa tenang sejak awal kepemilikan sekaligus memastikan pelanggan dapat menikmati kendaraan listrik Leapmotor dengan lebih percaya diri dalam jangka panjang,” ujar Samual.

Jadi buat calon pemilik B10 dan C10, yang perlu dibaca bukan cuma kata lifetime-nya. Ada batas 30.000 km per tahun, kewajiban servis di bengkel resmi, penggunaan suku cadang asli, status sebagai pemilik pertama, serta sejumlah kondisi yang tidak masuk cakupan garansi.

Program ini menjadi bagian dari penguatan layanan purna jual Leapmotor di Indonesia, dengan baterai tegangan tinggi sebagai salah satu komponen yang mendapat perlindungan jangka panjang.