Harga Toyota Alphard tahun 2021 yang dijual jauh di bawah pasaran sempat bikin Pak Sis di Surabaya nyaris kena tipu. Selisihnya sampai Rp 65 juta dari harga wajar, cukup untuk membuat siapa pun tergoda mengambil keputusan cepat tanpa banyak tanya. Untungnya transaksi itu batal di tengah jalan, tapi tidak semua orang seberuntung Pak Sis. Seorang ibu rumah tangga di Palembang misalnya, harus menelan kerugian Rp 68 juta karena tergiur mobil murah yang ujungnya fiktif.

Dua kasus itu punya kesamaan pola, yaitu penipuan segitiga. Modus ini sudah lama berkeliaran di ranah jual beli mobil bekas online, tapi korbannya tidak pernah benar benar berhenti bertambah.

Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, menjelaskan bagaimana skema ini bekerja dengan melibatkan tiga pihak sekaligus.

“Modus pelaku penipuan segitiga memanfaatkan celah untuk mengelabui calon pembeli dan penjual. Modus ini melibatkan tiga belah pihak, yaitu penjual asli, calon pembeli, dan pelaku penipuan yang seolah olah bertindak sebagai pembeli sekaligus penjual palsu,” ujar Nur Imansyah Tara melalui keterangan tertulis.

Cara mainnya cukup rapi. Pelaku mencomot foto mobil bekas milik orang lain lalu memasangnya kembali di marketplace atas nama sendiri, dengan harga yang sengaja dipatok lebih rendah dari pasaran biar calon pembeli langsung tergiur. Begitu ada yang berminat, penipu akan meminta uang muka lebih dulu dengan berbagai alasan klasik, misalnya sudah ada calon pembeli lain yang serius. Taktik ini efektif membuat korban buru buru mentransfer DP sebelum kehilangan kesempatan.

Di sisi lain, penipu juga bermain di kepala penjual asli. Ia akan merayu si penjual supaya mau menuruti arahannya, salah satunya dengan mengaku sebagai saudara dari calon pembeli dan meminta penjual tidak banyak bicara langsung ke pihak yang datang mengecek unit. Sebagai imbalan, penjual dijanjikan harga jual yang lebih tinggi dari yang ia tawarkan sendiri.

Kalau skenario ini berhasil dijalankan, penipu bisa mengantongi DP dari pembeli, bahkan sampai pembayaran lunas kalau korban benar benar terpikat. Titik nahasnya baru muncul ketika mobil hendak diambil dan ternyata unit itu milik orang lain yang sama sekali tidak tahu apa apa soal transaksi tersebut. Pihak yang paling dirugikan dalam situasi ini jelas calon pembeli mobil bekas.

Sejalan dengan inisiatif Life is Easy with Auto2000 yang mengusung nilai Dekat, Nyaman, dan Lengkap, Auto2000 menghadirkan layanan THS Inspector sebagai jalan tengah bagi penjual dan pembeli mobil bekas agar transaksi berjalan lebih aman. Layanan ini merupakan bagian dari THS, singkatan dari Auto2000 Home Service, dan fokusnya adalah menyediakan jasa pemeriksaan mobil bekas oleh teknisi Auto2000 yang sudah berpengalaman.

Ada sekitar 177 item pemeriksaan yang dijalankan mencakup bagian eksterior, interior, mesin dan transmisi, sampai pengecekan keaslian dokumen penting kendaraan. Semua proses ini bisa dituntaskan hanya dalam 90 menit sejak mobil dipegang oleh teknisi THS, jadi tidak perlu menunggu berhari hari untuk tahu kondisi sebenarnya dari mobil yang akan dibeli atau dijual.

Auto2000 membagi tipe pemeriksaan berdasarkan ukuran mobil Toyota, mulai dari LCGC, Hatchback, SUV, MPV, hingga model lainnya. Ada juga kategori Old Models yang disiapkan khusus untuk varian Toyota yang sudah berhenti diproduksi di Indonesia, jadi pemilik mobil lawas pun masih bisa memanfaatkan layanan ini.

Dari sisi biaya, THS Inspector dibuat bersaing dengan layanan sejenis dari pihak ketiga. Showroom atau pengusaha jual beli mobkas juga bisa memanfaatkan jasa ini untuk memberi jaminan bahwa kendaraan yang mereka jual dalam kondisi terbaik, sekaligus mendongkrak value mobil tersebut di mata calon pembeli. Kehadiran petugas THS Inspector di tengah proses transaksi otomatis menutup ruang gerak pelaku penipuan, karena mereka tidak bisa lagi berpura-pura menjadi pihak yang sebenarnya tidak berhak atas mobil itu.