Piaggio Group baru saja mengamankan senjata hukum paling ampuh buat melindungi bentuk Vespa Primavera di seluruh Uni Eropa. European Union Intellectual Property Office (EUIPO) resmi mendaftarkan bentuk Primavera sebagai merek dagang tiga dimensi pada 22 Juli 2026, keputusan yang baru diumumkan Piaggio pada 24 September lalu dari kantor pusatnya di Pontedera.

Perlindungan level Uni Eropa ini bukan yang pertama buat Primavera. Piaggio sebelumnya sudah mengunci status serupa di level nasional, lebih dulu di Italia pada Februari 2024, kemudian di Inggris pada November 2025. Bedanya, pengesahan dari EUIPO otomatis berlaku di 27 negara anggota sekaligus, dan mencakup dua kategori sekaligus, kendaraan roda dua asli dan model skala alias miniatur.

Yang membuat keputusan ini lebih dari sekadar formalitas administratif ada di alasan di baliknya. EUIPO menyebut Vespa sebagai skuter yang sudah beredar sejak 1946, dengan reputasi dan pengenalan publik yang melampaui batas Uni Eropa. Bentuknya dianggap sudah punya karakter pembeda yang didapat lewat penggunaan bertahun-tahun, bukan cuma klaim sepihak dari Piaggio.

Pertarungan hukum Piaggio soal bentuk Vespa ini sebenarnya sudah berjalan lebih dari satu dekade dan tak selalu mulus. Kasus paling terkenal melibatkan produsen skuter asal Tiongkok, Zhejiang Zhongneng Industry Group, yang memproduksi skuter ZNEN dengan bentuk yang menurut Piaggio meniru Vespa LX. EUIPO awalnya malah memihak Zhejiang pada 2018, mencabut status merek Vespa setelah perusahaan Tiongkok itu memperkuat posisi mereka di Eropa lewat akuisisi merek Moto Morini.

Piaggio tak menyerah dan membawa kasus itu ke Court of Justice of the European Union (CJEU). Pengadilan tertinggi Uni Eropa itu justru membalikkan keputusan EUIPO, menegaskan bentuk Vespa memang punya karakter pembeda dan berhak dilindungi sebagai merek dagang. Prinsip dari keputusan CJEU inilah yang jadi rujukan utama EUIPO saat menyetujui pendaftaran Primavera kemarin.

Kasus lain yang tak kalah panas menyeret dua merek asal Tiongkok, Motolux dan Dayi Motor, yang ketahuan memamerkan skuter mirip Primavera di pameran EICMA 2019 Milan. Piaggio langsung mengajukan komplain hingga unit-unit itu diangkut keluar dari lokasi pameran. Setahun berselang, pada Mei 2020, divisi pembatalan EUIPO resmi mencoret pendaftaran desain milik Motolux dan Dayi Motor karena dianggap tidak mampu menghadirkan kesan visual yang berbeda dari desain Primavera yang sudah didaftarkan Piaggio sejak 2013.

Piaggio sendiri pernah menyebut, di sela kasus Motolux-Dayi itu, kalau divisi legal mereka berhasil membatalkan lebih dari 50 pendaftaran merek pihak ketiga cuma dalam kurun dua tahun. Angka ini menunjukkan skala masalah pemalsuan desain yang dihadapi Piaggio bukan sesekali, tapi jadi pekerjaan rumah rutin buat tim hukum mereka di Pontedera.

Balik ke keputusan terbaru, poin paling penting buat masa depan bisnis Piaggio ada di klausul soal evolusi desain. EUIPO menegaskan perubahan desain dari generasi ke generasi Primavera tak akan mengurangi perlindungan hukumnya, karena model yang diajukan bisa dianggap sebagai kelanjutan dari model-model sebelumnya sepanjang karakter pembeda utamanya tetap dipertahankan.

Dengan begitu Piaggio dapat kelonggaran untuk terus merombak tampilan Primavera dari waktu ke waktu, entah lewat facelift kecil, perubahan lini warna, atau aksesori baru, tanpa harus mengulang proses pendaftaran merek dari nol setiap kali ada perubahan desain.

EUIPO dalam keputusannya juga menulis kalau Vespa sudah eksis di pasar global, bukan cuma Uni Eropa selama lebih dari 70 tahun. Penggunaan jangka panjang itu membuat konsumen langsung mengasosiasikan bentuknya dengan satu sumber komersial tertentu meski desainnya sudah berubah sepanjang jalan.

Bagi Piaggio, pengakuan ini jadi alat paling komprehensif buat menjaga siluet khas Vespa dari upaya peniruan, apalagi skuter-skuter mirip Vespa dari Tiongkok masih rutin muncul di berbagai pameran otomotif dunia setiap tahunnya.