Peta perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 makin sempit setelah Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) menyapu bersih Sprint dan balapan utama di Mobility Resort Motegi, Jepang, Minggu (4/10/2026). Jaraknya dengan pemuncak klasemen, Jorge Martin (Aprilia Racing), sekarang tinggal dua poin.

Martin sebenarnya yang start paling kencang. Berangkat dari pole position, ia langsung memimpin begitu lampu start padam, diikuti Marc dan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing). Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) menyusul di posisi keempat, di depan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) dan Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3).

Di belakang sana, Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) start buruk dan terlempar dari 10 besar, bahkan sempat disalip Johann Zarco (Castrol Honda LCR) dan Luca Marini (Honda HRC Castrol).

Perebutan kemenangan cepat mengerucut ke tiga nama, yaitu Martin, Marc, dan Bezzecchi. Ketiganya saling adu catatan lap tercepat sampai Bezzecchi mulai melambat di Lap 5. Sejak itu tinggal dua juara dunia yang saling tempel.

Marc mulai memangkas jarak pada Lap 7 lewat lap tercepat dan terus menekan. Martin sempat bertahan, tapi pertahanannya runtuh di Lap 11. Marc menyalip di Tikungan 9 dan mulai membuka jarak kecil di depan.

Martin mencoba membalas satu lap kemudian, namun melebar di Tikungan 9. Pebalap Aprilia itu memilih mengamankan posisi kedua, sementara Marc mengatur ritme sampai garis finis. Total ia membawa pulang 37 poin dari Motegi.

“Saya benar-benar senang dengan 37 poin yang berhasil kami kumpulkan akhir pekan ini, karena itu memang targetnya. Balapannya sulit, terutama di lap-lap awal saat berada di belakang Jorge (Martin). Setelah memimpin, saya tinggal mengatur ritme dan menekan sedikit lebih keras saat dia mendekat,” ujar Marc.

“Memang tidak pernah mudah, tapi feelingnya sudah sangat bagus sejak Sprint, dan hari ini saya bisa konsisten dan presisi. Sekarang kita lihat bagaimana nanti di Indonesia, tapi secara umum, sejak Aragón, di luar Austria, saya merasa sangat nyaman dengan motornya,” lanjutnya.

Posisi ketiga jadi milik Bezzecchi, yang harus menahan serangan terakhir Bastianini dengan selisih cuma 0,078 detik di garis finis. Raul Fernandez (SuperFile Trackhouse MotoGP Team) finis kelima, mengalahkan pahlawan tuan rumah Ai Ogura dan Acosta yang bersaing ketat hampir sepanjang balapan.

Di kubu Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia bangkit dari hasil buruk di Sprint. Start dari baris kelima, Pecco naik ke posisi sembilan lalu finis kedelapan berkat ritme yang terus membaik, sekaligus mengalahkan Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP).

“Balapannya berat. Kami memanfaatkan beberapa crash di depan, tapi secara umum saya tahu kami tidak bisa lebih cepat dari ini. Saya tidak bisa membuat motor melambat di entri tikungan, lalu di exit saya malah berada di posisi yang salah,” kata Pecco.

“Sering kali saya harus mengerem ala stoppie, tapi itu tidak bisa dilakukan sepanjang balapan karena motor jadi sangat nervous. Tim sudah bekerja luar biasa, tapi kami memang tidak bisa berbuat lebih baik akhir pekan ini,” tambahnya.

Marini menembus 10 besar, hasil yang terakhir ia dapat di Assen. Somkiat Chantra (Honda HRC Castrol), pebalap Thailand yang menggantikan Joan Mir, finis ke-13 di depan Maverick Vinales (Red Bull KTM Tech3) dan Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46 Racing Team). Dua pebalap gagal finis, yaitu Alex Marquez dan rookie Diogo Moreira (Pro Honda LCR).

Kemenangan ini punya arti lain buat Ducati. Ini kemenangan ke-100 mereka di MotoGP sejak Luigi Dall’Igna menjabat General Manager Ducati Corse.

“Target akhir pekan ini adalah menang dan kami berhasil. Meski begitu, di balap motor apa pun bisa terjadi, jadi kita tidak pernah bisa benar-benar santai, apalagi ketika pemilihan ban begitu sulit,” ujar Dall’Igna.

“Kami membagi beban kerja antar pebalap saat warm-up dan berhasil memahami arah yang tepat, walau sebenarnya sudah cukup jelas. Marc benar-benar luar biasa dan di balapan-balapan terakhir ini dia melakukan segalanya dengan benar. Pecco juga bekerja baik, meski sedang mengalami masalah,” lanjutnya.

Marc sendiri ikut menyinggung angka 100 itu. “Saya senang dengan 100 kemenangan Gigi dan bisa memberi sedikit kontribusi. Saya memanfaatkan betul semua yang sudah dia bangun bersama Ducati selama bertahun-tahun,” katanya.

Selepas seri ke-16 ini, Marc ada di posisi kedua klasemen dengan 331 poin, cuma dua poin di belakang Martin. Bezzecchi terpaut 49 poin dari puncak. Ai Ogura naik ke peringkat kelima dan menggeser Di Giannantonio dengan selisih tujuh poin, sedangkan Bagnaia ada di peringkat kedelapan dengan 164 poin.

Di klasemen tim, Ducati Lenovo Team menempati posisi kedua dengan 495 poin. Ducati sendiri memimpin klasemen konstruktor dengan 469 poin.

Balapan berikutnya (seri ke-17) bakal digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, pada 9-11 Oktober 2026.