Sebanyak 120 rider yang mengikuti Touring to Mandalika mampir ke Kilang atau Refinery Unit (RU) Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (6/10/2026). Mereka diajak melihat langsung proses pengolahan minyak mentah sekaligus pengujian kualitas BBM sebelum produk tersebut digunakan masyarakat.

Kunjungan ini menjadi salah satu agenda perjalanan mereka menuju Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jadi sebelum lanjut mengejar perjalanan ke lokasi penyelenggaraan MotoGP Indonesia, para rider mendapat kesempatan melihat bagian yang biasanya tidak terlihat saat mereka berhenti di SPBU.

Di Kilang Balongan, para peserta mendapat penjelasan mengenai proses bisnis dan pengolahan minyak mentah. Engineer I RCU Complex Process RU Balongan, Ridho Edistyo Ramadhan, menjelaskan bahwa Balongan memiliki tingkat kompleksitas paling tinggi dibandingkan kilang Pertamina lainnya di Indonesia.

Indikatornya terlihat dari Nelson Complexity Index (NCI) yang mencapai 11,9. Dengan tingkat kompleksitas tersebut, Balongan mampu mengolah minyak mentah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, termasuk Pertamax Turbo.

“Kilang Balongan merupakan kilang dengan tingkat kompleksitas paling tinggi dari seluruh kilang milik Pertamina di Indonesia, dengan Nelson Complexity Index (NCI) 11,9. Artinya, Kilang Balongan mampu menghasilkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, termasuk Pertamax Turbo,” ujar Ridho.

Kapasitas pengolahan minyak mentah di Balongan mencapai 150 ribu barel per hari. Kilang ini juga menjadi salah satu penopang pasokan BBM untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian besar Jawa bagian barat.

Buat rider, bagian yang tidak kalah menarik adalah proses pengecekan kualitas BBM. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan peserta Touring to Mandalika diperlihatkan bagaimana kualitas BBM diperiksa melalui sejumlah tahapan di laboratorium.

“Kami tidak hanya memberikan pengalaman baru kepada para rider, tetapi yang lebih penting, menunjukkan upaya Pertamina menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat sekaligus memperlihatkan uji kualitas BBM melalui tahap berlapis di laboratorium berstandar internasional,” kata Baron.

Sebelum tiba di Balongan, para rider sudah memulai perjalanan dari Jakarta menggunakan Pertamina Enduro dan Pertamax Turbo. Setelah itu, rombongan dijadwalkan melewati sejumlah titik yang berkaitan dengan jaringan bisnis Pertamina di Pulau Jawa, Bali, hingga Lombok.

Baron menyebut perjalanan tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat kesiapan produk dan layanan Pertamina sepanjang rute menuju Mandalika, mulai dari ketersediaan BBM dan pelumas sampai dukungan layanan di berbagai titik.

“Touring ini menjadi pengalaman langsung untuk melihat kesiapan produk dan layanan Pertamina sepanjang perjalanan menuju Mandalika. Para rider bisa merasakan langsung ketersediaan BBM, pelumas, serta dukungan layanan di berbagai titik yang mereka lalui,” ujar Baron.

Kilang Balongan sendiri merupakan salah satu dari enam kilang yang dioperasikan Pertamina di Indonesia. Secara keseluruhan, enam kilang tersebut memiliki total kapasitas terpasang sekitar 1,16 juta barel per hari.

Selain Balongan, jaringan kilang Pertamina mencakup Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, dan Kasim di Papua.

Dari Balongan, perjalanan 120 rider kemudian berlanjut menuju Lombok untuk menyaksikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit.