Biasanya, yang disuruh belajar keselamatan berkendara itu siswanya, sementara guru kebagian mengawasi.

Tapi di acara Cari_Aman Academy Bootcamp regional justru sebaliknya. Guru ikut turun ke lintasan dan duduk di atas motor bareng murid-muridnya.

Ajang ini digelar PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda area Jakarta-Tangerang. Lokasinya di Safety Riding Center Wahana Makmur Sejati (SRC WMS), Tangerang, Jumat (2/10/2026).

Ada tiga sekolah yang ikut serta, yaitu SMKN 5 Kabupaten Tangerang, SMKN 8 Kabupaten Tangerang, dan SMKN 3 Tangerang Selatan. Ketiganya sudah melewati proses penjaringan dan seleksi sebelum ditetapkan sebagai peserta.

Total ada 10 perwakilan yang bertanding, terdiri dari satu guru dan sembilan siswa. Yang diuji bukan cuma pengetahuan dan keterampilan berkendara, tapi juga kemampuan mengedukasi keselamatan berlalu lintas kepada orang lain.

Rangkaian acara dibuka dengan pembekalan prinsip 5P berkendara. Materi ini jadi dasar buat peserta memahami apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum motor jalan, sekaligus membangun pola pikir bahwa keselamatan adalah bagian dari setiap perjalanan.

Dari ruang materi, peserta pindah ke praktik langsung. Mereka mengasah pengereman, keseimbangan, dan slalom untuk menguji seberapa tepat dan terukur mereka mengendalikan motor. Pengetahuan yang baru didapat jadi langsung dicoba di kondisi yang lebih nyata.

Ada juga simulasi memakai Honda Riding Trainer (HRT). Lewat perangkat ini peserta menghadapi berbagai situasi berkendara secara virtual, sambil belajar menentukan respons yang tepat untuk menjaga keselamatan.

Porsi non-teknisnya tidak kalah penting. Peserta dibekali public speaking, komunikasi, dan cara mengedukasi kampanye keselamatan berkendara. Tujuannya, mereka tidak hanya menerapkan #Cari_Aman untuk diri sendiri, tapi juga mampu mengimbau sesama pengguna jalan di lingkungan sekolah.

Soal kenapa konsepnya dibuat begini, Head of Safety Riding PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, punya penjelasan.

“Keselamatan berkendara tidak cukup hanya teori, tetapi mempraktikkan teknik berkendara sekaligus belajar bagaimana menyampaikan pesan keselamatan kepada orang lain. Karena itu, dalam kegiatan ini, aspek pengetahuan, keterampilan, dan komunikasi kami hadirkan secara beriringan,” ujarnya.

Keterlibatan guru bersama siswa dianggap penting untuk membangun ekosistem keselamatan berkendara di lingkungan sekolah. Guru bisa meneruskan edukasi, sementara siswa bisa jadi contoh bagi teman sebayanya.

Untuk hasilnya, SMKN 5 Kabupaten Tangerang mencatatkan prestasi terbaik. Di kategori guru, Muhammad Erlangga berhasil meraih juara. Sementara di kategori siswa, Hero Sanjaya dan Ahmad Bahrul Ulum menjadi peserta terbaik.

“Kami berharap pengalaman selama kegiatan ini tidak berhenti ketika kompetisi selesai. Peserta dapat membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk diterapkan dalam keseharian sekaligus mengajak lingkungan di sekitarnya untuk terus #Cari_Aman. Dengan begitu, edukasi keselamatan berkendara dapat berkembang lebih luas,” tambah Agus.

Prestasi di tingkat regional ini jadi tiket guru dan siswa SMKN 5 Kabupaten Tangerang menuju tingkat nasional. Di sana mereka bersaing dengan peserta terbaik dari Main Dealer Astra Honda se-Indonesia.

WMS sendiri akan terus mendorong keterlibatan guru dan pelajar dalam membangun budaya keselamatan berkendara. Upaya ini bagian dari Sinergi Bagi Negeri (SBN), salah satunya diwujudkan lewat edukasi keselamatan berkendara secara berkelanjutan.

Peran Safety Riding di kegiatan ini juga tidak berhenti di pengetahuan teknik berkendara yang aman. Peserta turut dibekali agar bisa menjadi penyampai pesan keselamatan di lingkungan sekolah dan masyarakat, lewat kolaborasi antara edukasi, praktik, dan keterlibatan generasi muda.