Wayang dan kain tenun biasanya punya ruang sendiri dalam pameran budaya. Namun di Mandalika, keduanya justru berbagi tempat dengan memorabilia MotoGP, termasuk sepatu balap Franco Morbidelli.
Pertemuan budaya lokal dan dunia balap ini hadir lewat Enduro Mandalika Experience 2026, yang digelar Pertamina Lubricants selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Kolaborasi Pertamina Lubricants dan PT Pertamina (Persero) itu diwujudkan lewat Pertamina MotoGP Experience Gallery. Pengunjung bisa melihat berbagai memorabilia Pertamina Enduro VR46 Racing Team sekaligus mengenal perjalanan Pertamina di dunia motorsport. Galeri ini mengusung tema Speed, Energy and Connection, dengan kecepatan dan energi balap bertemu dengan identitas budaya setempat.

Untuk menghadirkan sisi lokal, Pertamina Lubricants menggandeng Museum Negeri NTB. Sejumlah artefak Lombok, mulai dari lukisan, wayang hingga kain tenun, dipajang berdampingan dengan koleksi bertema balap. Bukan sekadar dekorasi, kehadiran benda-benda tersebut menjadi cara untuk membawa kekayaan budaya lokal ke tengah atmosfer MotoGP yang identik dengan teknologi dan kecepatan.
Dari sisi balap, Pertamina Enduro VR46 Racing Team juga tampil dengan livery Garuda khusus Indonesia. Desain tersebut diperkenalkan pada 6 Oktober 2026 di Production Unit Jakarta, fasilitas produksi milik Pertamina Lubricants. Ini menjadi tahun ketiga berturut-turut tim asal Tavullia, Italia, tersebut menggunakan livery khusus saat berlaga di Indonesia.
Penggemar yang ingin membawa pulang memorabilia tim juga punya kesempatan lewat lelang Humanity for Racing 2026. Sebanyak 10 barang dilelang, termasuk sepatu balap Franco Morbidelli, visor Fabio Di Giannantonio, knee pad, teamwear bertema Garuda, serta topi Garuda yang sudah ditandatangani para pembalap. Seluruh hasil lelang akan disalurkan untuk mendukung program sosial ITDC dan MGPA.

Enduro Mandalika Experience 2026 juga membuka akses ke paddock bagi generasi muda. Tiga siswa SMK pemenang Enduro Skill Contest 2026 kategori mekanik mendapat kesempatan mengunjungi markas Pertamina Enduro VR46 Racing Team selama akhir pekan balapan. Mereka bisa melihat langsung lingkungan kerja tim profesional sekaligus mengenal standar dan praktik yang digunakan dalam dunia balap internasional.

Ketiganya adalah Denis Nawaf Ricardo dari SMKN 1 Talaga, Muhammad Wahid Saifulloh dari SMKN 3 Salatiga, dan Khairul Azzam Ibrahim dari SMKN 2 Cilacap. Mereka keluar sebagai juara setelah bersaing dengan peserta dari total 13 SMK binaan dalam kompetisi yang berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung pada 30 September–1 Oktober 2026. Saat ini, Pertamina Lubricants membina 55 SMK di Indonesia.
“Kami percaya bahwa pengembangan kompetensi generasi muda merupakan bagian penting dalam mendorong kemajuan industri otomotif Indonesia. Melalui Enduro Skill Contest 2026 kategori mekanik, kami memberikan kesempatan kepada para pemenang di tingkat nasional untuk belajar langsung di ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Kami berharap pengalaman ini dapat memperluas wawasan siswa tentang perkembangan otomotif global dan menginspirasi untuk terus mengembangkan kompetensi dan mengejar cita-cita,” ujar Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants.

Keterlibatan siswa SMK di lingkungan balap bukan hal baru. Pada Januari 2025, VR46 Riders Academy juga menggelar pelatihan selama tiga hari di Sirkuit Mandalika yang melibatkan pembalap nasional, mekanik, dan siswa SMK otomotif. Pengalaman langsung seperti ini menjadi salah satu cara mempertemukan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri motorsport.
Lewat Enduro Mandalika Experience 2026, Pertamina Lubricants merangkai beberapa aktivitas dalam satu agenda, mulai dari pengalaman motorsport dan apresiasi budaya lokal hingga kegiatan sosial serta pengembangan talenta muda. ![]()
