Marc Márquez punya cara berbeda untuk berbagi pengalaman di luar lintasan balap. Pembalap Ducati Lenovo itu ikut mewarnai sepeda motor bersama siswa sekolah dasar di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Motor hasil karya mereka nantinya bakal dilelang, dengan seluruh hasilnya digunakan untuk membantu meningkatkan fasilitas sekolah yang terlibat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Shell Advance di Lombok pada 8 Oktober 2026. Ada tiga sekolah dasar yang dilibatkan, yaitu SDN 1 Rembitan, SD Negeri Ngolang, dan SD Negeri Gerupuk. Para siswa diberi ruang untuk menuangkan kreativitas mereka, sebelum Marc Márquez ikut menambahkan sentuhan pada sepeda motor tersebut.
Buat Shell Advance, kegiatan ini punya kaitan dengan pengalaman mereka di dunia balap. Selama 27 tahun, Shell dan Ducati menjalin kemitraan teknis dalam pengembangan teknologi pelumas untuk sepeda motor balap. Kerja sama itu dimulai pada 1999, ketika Ducati berkompetisi di WorldSBK, lalu berlanjut ke MotoGP pada 2003.
Pengalaman di lintasan tersebut yang ingin dibawa Shell Advance lebih dekat ke masyarakat. Bukan cuma urusan teknologi dan performa mesin, tetapi juga disiplin, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar. Nilai-nilai itu menjadi bagian dari pesan yang ingin dibagikan kepada generasi muda melalui keterlibatan Marc Márquez.
President Director & Managing Director Lubricants Shell Indonesia, Andri Pratiwa, mengatakan kolaborasi panjang dengan Ducati memberi kesempatan bagi Shell Advance untuk belajar dari lingkungan yang menuntut performa tinggi.
“Bersama Marc Márquez, kami ingin berbagi pola pikir di balik performa terbaik: disiplin untuk terus belajar, ketangguhan dalam menghadapi tantangan, serta keberanian untuk mengejar potensi diri. Kami berharap semangat tersebut dapat menginspirasi generasi muda Indonesia, apa pun cita-cita yang ingin mereka wujudkan,” ujar Andri.
Marc Márquez juga menekankan bahwa pencapaian di level tertinggi balap motor tidak cukup mengandalkan kecepatan. Proses untuk terus berkembang, termasuk menghadapi masa sulit dan belajar dari kesalahan, menjadi bagian dari perjalanan seorang pembalap.
“Mencapai tingkatan tertinggi dalam balap tidak pernah hanya soal kecepatan. Dibutuhkan disiplin, kerja keras, kemampuan untuk belajar dari berbagai momen sulit, dan kemauan untuk terus mencari cara agar dapat menjadi lebih baik,” kata Marc.

Sepeda motor yang diwarnai para siswa bersama Marc Márquez selanjutnya akan dilelang. Seluruh hasil lelang akan didonasikan untuk mendukung peningkatan fasilitas di ketiga sekolah tersebut. Dengan begitu, kegiatan yang mempertemukan siswa dengan juara dunia MotoGP ini juga diarahkan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan pendidikan setempat.
Selain kegiatan di sekolah, program Shell Advance di Lombok turut menyasar komunitas pengendara. Lebih dari 5.000 peserta mengikuti community ride bersama Ladislao di Kota Mataram. Selama berada di Lombok, Ladislao juga dijadwalkan mengunjungi tiga bengkel Shell AutoCare untuk berinteraksi dengan pengendara serta membantu perbaikan atau modifikasi sepeda motor pelanggan.
Andri menambahkan, Shell ingin pengalaman tersebut memberi dampak yang lebih panjang bagi generasi muda dan komunitas lokal. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membawa pengalaman selama puluhan tahun di dunia balap keluar dari sirkuit, dengan Marc Márquez sebagai penghubung antara motorsport, kreativitas, dan masyarakat. ![]()


