Aprilia mencatat hasil istimewa di MotoGP Mandalika 2026. Empat motor RS-GP26 finis berurutan di posisi pertama sampai keempat.

Namun, dominasi seperti ini ternyata bukan yang pertama dalam sejarah MotoGP. Honda pernah melakukannya lebih dari dua dekade lalu, tepatnya di GP Rio de Janeiro 2003.

Balapan di Sirkuit Jacarepaguá, Brasil, pada 20 September 2003 itu dimenangkan oleh Valentino Rossi. Sete Gibernau finis kedua, Makoto Tamada ketiga, dan Max Biaggi keempat.

Kini, lebih dari 23 tahun kemudian, hasil serupa kembali terjadi lewat Aprilia. Marco Bezzecchi memenangkan balapan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, Minggu (11/10/2026), diikuti Raúl Fernández, Jorge Martín, dan Ai Ogura.

Bedanya, empat motor Aprilia yang menguasai Mandalika berasal dari dua tim berbeda. Bezzecchi dan Martín membela Aprilia Racing (pabrikan), sedangkan Fernández dan Ogura memperkuat SuperFile Trackhouse MotoGP Team (satelit). Hasil ini menjadi pertama kalinya Aprilia menempatkan empat pembalapnya di posisi satu sampai empat dalam satu balapan kelas utama.

Bezzecchi menyelesaikan balapan dengan waktu 40 menit 46,582 detik. Start dari posisi kedua, ia mengambil alih pimpinan dari Fernández pada lap ke-19 dan mencatatkan putaran tercepat 1 menit 29,960 detik. Kemenangan ini menjadi yang kelima bagi Bezzecchi musim ini setelah sebelumnya berjaya di Buriram, Goiânia, Austin, dan Mugello. Secara keseluruhan, ia sudah mengoleksi 11 kemenangan di kelas utama.

Hasil di Mandalika juga punya arti tersendiri buat Bezzecchi. Tahun lalu, ia meraih pole position di sirkuit yang sama, tetapi gagal menyelesaikan lap pertama akibat kecelakaan. Kali ini, ia akhirnya bisa pulang dengan hasil yang diinginkan. “Saya senang dengan balapan saya. Saya benar-benar ingin meninggalkan Mandalika dengan hasil yang bagus, dan sejak cedera di Sachsenring, saya terus mengejar kemenangan ini,” ujar Bezzecchi.

Meski begitu, Bezzecchi menyadari peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia tidak mudah. Dengan lima balapan tersisa, ia mengakui peluang yang hilang lebih banyak daripada yang terbuka. Namun, hal itu tidak mengubah pendekatannya bersama tim. Ia menegaskan bukan pembalap yang mudah menyerah, terlebih setelah melewati musim yang penuh tantangan.

Di sisi lain, kemenangan Bezzecchi ikut mengubah persaingan klasemen. Martín kembali memimpin dengan 355 poin, hanya unggul dua angka dari Marc Marquez yang finis keenam di Mandalika. Bezzecchi berada di posisi ketiga dengan 309 poin. Bagi Martín, podium ketiga ini menjadi yang kesembilan musim ini sekaligus yang ketiga secara beruntun setelah Austria dan Jepang.

Martín mengakui Bezzecchi dan Fernández tampil lebih kuat sepanjang akhir pekan. Ia juga masih menyimpan kekecewaan dari sprint race sehari sebelumnya. Dalam balapan pendek tersebut, Fernández dan Bezzecchi terjatuh setelah bersenggolan di Tikungan 1. Martín sempat memimpin sebelum disalip Marquez pada lima lap terakhir, lalu melebar di Tikungan 10 dan finis keempat. Marquez akhirnya menang, diikuti Ogura dan Fabio Di Giannantonio.

Bos Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengakui akhir pekan di Mandalika tidak berjalan mulus sejak awal. Ia menyoroti insiden pada sprint race serta kesalahan pengaturan tekanan ban depan Martín yang membuat tim harus meminta maaf kepada pembalap Spanyol tersebut. Namun, penampilan Ai Ogura yang mampu menyalip banyak pembalap turut menyelamatkan hasil Aprilia pada hari Sabtu. Balapan utama kemudian menjadi cerita yang sangat berbeda dengan empat motor RS-GP finis di empat besar.

“Seperti halnya kami tidak berkecil hati ketika hasilnya buruk, kami juga tidak akan terlena saat hasilnya baik,” ujar Rivola. Ia turut mengapresiasi seluruh tim di Noale atas komitmen dan dedikasi mereka di tengah persaingan musim ini yang begitu ketat.

Selain menyapu bersih empat besar, Aprilia juga mengunci seluruh podium untuk keempat kalinya musim ini setelah Le Mans, Assen, dan Silverstone. Pabrikan asal Italia itu kini mengoleksi 310 kemenangan dalam sejarah balap motor Grand Prix, termasuk delapan kemenangan musim ini dan 16 kemenangan di kelas utama.